Direktur Iblis Itu Jodohku

Direktur Iblis Itu Jodohku
MIIN 11


__ADS_3

Disebuah rumah minimalis dan sederhana di pelosok Seoul. Rumah yang di kelilingi oleh perkebunan sayuran itu nampak sejuk di pandang mata,seorang wanita keluar dari rumah tersebut. Wanita itu pergi ke perkebunan memetik beberapa sayur untuk memasak lalu kembali masuk lagi ke dalam rumah tersebut. Seorang lelaki nampak duduk di sisi inkubator yang didalamnya terdapat seorang bayi kecil yang lemah sedang tertidur.


"Sarapan dulu! Jangan terus menatapnya seperti itu." Ucap wanita itu sembari menyembulkan kepalanya di pintu lalu berjalan masuk kedalam kamar tersebut.


"Aku tidak bisa lama lama berada disini." Ucap lelaki itu yang tak lain adalah Kenzo.


"Iya,aku mengerti. Kamu memiliki banyak urusan,tapi bagaimanapun beberapa hari ini dia selalu menangis merindukan ayahnya." Ucap wanita itu.


"Masalahku sangat banyak. Beruntung kamu mengerti kondisi aku dan segera menyembunyikan semuanya tanpa jejak." Ucap Kenzo tersenyum kepada wanita itu.


"Dia akan terbangun sekitar 15 menit lagi. Sebaiknya kamu sarapan dulu setelah itu baru menyapanya." Lanjut wanita itu.


"Baiklah." Jawab Kenzo lalu berjalan keluar dari kamar tersebut.


Sementara itu di salah satu universitas swasta di Kanada terlihat seorang wanita berjalan di koridor menuju ruang rektor. Wajahnya tampak berseri seri,karena ini hari pertama ia masuk kuliah disini sementara sahabatnya memilih universitas yang berbeda.


'wah,,bukankah dia penyanyi Korea itu?'


'kamu benar. Ternyata aslinya lebih cantik daripada yang kita lihat di televisi.'


"Permisi,ruang rektor dimana ya?" Tanya Aera kepada gadis yang sedang membicarakannya.


"Ah,eh itu dari sini kamu lurus terus belok ke kanan. Nanti akan ada ruang dosen dari ruang dosen kamu belok ke kiri." Ucap gadis tersebut salah tingkah.


"Bagaimana?" Tanya Aera bingung.


"Mari saya antarkan!" Ucap yang lainnya.


Kedua gadis itupun mengantar Aera menuju ruang rektor.


"Nama saya Aera." Ucap Aera memperkenalkan diri.


"Saya Susan dan ini adalah Tasya. Kami sudah tahu siapa anda,karena anda adalah penyanyi asal Korea yang cukup terkenal." Ucap Susan sembari tersenyum kepada Aera.


"Apa kamu akan kuliah disini?" Tanya Tasya.

__ADS_1


"Iya,aku akan mengambil S2 management bisnis." Ucap Aera.


"Aku pikir kalian para artis terkenal itu tidak peduli dengan pendidikan." Celetuk Susan membuat Tasya meliriknya tajam.


"Hahaha,iya iya. Aku juga berpikir seperti itu sebelumnya. Tetapi ini jalanku,aku harus melanjutkan pendidikanku agar aku tidak terpaku kepada ketenaran yang tidak tahu akan bertahan sampai kapan?" Ucap Aera sembari tersenyum.


"Hey Tasya. Ini siapa?" Tanya seorang lelaki kepada Tasya.


"Huh,,aku kesal sekali selalu bertemu denganmu." Keluh Tasya.


"Nah,ini adalah Billy. Saudara kembar Tasya." Ucap Susan memperkenalkan Billy.


"Hai Billy,saya Aera." Ucap Aera.


"Hai Aera. Sepertinya aku pernah melihatmu,tapi dimana ya?" Ucap Billy sembari berpikir.


"Sana pergi,menganggu saja." Ucap Tasya mengusir Billy.


