
Keesokkan harinya Kenzo berangkat ke kantor,sesampainya di ruang kerja ia melihat Gladis sedang duduk di kursi kebesaran milik Kenzo.
"Kamu kemana saja? Setiap aku kesini mencari kamu,kamu selalu tidak ada. Kamu lagi menghindar dari aku?" Ucap Gladis sembari menghampiri Kenzo yang duduk di sofa.
"Bukan seperti itu sayang,belakangan ini lagi banyak masalah di perusahaan jadi aku jarang ada di kantor." Ucap Kenzo sembari mengusap punggung tangan Gladis.
"Kamu butuh bantuan?" Tanya Gladis dengan pandangan khawatir.
"Tidak,perusahaan baik baik saja. Hanya ada beberapa staf keuangan yang mengambil keuntungan pribadi." Ucap Kenzo.
Sejenak wajah Gladis tampak gelisah,lalu Gladis menggenggam lengan Kenzo sembari bersandar di bahu Kenzo.
"Kalo kamu butuh investasi,aku siap kok jadi investor buat perusahaan kamu atau aku minta tolong sama ayah aku?" Ucap Gladis sembari tersenyum.
"Tidak,apa yang akan ayah kamu ucapkan jika ia tahu aku malah memanfaatkan kamu?" Ucap Kenzo mengusap kepala Gladis.
"Kamu bukan memanfaatkan,tetapi kita saling mendukung." Ucap Gladis.
"Sekarang kamu pulang! Nanti malam aku pulang ke rumah." Ucap Kenzo.
"Sungguh? Kamu gak akan tidur di rumah mama lagi?" Tanya Gladis.
"Iya sayang,aku akan pulang ke rumah." Ucap Kenzo.
Setelah itu Gladis pergi meninggalkan ruang kerja Kenzo,tetapi tidak pergi keluar gedung melainkan ke sebuah ruangan yang berada di sebelah ruang keuangan. Seorang pria paruh baya dengan perut besar dan wajah mesum terlihat sedang duduk di kursi kerjanya sembari menikmati sebatang rokok.
"Om." Ucap Gladis manja sembari berdiri di sisi pria tua itu. Pria itu dengan senang hati menerima perlakuan manja Gladis.
"Ada yang bisa saya bantu Nona?" Tanya pria itu sembari meremas bokong Gladis.
"Aahhh,,om nakal banget sih!" Ucap Gladis sembari mencium pipi pria tua itu.
"Kamu lagi butuh uang? Berapa?" Tanya pria itu to the point.
"Ngga,aku gak butuh uang. Aku cuma mau om tepati janji om buat menghancurkan perusahaan ini." Ucap Gladis sembari duduk di pangkuan pria itu.
__ADS_1
"Tenang saja,saya juga pemegang saham besar disini." Ucap pria itu.
"Makasih ya om!" Ucap Gladis mengusap pipi pria itu.
"Bagaimana kalo malam ini saya datang lagi ke rumah nona sebagai bayaran." Ucap pria itu.
"Gak bisa om Seno,malam ini Kenzo akan pulang ke rumah." Ucap Gladis dengan wajah sedih.
Sementara itu di ruang kerja Kenzo,tampak Kenzo sedang duduk sembari membaca beberapa laporan keuangan yang di berikan oleh Rita staf keuangan kepercayaannya dimana Rita melampirkan semua penghasilan perusahaan dan berapa banyak uang yang di ambil oleh Gladis,karena sebelumnya Rita sudah mengeluh kepada Kenzo soal permintaan Gladis yang memintanya untuk memanipulasi data keuangan.
"Belum sampai satu bulan jadi istri,sudah belajar menghasut orang orangku." Gumam Kenzo sembari memijat keningnya.
Seorang pria berpakaian Hoddie berwarna gelap masuk kedalam ruang kerja Kenzo. Lelaki itu dengan santai merebahkan tubuhnya di atas sofa dan seketika hoddie yang menutup wajahnya terbuka dan terlihatlah wajah imut bak idol K-Pop.
"Istri kamu itu benar benar gila!" Maki pria itu sembari menutup matanya dengan tangan.
"Apa ada berita baru nat?" Tanya Kenzo.
"Aku akan melaporkannya nanti,saat ini aku benar benar lelah." Ucap Nathan.
"Sial!! Kamu itu benar benar gak paham rasa lelah ya? Jangan mentang mentang kamu hebat dalam bekerja dan tidak kenal Rasa lelah. Aku ini mata mata terlatih tapi aku juga manusia yang bisa merasakan lelah." Maki Nathan lalu berdiri dan berjalan menuju kursi yang berhadapan dengan Kenzo.
