
Setelah acara perkenalan,Aera mengantar Billy ke ruangan miliknya.
"Disini sangat menyenangkan Ra! Aku sangat nyaman,wanita cantik,lelaki cantik." Billy duduk di kursi CEO miliknya dan wajahnya menampakkan semburat merah.
"Hentikan Bill! kau membuatku mual." Aera duduk di sofa sembari membaca majalah bisnis disana.
"Kau lihat lelaki tampan tadi Ra? Dia bahkan berani mengacuhkan aku yang sedang berbicara." Billy membayangkan wajah lelaki tersebut.
"Baiklah,sekarang aku harus pergi untuk fitting baju dan silakan kamu berkeliling bersama para manager departemen!" Aera jengah dengan semua hal yang di bahas oleh Billy.
"Baiklah ibu Presdir,saya akan melaksanakan tugas dan tanggung jawab ini dengan baik." Billy memang sosok pemimpin yang benar benar Aera banggakan.
Setelah itu Aera meninggalkan perusahaannya dan menuju kantor Kenzo untuk mengajaknya bersama pergi ke butik tempat mereka akan fitting baju.
Aera melangkah tegas memasuki hotel WID Corp yang di kelola oleh Kenzo. Semua mata karyawan disana menatap Aera dengan tatapan memuja.
"Beruntungnya pak Kenzo mendapatkan nona Kim. Aku juga mau!"
"Haisshh,jangan banyak berkhayal! mereka tampan dan cantik,keluarga mereka juga cukup terkenal di kalangan pembisnis. Apalah kita yang hanya karyawan dengan gaji yang cukup untuk makan dan bayar sewa."
Aera menghampiri kedua pasangan yang sedang berbisik membicarakannya.
"Kalian harus semangat,roda kehidupan berputar. Jangan menyerah dan terimakasih atas semua pengabdian kalian kepada perusahaan WID Corp!" Wanita yang bahunya di sentuh oleh Aera bergetar haru. Dia tidak menyangka Aera adalah sosok yang sangat baik dan perhatian.
Seketika semua karyawan berkumpul mengelilingi Aera,Aera menyambut mereka dengan senyum dan sesekali berpelukan untuk meringankan beban mereka. Aera paham betul bagaimana sulitnya bekerja di sebuah perusahaan besar seperti WID Corp.
"SERET WANITA INI KELUAR DARI KANTOR KU!" Teriakkan Kenzo menghentikan sesi bercengkrama Aera dan para karyawan disana.
__ADS_1
"Ada apa dengan pak Kenzo?"
Mereka saling melirik karena tidak tahu apa yang sedang terjadi di dalam ruangan Kenzo. Dua orang security berlari ke arah ruang kerja Kenzo dan mereka terkejut melihat seorang wanita hamil yang kain bajunya menyangkut di sebuah pisau yang menancap di dinding. Hal itu membuat para karyawan gaduh. mereka mengenal Kenzo,mereka paham Kenzo tidak akan Semarah ini hanya karena urusan sepele.
"Ada apa ini kak Kenzo?" Aera melangkah masuk dan saat itu Kenzo menubruk memeluk Aera.
"Aku takut Ra! Dia mengancam akan melenyapkan kamu dan anak anak. Tapi,aku tidak kenal dengannya." Kenzo meneteskan air mata dalam pelukan Aera.
Aera menuntun Kenzo untuk duduk di sofa dan menyuruh OB untuk membawakan air hangat untuk Kenzo minum.
"Kak Kenzo disini ya! biar Rara yang urus wanita ini." Aera tersenyum sembari mengusap bahu Kenzo dengan lembut.
Lalu,Aera berjalan menghampiri wanita itu perlahan tangan Aera masuk ke dalam tas dan mengambil sebuah pisau kecil pembuka botol bir.
"Kamu pikir kamu siapa? Berani mengancam akan melenyapkan saya? SIAPA YANG MENYURUHMU?" tegas Aera sembari menodongkan pisau kecil itu di leher sang wanita.
"Eumm,an,,annuu itu tolong pisaunya anda jauhkan!" Air mengalir deras di kaki wanita itu dan seketika semua orang tertawa karena wanita itu kencing di celana.
"Kamu yang hanya punya nyali sedikit seperti ini berani mengancam saya?" Aera melirik sekitar dan mendapati sosok yang berdiri bergetar disana.
Aera berbalik dan berjalan menuju kerumunan para karyawan. Semua karyawan cukup terkejut dengan Aera yang berbalik dan berjalan ke arah mereka. Aera mengarahkan tangan yang memegang pisau ke arah kerumunan.
"Siapa wanita itu?" Aera bertanya dan seketika semua karyawan membuka jalan untuk Aera melihat dengan jelas wajah wanita itu.
"Stttt,apa ini semua Luna yang melakukannya?"
"Benar benar bernyali besar."
__ADS_1
"Sepertinya dia juga masuk ke perusahaan ini karena menyogok staff HRD."
Aera melangkah mendekati wanita itu tepat wajah mereka berdua berhadapan.
"Apa alasan kamu ingin melenyapkan saya?" Aera menatap Luna dengan tatapan mengerikan membuat tubuh Luna bergetar.
"itu,,itu,itu karena kamu sudah merebut Kenzo dariku." wanita itu berbicara dengan lantang dan membuat semua orang terkejut.
"Kamu kenal wanita ini?" Aera melirik ke arah Kenzo.
"Sebentar aku ingat ingat dulu,siapa tahu dia adalah fans ku." Ucapan Kenzo membuat para karyawan menahan tawa mereka. mereka sekarang sudah tahu jika Aera lebih menyeramkan daripada Kenzo.
"Luna ya? Ahh,aku ingat! Kamu si cupu yang zaman SMA selalu buntutin aku kemana mana." Seketika semua karyawan menatap Luna yang saat ini bertubuh profosional dan wajah yang sangat cantik.
"Ehhh,bukannya dulu pipi kamu chubby? bukannya dulu wajahmu bulat? Wahhh kamu operasi plastik ya? pantas saya tidak mengenali kamu." Suasana semakin ramai saat Kenzo membuka kedok Luna dimasa lalu.
"Jangan berani mengancam saya jika anda tidak memiliki kemampuan untuk melenyapkan saya." Aera memberi sedikit tanda di wajah Luna dan membuat Kenzo terkejut.
Luna terduduk lemas,darah mengalir dari luka panjang yang di berikan oleh Aera di wajahnya.
"BAWA MEREKA BERDUA KELUAR DARI SINI!" Teriak Aera dan langsung di patuhi oleh beberapa orang karyawan beserta security.
Setelah kejadian itu semua karyawan kembali bekerja seolah hal tadi tidak pernah terjadi.
"Haisshh,benar benar melelahkan menjadi pasanganmu. Aku salut Gladis bisa bertahan saat banyak wanita yang mengejarmu." Aera menyandarkan tubuhnya di sofa sementara Kenzo memijat bahu Aera.
"euum itu semua karena Gladis menggunakan kekuatan di belakangnya untuk membunuh semua wanita yang berani mengejarku. Aku salut sama kamu yang sudah berani seperti ini." Kenzo mengecup pucuk kepala Aera membuat Aera tenang.
__ADS_1
"Kalau aku hanya diam maka sama saja aku membuka peluang untuk wanita lain. Cukup aku melakukan kesalahan saat membiarkan Gladis masuk. Saat ini aku akan berusaha memperjuangkan orang orang yang aku sayangi." Aera menatap bingkai foto di ruang kerja Kenzo dimana disana terdapat fotonya yang tidak sadarkan diri,Kenzo dan malaikat kecil mereka yaitu Juro.