"Ahh,,aku ingat. Didalam kamar Tasya." Ucap Billy girang.


"Aku melihat postermu memenuhi kamar Tasya." Ucap Billy membuat wajah Tasya merona.


"Dasar sialan. Kau itu selalu saja mengganggu." Kesal Tasya sembari mendorong tubuh Billy menjauh.


"Hehehe,ya seperti itulah! Mereka kembar tetapi selalu menjadi musuh bebuyutan." Ucap Susan sembari terkekeh sementara Aera hanya menatap bingung.


Tak jauh dari sana tepatnya di depan ruang dosen tampak seorang lelaki muda menatap Aera sembari tersenyum. Aera yang merasakan tatapan fanatik itu menjadi gelisah lalu menoleh ke arah ruang dosen namun disana tidak terlihat siapapun.


"Ada apa?" Tanya Tasya yang baru kembali dan melihat Aera seperti ketakutan.


"Seperti ada fans fanatik." Bisik Aera membuat Tasya dan Susan langsung memantau keadaan sekitar.


"Mulai sekarang kamu harus berhati hati." Ucap Tasya.


"Apalagi kepada dosen Evan. Karena dia adalah dosen paling mesum." Ucap Susan.

__ADS_1


"Kamu ini bicara apa? Dosen Evan itu dosen paling muda dan paling tampan disini. Selain itu dia juga pewaris tunggal Jill company." Ucap Tasya.


Menurut Aera ada baiknya Aera mendengarkan ucapan Susan,walau Susan tampak selalu dingin. Sebenarnya dia sangat cantik dan bisa jadi penilaiannya adalah yang paling benar di antara para mahasiswi lain.


"Nah,ini adalah ruang rektor." Ucap Tasya menunjukkan sebuah pintu yang cukup besar.


"Siapa rektornya?" Tanya Aera.


"Rektornya adalah,,, ayahnya Susan." Ucap Tasya sembari tersenyum lebar kearah Susan.


"Pantas saja Susan tampak mengenal semua dosen disini. Ternyata rektornya adalah ayah Susan." Ucap Aera sembari manggut manggut.


Setelah itu Aera masuk ke ruang rektor seorang diri sementara Susan dan Tasya menunggunya di depan ruang rektor sembari mengamati keadaan.


"Selamat pagi pak!" Ucap Aera lalu lelaki itu mempersilakan Aera untuk duduk di kursi.


"Selamat pagi! bagaimana? apa kamu sudah berkeliling kampus?" tanya lelaki itu.


"Belum sempat tetapi saya sudah bertemu dengan putri kesayangan anda." Ucap Aera sembari menahan tawanya.


"Kamu kesini bersama Susan? Dimana dia? Aku harus selalu sempurna di hadapannya." Oceh lelaki itu yang tak lain adalah Tristan ayah Susan.


"Beberapa tahun lalu,anda adalah guru home schooling saya. Siapa sangka saat ini anda adalah seorang rektor sebuah universitas yang cukup terkenal di Kanada." Ucap Aera.


"Nona Cho,anda bisa saja. Berapa tahun ya kita tidak bertemu? Terakhir bertemu adalah saat anda SMP." Ucap Tristan sembari tersenyum kepada Aera.


"Hahaha Mr.Tristan anda masih sama seperti dulu. pedofil." Ucap Aera membuat Tristan tersipu.


"Bukan pedofil. Tetapi,saya memang menyukai gadis kecil." Ucap Tristan.


"Senang bertemu anda kembali Mr.Tristan." Ucap Aera.


"Saya juga senang bertemu dengan anda kembali nona Cho." Ucap Tristan.


Setelah berbincang cukup lama,Aera keluar dari ruang rektor sembari tersenyum saat melihat wajah Susan.

__ADS_1


'Putrinya seorang yang berwajah datar dan dingin pantas saja dia menyukai gadis kecil yang ceria.' pikir Aera sementara Susan menatap heran kepada Aera.


__ADS_2