Nathan menatap wajah Kenzo,disana terpancar wajah penasaran dan juga rasa khawatir.
'apa yang membuat Kenzo khawatir? tentu saja wanita yang katanya istrinya itu' begitulah pikir Nathan.
"Jadi bagaimana?" Tanya Kenzo dengan nada datar.
"Sesuai permintaan kamu,aku sudah memasang CCTV di seluruh penjuru rumah kamu dan sudah membuat ruang pantau di ruang bawah tanah rumah kamu. Lalu,CCTV di semua kantor pemegang saham." Ucap Nathan lalu menyeruput minuman milik Kenzo,Kenzo hanya melirik ke arah gelas yang saat ini sudah kembali ke posisi semula dalam kondisi kosong.
"Bagaimana dengan pengintaian selama beberapa hari aku tidak ada di rumah?" Tanya Kenzo.
"Ya seperti yang kamu duga,istri kamu itu punya hubungan sama Mr.Seno pemegang saham kedua terbesar. Selain itu aku juga mendapatkan beberapa informasi tentang istri kamu. Ternyata,dia hanya putri angkat dari pemilik perusahaan GC dan asal usulnya belum jelas di ketahui,beberapa bilang jika istrimu adalah putri dari adik pemilik perusahaan GC tapi beberapa bilang jika dia adalah anak simpanan seorang pengusaha. Aku dan semua anak buahku akan terus mencari tahu lengkapnya." Ucap Nathan menatap serius.
"Emm,Mr.seno? Si orangtua buruk rupa dan mesum itu?" Ucap Kenzo dengan wajah tidak percaya.
__ADS_1
"Aku juga merasa tidak masuk akal,ya walaupun Gladis itu bukan wanita baik tapi aku tidak menyangka dia akan membuang harga diri hanya untuk tujuannya." Ucap Nathan.
"Biarkan saja semuanya berjalan seolah seperti dia yang memegang kendali. Saat dia lengah disitulah kesempatan kita." Ucap Kenzo dengan senyum licik membuat Nathan bergidik ngeri.
"Kamu ini kenapa? Sudah tahu kalo dia menipu kamu tapi kamu malah tetap mau menikah dengannya." Ucap Nathan bingung.
"Bukankah kita harus mengenal musuh sebelum berperang? Aku hanya ingin tahu siapa dalang di balik ini semua." Ucap Kenzo.
"Ada satu hal lagi,ada informasi yang aku dapat dari salah satu pelayan di kediaman Gladis. Katanya,ibu kandung Gladis di penjara." Ucap Nathan dengan tatapan tajam.
"Sebentar lagi juga anaknya akan menyusul masuk penjara." Ucap Kenzo.
"Kamu yakin akan menjebloskan dia ke penjara?" Tanya Nathan terkejut.
"Jika hukum memperbolehkan aku untuk menghukum mati dia yang mencoba membunuh istri dan anakku. Aku akan melakukannya." Ucap Kenzo dengan aura membunuh yang kuat.
"Oh ayolah,bahkan kamu tidak tahu dimana wanita yang selalu kamu sebut istri dan anakmu itu tinggal. Lagipula kamu belum menikah dengan dia." Ucap Nathan meremehkan Kenzo.
"Terserah saja,aku sudah mengetahui semuanya. Hanya aku ingin menyelesaikan ini terlebih dulu sebelum berkumpul dengan keluarga kecilku." Ucap Kenzo.
"Berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk menyelesaikan ini?" Tanya Nathan.
"Satu tahun!" Ucap Kenzo tegas.
"Apa kamu gak takut jika wanita yang katanya istri kamu itu menikah dengan lelaki lain?" Tanya Nathan.
"Tentu saja takut,tetapi bagaimanapun yang aku inginkan adalah ia memiliki hidup yang damai tanpa ada seorang pun yang berani mengusiknya." Ucap Kenzo.
"Wah kamu benar benar sudah menjadi korban BUCIN." Ucap Nathan dengan nada meledek dan seketika tawanya pecah.
"Hentikan itu Nathan,itu sama sekali tidak lucu!" Ucap Kenzo seketika membuat Nathan menghentikan tawanya.
"Kamu yakin bisa menyelesaikan ini dalam waktu satu tahun? Karena menurut aku Gladis itu seperti wanita ular yang sangat menjijikan dengan racun yang tersembunyi di balik kulit putih mulusnya itu." Tanya Nathan dengan wajah seolah membayangkan setumpuk kotoran.
"Tidak,tapi aku harus berusaha agar masalah itu selesai dalam satu tahun." Ucap Kenzo penuh tekad.
__ADS_1