
Saat ini Aera sedang duduk sembari menyesap teh hangat dan di hadapannya ada Kenzo yang menatapnya penuh selidik.
"Hah,jadi ada apa?" Tanya Aera menyerah karena sejak tadi tidak keluar sepatah katapun dari mulut Kenzo.
"Dia siapa?" Tanya Kenzo dengan tatapan tajam.
"Dia itu Billy. Teman kuliah dulu di Canada." Aera menautkan jemarinya menatap lurus kepada Kenzo.
"Kenapa dia ada disini?" Kenzo masih menatap penuh selidik mencari kebohongan dari raut wajah Aera.
"Dia akan bekerja di perusahaan milik mama aku." Jawab Aera lalu kembali menyesap teh hangat miliknya.
"Kenapa gak kamu saja yang bekerja di perusahaan milik mama kamu?" Kenzo terus memojokkan Aera dengan banyak pertanyaan.
"Kalo aku kerja,siapa yang mau mengurus kebutuhan Kwan,Juro sama kamu?" Aera berucap pelan namun masih terdengar oleh Kenzo seketika hatinya langsung menghangat ternyata selama ini Aera masih memikirkan dirinya dan anak anak.
"Terimakasih Rara,maaf kak Kenzo terlalu posesif." Kenzo bangkit lalu memeluk tubuh Aera yang masih terduduk dari belakang.
"Iya,Rara paham kok kalo kak Kenzo cemburu." Aera mengusap punggung tangan Kenzo.
Kenzo mengecup kening Aera lalu mengajak Aera masuk ke kamar untuk tidur,karena besok dia akan membawa Aera fitting gaun pengantin.
Keesokkan harinya Kenzo seperti biasa akan mengurus kedua putra putri kesayangannya dan mengantar mereka sekolah. Setelah itu Kenzo kembali ke apartement melihat Aera yang sedang berdiri di balkon sembari meminum susu yang Kenzo buatkan tadi sebelum pergi.
"Kenapa melamun?" Kenzo memeluk Aera sontak membuat Aera sedikit terkejut kemudian mengusap pipi Kenzo yang berada di bahunya.
__ADS_1
"Hah,rasanya semua terlalu cepat." Aera menghembuskan nafas berat.
"Kenapa? Kamu masih belum siap? Atau kita tunda fitting bajunya?" Tanya Kenzo melihat kekhawatiran di wajah Aera.
"Sekarang lebih baik kak Kenzo ke kantor dulu,siang nanti aku ke kantor kita pergi fitting baju." Aera mendorong tubuh Kenzo masuk ke dalam apartement.
"Baiklah kalo seperti itu yang Rara mau. Pagi ini Rara mau kemana?" Tanya Kenzo.
"Rara harus mengantar Billy ke kantor dulu dan mengenalkan dia ke sekretaris disana." Aera mulai mengganti bathrobe nya dengan pakaian formal miliknya.
"Jangan genit genit sama Billy!" Kenzo mengoceh terus saat Aera memasangkan dasi untuk Kenzo.
"Iya kak Kenzo,Rara gak akan genit kok. Apalagi Billy juga sudah lihat tampang sangar kak Kenzo. Dia gak akan berani." Aera menjawab sembari tetap fokus memasangkan dasinya.
Kenzo mengecup kening Aera lalu setelah itu ia berpamitan pergi ke kantor. Aera mendudukkan tubuhnya di sofa,sebenarnya dia belum bisa percaya Kenzo sepenuhnya di tambah wanita yang beberapa hari lalu ke apartement bersama Juro itu dari tatapan matanya dia terlihat menyukai Kenzo.
Aera bangkit dan berjalan keluar apartementnya menuju apartement yang di tempati Billy. Saat Aera hendak mengetuk pintu,pintu terbuka dan keluarlah seorang wanita cantik dari dalam apartement Billy.
'belum sampai 1x24 jam dan dia sudah mendapatkan wanita Indonesia,boleh aku kasih apresiasi?' pikir Aera lalu wanita itu tersenyum canggung kepada Aera.
"Tidak apa." Ucap Aera menepuk bahu wanita itu.
