
"Kamu darimana?" Begitulah pertanyaan pertama yang Kenzo dapat saat kembali ke rumah.
"Aku lagi banyak pekerjaan,beberapa hari ini aku tidur di kantor." Ucap Kenzo tentu saja bohong. Mana mungkin dia akan jujur jika dia baru kembali dari Seoul.
"Baiklah,aku mengerti keadaan perusahaan yang sedang tidak stabil,tetapi kamu juga harus memperhatikan kesehatan kamu dong." Ucap Gladis khawatir.
"Iya,terimakasih Glad. Sekarang aku sudah lelah dan akan langsung tidur." Ucap Kenzo langsung berjalan menuju kamar.
"Yasudah kamu pergilah istirahat,aku akan mengganti pakaian dan nanti menyusul." Ucap Gladis sembari berjalan menuju ruang pakaian.
Kenzo mendapat sebuah pesan dari anak buah Nathan mereka memberi tahu jika Gladis memasang beberapa kamera tersembunyi di dalam kamar dan sepertinya Gladis menyiapkan jebakan untuk Kenzo. Kenzo duduk di sofa dalam kamar sembari menyandarkan kepalanya,tiba tiba sepasang tangan putih memeluk lehernya dan nampak Gladis tersenyum kepada Kenzo.
"Mau aku buatkan teh atau kopi atau mau wine?" Tanya Gladis menyandarkan kepalanya di bahu Kenzo.
"Baiklah,ambilkan aku sebotol wine dari gudang penyimpanan." Ucap Kenzo lalu Gladis pergi meninggalkan Kenzo.
Sementara Gladis sibuk di dapur,Kenzo mengirim sebuah pesan menggunakan ponsel milik Gladis.
"Kita akan menonton seberapa hebatnya kamu dalam berakting?" Gumam Kenzo lalu memejamkan matanya di sofa.
Gladis kembali ke kamar dan melihat Kenzo sudah memejamkan matanya,sebelumnya dia ingin memberi obat tidur kepada Kenzo karena ia harus segera pergi bertemu ayahnya. Gladis mengendap endap keluar dari kamar tetapi tiba tiba terdengar suara berat Kenzo dari belakangnya.
"Glad,mana wine punyaku?" Tanya Kenzo sembari menegakkan posisi duduknya.
"Ah,aku kira kamu tidur. Aku tidak akan mengganggu jika kamu sudah tidur." Ucap Gladis.
__ADS_1
"Karena aku belum tidur,apa kamu akan menggangguku sayang?" Ucap Kenzo dengan nada menggoda.
Gladis tersenyum manis lalu berjalan menghampiri Kenzo,ia duduk di atas pangkuan Kenzo seketika tubuh Kenzo tersentak karena ia tidak menduga Gladis benar benar seorang ****** yang tidak punya muka. Kenzo mengusap pipi Gladis lalu turun ke tulang selangkanya,Gladis menarik wajah Kenzo menatapnya dan hendak mencium bibirnya namun Kenzo mendorong pelan bahu Gladis.
"Minum dulu Glad,aku haus banget!" Ucap Kenzo lalu meminum wine yang di bawa oleh Gladis. Gladis menatap Kenzo penuh arti dan setelah itu Kenzo memberikan wine lainnya kepada Gladis menyuruh Gladis untuk minum.
Gladis menatap ragu kepada wine yang berada di tangan Kenzo itu.
"Kenapa? Bukankah aku sudah meminum wine yang kamu tuangkan untukku? Mengapa kamu ragu meminum yang aku tuangkan?" Tanya Kenzo dengan tatapan sedih membuat Gladis luluh. Gladis meraih gelas berisi wine tersebut dan langsung meminumnya sampai habis. Kenzo menatap Gladis sembari tersenyum licik tanpa disadari oleh Gladis karena ekspresi itu hanya muncul sekejap.
"Mari kita lakukan malam ini!" Bisik Kenzo dengan nada sensual membuat bulu kuduk Gladis meremang.
"Sungguh?" Tanya Gladis dengan wajah sumringah.
"Lebih baik sekarang kamu ke toilet membersihkan diri kamu." Ucap Kenzo mendorong Gladis agar pergi ke kamar mandi.
"Aku harus menyiapkan surprise buat kamu,aku tidak akan membiarkan kamu tidur tenang malam ini." Bisik Kenzo membuat bagian bawah Gladis basah.
"Baiklah sayang,aku menunggu surprise dari kamu." Ucap Gladis lalu mencium pipi Kenzo dan pergi ke dalam toilet.
Matahari pagi bersinar sangat cerah dan sinarnya masuk melewati sela sela gorden kamar dimana terdapat dua sejoli yang sedang tertidur lelap saling membelakangi. Kenzo membuka matanya dan tersenyum jahat sembari menatap jendela kamarnya. Dia baru tidur pagi tadi setelah membuat Gladis lemas dan tidak bisa bangkit. Tiba tiba sepasang tangan kecil memeluk pinggangnya membuat Kenzo memutar tubuhnya dan menatap wajah Gladis.
"Terimakasih,aku kira kamu membenci aku dan tidak akan pernah mau menyentuhku." Ucap Gladis menatap wajah Kenzo dengan senyum sendu.
"Mana mungkin? Kamu adalah istriku,mana mungkin aku tidak menyentuhmu yang cantik ini." Ucap Kenzo lalu duduk.
__ADS_1
"Kamu ke kantor hari ini?" Tanya Gladis dengan wajah sedih.
"Aku ada rapat jam delapan nanti." Ucap Kenzo sembari mengusap kepala Gladis.
"Baiklah,kamu hati hati di jalan ya! Aku tidur lagi." Ucap Gladis sembari menutup matanya lagi.
Kenzo berjalan menuju toilet dan menatap lekat wajahnya yang berada di cermin. Lalu,sebuah senyum lebar tergambar di wajah Kenzo,senyum menandakan kepuasannya malam tadi.
Kenzo berjalan memasuki gedung WID Corp,sementara Nathan sudah menunggunya di depan lift.
"Wow ada apa pagi pagi kamu sudah menemuiku?" Tanya Kenzo dengan nada konyol kepada Nathan.
"Ada yang perlu aku bicarakan denganmu. Mari kita ke ruang kerja kamu!" Ucap Nathan sembari menarik pergelangan lengan Kenzo masuk kedalam lift.
Saat ini Kenzo sudah duduk di kursi kebesarannya,sembari terus tersenyum lebar menatap Nathan yang tak frustasi di hadapannya.
"Gila!" Maki Nathan sembari mengacak rambutnya.
"Siapa?" Tanya Kenzo tetap dengan senyumnya.
"Kamu gila! Bisa bisanya kamu biarkan istri kamu tidur dengan asistennya." Ucap Nathan dan di balas senyum oleh Kenzo.
"Mereka saling mencintai,aku tidak mau menjadi duri dalam hubungan mereka." Ucap Kenzo tetap tersenyum.
"Kamu benar benar jahat! Bagaimana bisa kamu mempermainkan perasaan Gladis sejauh ini?" Ucap Nathan sembari menekan pelipisnya.
__ADS_1
"Aku hanya membayar atas apa yang dia lakukan." Ucap Kenzo dengan senyum jahat.
"Gladis salah mengambil musuh." Ucap Nathan sembari menggelengkan kepalanya.