Direktur Iblis Itu Jodohku

Direktur Iblis Itu Jodohku
PART 8


__ADS_3

Kembali ke saat ini, Setelah Shera pergi Leon hanya bisa menatap punggung kecil Shera dengan tersenyum.


"Rasanya benar benar familiar,tetapi aku benar benar lupa!" keluh Leon sembari mengacak acak rambutnya.


Shera kembali ke rumah neneknya,ia melihat bahwa rumah itu sudah di penuhi dengan hiasan khas orang menikah.


"Shera,kamu dari mana saja? Kenapa semalam tidak pulang,membuat orang khawatir saja!" Mama berlari menghampiri Shera dengan wajah khawatir.


"aku kemarin malam pergi ke bar terus mabuk terus di culik oleh iblis." Shera bicara melantur sembari berjalan menuju kamarnya sementara mama hanya menatap bingung kepada putrinya itu.


'Akhirnya pernikahan ini tetap harus terjadi. bagaimanapun aku berusaha menolak,sejauh apapun aku pergi.tapi siapa laki laki yang akan menikah dengan aku? memang ada ya yang mau menikah dengan perempuan yang sudah kotor seperti aku?' Pikiran Shera penuh dengan pertanyaan dan juga kemungkinan.


Keesokkan harinya waktu menunjukkan pukul 10:00 Acara akad nikah akan segera di langsungkan dan Shera sendiri sudah menunggu laki laki yang akan menjadi suaminya itu di KUA.


"Maaf kami terlambat!" Leon melangkah tegas masuk kedalam ruang KUA dan membuat semua mata langsung menatap ke arahnya.


'kenapa direktur iblis itu disini atau jangan jangan dia sungguh ingin meminta tanggung jawab dan menceritakan semua ke mama dan yang lainnya?' Bathin dan pikiran Shera pun serius merutuki diri sendiri sampai tidak sadar bahwa Leon sudah duduk di sebelahnya.


"Loh pak direktur kenapa duduk disana? itu kursi calon suami saya." Shera bingung dengan posisinya saat ini sementara Leon tidak mendengarkannya dan memulai ijab qabul.


'Sial! Apa lagi yang sedang di lakukakan oleh iblis ini? Dimana calon suami aku yang asli?' Bathin Shera terus meruntuki Leon.


"SAH!" Teriak yang lainnya membuat Shera sadar bahwa yang menikahi dia adalah direktur iblis yang setiap jam ia kutuk jadi perjaka tua.

__ADS_1


Acara pernikahan pun selesai. Namun,pikiran Shera masih mengelana jauh di atas awan bertanya apa yang sebenarnya terjadi,bertanya kemana suami dia yang sebenarnya,bertanya kenapa harus iblis ini yang menikah dengan dia.


Sherapun duduk di depan meja rias menghapus semua riasan pengantin dan bersiap siap untuk tidur agar pikirannya tenang kembali. Sementara itu di luar leon sedang berbincang dengan Nico dan Daniel.


"Akhirnya loe nikah juga sama adik gue." Ucap Daniel antusias.


"Iya bersyukur,Leon akhirnya mau juga nikah dengan Shera yang keras kepala itu!" Ucap Nico sambil menggelengkan kepala.


Setelah berbincang bincang cukup lama Leon pun pamit untuk kembali ke kamar.


"Baiklah,saya sudah lelah dan ingin beristirahat. Saya pamit ke kamar dulu." Leon mengusap tengkuknya yang sakit.


"Oke oke,semangat ya bikin keponakan buat gue!" Ucap Daniel langsung di sambut gelak tawa yang lainnya.


"Hey cepat bangun!" Leon membangunkan Shera.


"Ada apa? Ganggu orang tidur saja." Ucap Shera sambil membalikkan badan ke arah Leon seketika itu sebuah bibir mendarat di bibir Shera.


"Ummm ummm." Sherapun membuka matanya dan melihat Leon sedang memakan bibir kecilnya. Sherapun langsung mendorong Leon dan menjauh.


"Kalo mau cium orang itu ngomong jangan main nyosor aja. nanti gue mati kehabisan nafas gimana?" Omel Shera kepada Leon.


"Kalo kamu keabisan nafas ya aku kasih nafas aku buat kamu!" Leon tersenyum genit sembari merentangkan kedua tangan Shera.

__ADS_1


"pakk,ekkhh loe mau ngapain?" Teriak Shera yang langsung di bungkam dengan ciuman ganas Leon.


Malam panjang yang penuh gairah pun terjadi untuk mereka berdua.


Keesokkan harinya matahari bersinar dan memperlihatkan dua sejoli yang terlelap dalam buaian mimpi dengan tubuh hanya tertutup selimut. Saat merasakan panas matahari menyengat wajahnya Sherapun membuka matanya dan melihat wajah Leon yang sedang tersenyum menatapnya.


"Pagi istriku sayang!" Leon tersenyum sambil mencium kening Shera mesra.


"Dasar iblis! gak kira kira kekuatan sampai badan orang sakit semua." kesal Shera kepada Leon.


"Ya sudah kalo sakit aku bantu kamu mandi ya!" Ucap Leon sambil menggotong tubuh Shera yang hanya tertutup selimut.


Shera merasakan nyeri di sekujur tubuhnya,malam tadi Leon benar benar membuat Shera hampir mati. Shera menghela nafas berat sembari menikmati mandinya. Leon membersihkan rambut Shera sementara Shera berendam di dalam bathup.


"Jadi kemarin kamu mengajukan cuti untuk menikah?" Leon membuka percakapan diantara mereka untuk memecahkan keheningan.


"Tidak,hanya untuk acara keluarga. Tetapi,saya tidak tahu jika acara keluarga itu ada perjodohan untuk saya." Shera benar benar menikmati sifat lembut bosnya ini.


"Saya sudah tahu jika saya akan di jodohkan tetapi saya tidak mengira bahwa saya akan di jodohkan dengan sekretaris saya yang galak ini." Ucapan Leon menohok pas sekali di hati Shera.


"Saya bukan galak,hanya terkadang anda tidak masuk akal." Shera berucap jujur atas sifat Leon yang terkadang tidak masuk akal.


"Maafkan saya yang sering mengerjai kamu!" Leon berucap dengan lembut membuat Shera terharu.

__ADS_1


__ADS_2