Wanita itu tampak terkejut mendapati reaksi Aera yang tidak terkejut melihatnya keluar dari kamar Billy. Aera melenggang masuk kedalam kamar Billy dan melihat kamar tersebut sudah seperti kapal pecah,pakaian berserakan,bantal dan guling yang berada di lantai dan di atas ranjang king size tampak Billy yang tertidur tertutup selimut separuh badan dan tatapan Aera beralih ke arah tempat sampah disana terdapat beberapa bekas cangkang ****** dan ****** yang sudah terpakai,Aera bergidik ngeri menatap wajah tenang milik Billy yang sedang tertidur.
"BILLY WAKE UP!" Aera memukul kepala Billy dengan guling berkali kali hingga Billy yang merasa terganggu itu terbangun.
__ADS_1
"Iya iya,sebentar!" Billy membuka mata dan mendapati guling mengarah ke arah wajahnya dengan sigap ia menangkap guling itu dan melemparnya ke sisi lain ranjang.
"Aku sibuk hari ini,sebaiknya kamu cepat bangu,cuci pakaian,terus bersiap ke kantor!" Aera memerintah semuanya kepada Billy dengan malas Billy bangun dan memungut boxernya lalu memakainya dan kembali memunguti pakaiannya yang berserakan merapikan ranjangnya,lalu pergi ke kamar mandi.
Ini bukan pertama kali Aera mendapati Billy membawa perempuan ke apartementnya lebih tepatnya terlalu sering hingga Aera tidak merasa canggung atau apapun. Bahkan saat di Kanada dia datang ke apartemen Billy bersama Susan dan disana Susan memaki Billy habis habisan sementara Aera hanya menatap sembari menahan tawanya.
Sekitar tiga puluh menit kemudian Billy keluar dari kamar mandi,berjalan menuju ke ruang dimana ia menyimpan koper pakaiannya dan memakai pakaian formalnya. Sekitar lima menit Billy keluar dari ruang tersebut sudah rapi dan sangat harum. Orang pasti akan mengira Billy adalah laki laki macho yang perfect tapi ini hanya rahasia Billy dan sahabatnya sebenarnya Billy adalah seorang Bisex dan Aera mengetahui itu setelah dia menolak pernyataan cinta Billy.
Saat ini mereka sudah tiba di basement,Aera turun dari mobil begitupun dengan Billy.
"Kamu jangan jelalatan oke. Gak boleh macam macam sama karyawan disini,di Indonesia ini kalo sampai kamu ketahuan seorang Bisex maka tamatlah riwayat kehidupan sosial kamu!" Aera memberi petuah sementara Billy hanya mangut mangut.
Mereka tiba di lantai 3 dimana disana ada ruang kerja Aera dan beberapa manager,Aera memang berniat menjadikan Billy seorang CEO karena Billy masuk dalam kualifikasi dan lagipula dia sangat paham soal produk kecantikan perempuan ditambah dia sangat inovatif.
"Merry,kumpulkan semua karyawan di lobby saya akan memperkenalkan CEO baru kalian." Wanita dengan pakaian ketat itu pun mengangguk dan menjalankan tugas dari Aera.
"Hentikan tatapan lapar seperti itu!" Aera menoyor kepala Billy dari belakang membuat Billy harus mengalihkan pandangannya dan menatap kesal kepada Aera.
Para karyawan berkumpul di lobby utama,dari mulai manager sampai para buruh semua berkumpul lobby yang merupakan gedung kosong bekas gudang penyimpanan. Aera menyapa karyawan dan para buruh yang berdiri disana dan Aera melihat beberapa buruh wanita menatap Billy dengan tatapan kagum. Aera mencoba fokus dan menyelesaikan sapaannya,setelah itu Billy mengambil alih mikrofon dan mulai menyapa para karyawan.
"Hello everybody,My name ia Billy. Saya disini di percaya sebagai CEO baru oleh Presdir Cho Aera,mohon bantuan kedepannya!" Billy menatap seorang lelaki di sudut ruang tersebut,lelaki itu sedang asik dengan ponselnya tidak menghiraukan sapaan Billy sama sekali.
'hehehe,menarik!" Seringai tampak di wajah Billy namun hanya beberapa saat dan hal itu di tangkap oleh Aera.
"Benar benar deh,masa dia langsung cari mangsa!" Aera hanya menggelengkan kepalanya pelan.
__ADS_1