Direktur Iblis Itu Jodohku

Direktur Iblis Itu Jodohku
MIIN 17


__ADS_3

Seperti biasa,hari ini Aera sedang libur kuliah lebih tepatnya sedang persiapan untuk sidang seminggu lagi. Ia duduk di meja kasir sembari sesekali melihat kamar Kwan dimana Kwan sedang asik membaca novel romantis yang di tulis oleh Allisya.


"Pokoknya ini cuma bacaan ya sayang! Jangan sampai kamu lakukan hal yang di dalam novel!" Ucap Aera kepada Kwan.


"Siap mami tenang saja,Kwan kan sudah dewasa!" Ucap Kwan membuat Aera melongo.


Sebenarnya novel itu sudah lama ada di toko namun Aera tidak pernah membiarkan Kwan untuk membacanya karena ia lebih tahu isi otak Allisya yang terkadang terlalu menjiwa peran dalam novel buatannya. Kalo di pikir pikir sudah setahun ini dia dan Allisya tinggal berpisah entah karena alasan apa? Allisya tiba tiba meminta tinggal di apartement yang Aera tidak tahu dimana letaknya. Jika pertama pergi Allisya berbicara jujur mungkin sampai saat ini Aera bisa membantu Allisya dengan semua masalahnya.


Ting (lonceng berdentang tanda ada tamu yang datang ke toko buku)


"Ingat pesan mami oke!" Ucap Aera sebelum meninggalkan Kwan.


Aera berjalan menuju pintu masuk toko dan seketika tubuhnya membeku menatap sosok yang saat ini ada di hadapannya.


"Selamat datang di toko buku kami!" Ucap Aera dengan senyum profesional.


Tiba tiba sosok itu memeluk Aera dengan pelukan penuh kerinduan.


"Aku kangen kamu! Maaf waktunya terlalu lama. Aku masih belum bisa memaafkan diri aku sendiri,aku masih takut buat menemui kamu!" Ucap sosok itu membuat air mata Aera membasahi pipinya. Aera segera melepaskan pelukan tersebut membuat sosok itu terkejut.


"Silakan anda cari buku yang ingin anda baca." Ucap Aera lalu pergi meninggalkan sosok itu.


Bukan tidak bisa menerima sosok itu kembali! Hanya belum siap menerima sosok yang tiba tiba datang kembali bahkan rasanya ingatan tentang lelaki itu yang tiba tiba mengkhianati cintanya masih hangat dalam pikiran dan tiba tiba lelaki itu datang meminta maaf? Memaafkan itu mudah namun untuk melupakan adalah hal yang sulit.


Malam harinya Kenzo berada di sebuah bar milik sahabatnya,begitu pula dengan Aera yang sudah mabuk di dalam bar tersebut.


"Nona Kim. Ada baik baik saja?" Tanya bartender.


Aera memang sesekali datang ke bar ini tetapi tidak pernah mabuk sampai seperti ini dan ini adalah pertama kalinya Aera mabuk di dalam bar.


"Saya baik baik saja. Hanya merasakan sakit di hati saya." Ucap Aera sembari tersenyum.

__ADS_1


"Apa saya perlu menelpon manager anda?" Tanya bartender tersebut.


Aera celingukan dan melihat Kenzo disana lalu menunjuk kepada Kenzo.


"Biarkan dia yang mengantar saya pulang." Ucap Aera.


Bartender itupun berjalan menghampiri Kenzo yang sedang kalut karena entah mengapa saat ini Aera seperti menolak sosoknya.


"Tuan Kenzo,mohon maaf mengganggu waktu anda." Ucap bartender tersebut.


"Iya,ada apa?" Tanya Kenzo.


"Disana ada nona Kim. Dia sudah sangat mabuk. Dia memberitahu saya jika anda akan mengantarnya pulang." Ucap bartender tersebut.


"Baiklah." Ucap Kenzo lalu berdiri dan menghampiri kursi dimana nona Kim sudah mabuk berat.


"Nona Kim. Saya akan mengantar anda kembali ke apartement anda." Ucap Kenzo.


"Kak Kenzo juga sayang sama Rara." Ucap Kenzo tanpa berpikir lagi.


"Hahaha,sayang apanya? Kak Kenzo bahkan menikah sama perempuan lain." Oceh Aera lalu berdiri dan berjalan sempoyongan keluar dari bar. Kenzo segera mengejar Aera dan setelah itu Kenzo membawa Aera pulang ke toko buku.


Saat ini Kenzo berdiri di depan apartement Aera sembari merangkul nona Kim.


" Mana kuncinya?" Tanya Kenzo sembari menatap wajah mabuk Aera.


"Dalam tas!" Ucap Aera memberikan tasnya kepada Kenzo.


Kenzo mendudukkan Aera di kursi depan toko buku lalu perlahan dia mencari kunci rumah dan tidak sengaja dia menjatuhkan sebuah foto itu adalah foto dia bersama Aera beberapa tahun lalu saat masih kuliah dia tidak menyangka Aera masih menyimpannya. Tidak lama kemudian Kenzo mendapatkan kuncinya dan langsung memutar kunci lalu pintu terbuka dan Kenzo melihat Kwan duduk di lantai dekat pintu.


"Mami." Kwan memanggil Aera dengan nada khawatir.

__ADS_1


"Kwan,kamu bobo gih." Ucap Aera lalu melepaskan rangkulan Kenzo dan berusaha berjalan menggandeng Kwan masuk kedalam kamarnya.


Kwan berbaring di ranjangnya menatap sedih kepada Aera.


"Mami sayang Kwan." Ucap Aera lalu mengecup kening Kwan. Kwan pun menutup matanya dan tertidur.


Kondisi Aera masih mabuk,kedua lututnya mulai lemas. Ia berusaha berdiri dan keluar dari kamar Kwan. Aera duduk di sofa sembari bersandar,kondisi itu di manfaatkan oleh Kenzo yang masih berada di apartement Aera. Kenzo duduk di sofa lalu memangku tubuh kecil Aera.


"Kamu ini siapa?" Tanya Kenzo.


"Aera." Jawab Aera sembari tersenyum dan mengusap wajah Kenzo.


"Kamu Rara atau nona Kim?" Tanya Kenzo.


"Hahaha,,sama aja." Jawab Aera sembari tertawa.


Kenzo sudah tahu semuanya sejak lama namun saat ini Kenzo hanya ingin menggoda Aera.


"Kwan itu anak kamu?" Tanya Kenzo dan Aera menganggukkan kepalanya.


"Anak kak Kenzo juga?" Tanya Kenzo dan Aera menggelengkan kepalanya.


"Kamu tidur sama laki laki lain?" Tanya Kenzo.


"Anak kak Kenzo meninggal,anak Rara meninggal." Ucap Aera sembari menangis kencang.


"Kwan itu siapa?" Tanya Kenzo.


"Kwan anak sepupu Rara yang meninggal." Ucap Aera masih menangis.


Kenzo pun menghapus air mata Aera dan tidak sengaja ia menghapus concealer tebal di bawah bibir Aera dan disana terlihat tahi lalat khas milik Aera.

__ADS_1


"Rara jangan nangis ya. Kak Kenzo disini temani Rara." Ucap Kenzo memeluk tubuh Aera. Tubuh kecil yang selama ini ia rindukan.


__ADS_2