Direktur Iblis Itu Jodohku

Direktur Iblis Itu Jodohku
MIIN 14


__ADS_3

Aera duduk di sudut ruang perpustakaan sembari mencari beberapa referensi untuk tugas kuliahnya.


"Kayanya malam ini aku lembur mengerjakan tugas ini." Gumam Aera sembari membalik halaman buku.


"Hai Rara,lagi apa nih?" Ucap Billy tiba tiba muncul di belakang Aera.


"Astaga! Kamu itu senang banget ya buat orang terkejut." Ucap Aera mengomeli Billy sementara Billy hanya cengengesan sembari menggaruk kepala yang tidak gatal.


Sudah satu semester Aera kuliah disini dan semakin hari ia semakin akrab dengan Billy,Tasya dan juga Susan. Namun,Aera masih harus berhati hati pada dosen yang bernama Evan itu bagaimanapun ekspresi wajahnya tidak pernah sedap di pandang mata.


"Lagi apa Ra?" Tanya Billy sembari menarik kursi di sisi Aera.


"Cari referensi buat tugas sastra." Ucap Aera sembari fokus membalik halaman.


"Apa dosen Evan masih sering melihatmu dengan tatapan aneh?" Tanya Billy sembari merebahkan kepalanya di meja dan menatap wajah Aera.


"Aku lebih baik di menatapku dengan tatapan benci daripada dengan tatapan yang tidak bisa di artikan." Ucap Aera dengan wajah serius.


"Haihh,jadi kamu kok susah banget ya? Padahal kamu gak cantik cantik banget!" Ucap Billy menahan tawa.


"Hahaha,iya aku tahu jika aku tidak cantik cantik banget tapi aku masih tetap cantik walaupun,, aku sudah punya seorang putri." Ucap Aera dengan suara pelan dan itu di setujui oleh Billy.


"Aku kangen Kwan!" Rengek Billy membuat semua orang yang di perpustakaan menatap ke arahnya membuat Aera menahan malu.


"Bodoh!" Ucap Aera sembari menoyor kepala Billy menggunakan bolpoint.


"Ya sudah sekitar satu bulan aku tidak bertemu Kwan. Apa sekarang dia mulai sekolah?" Tanya Billy.

__ADS_1


"Belum,mungkin tahun depan." Jawab Aera sembari mengetuk meja dengan bolpoint.


"Suami kamu gimana?" Tanya Billy.


"Dia bilang masalahnya sebentar lagi selesai." Ucap Aera sembari tersenyum.


"Kenapa dia tidak pernah datang?" Tanya Billy penasaran.


"Aku gak tahu,tapi aku yakin ini adalah yang terbaik untukku dan Kwan." Ucap Aera tersenyum manis.


"Aku sangat penasaran dengan wajah suami mu, setampan apa dia sampai kamu menolak aku?" Ucap Billy sembari mengerucutkan bibirnya.


"Jadi kamu masih dendam karena aku menolak kamu?" Ucap Aera dengan nada meledek.


Beberapa bulan setelah Aera mulai kuliah,Billy menyatakan perasaan kepada Aera. Namun,siapa sangka saat Billy selesai mengungkapkan perasaan ada seorang gadis kecil memanggil Aera dengan sebutan mama seketika wajah Billy tidak bisa di kondisikan. Setelah itu Billy kena hajar habis habisan oleh Tasya.


"Pasti awal kamu berpikir aku seorang simpanan? Karena tidak ada pemberitaan tentang pernikahanku." Ucap Aera.


"Rara,bagaimana persiapan konser buat akhir pekan?" Tanya Tasya yang datang dan langsung merangkul leher Aera.


Tasya duduk di sisi lain Aera,sementara Susan duduk disisi Billy dan fokus membaca buku.


"Semuanya lancar kok,tenang saja." Ucap Aera sembari mengusap punggung Tasya.


"Emm,boleh tanya gak?" Tanya Tasya sembari menunduk dan memainkan kukunya.


"Kamu mau nanya,apa nanti Zero akan ikut bersamaku?" Ucap Aera dan tepat sasaran.

__ADS_1


"Hehehe,kok kamu tahu?" Ucap Tasya sembari cengengesan.


Zero adalah asisten baru yang pilihkan oleh Sun untuk menjaga Aera. Selain sebagai asisten,Zero juga akan menjaga toko buku jika tidak ada jadwal kerja Aera.


"Gimana ya? Zero itu imut banget,pasti orang gak percaya kalo umur Zero itu sudah tua." Ucap Tasya.


"Emang,awal aku mengira jika Rara memperkerjakan anak di bawah umur!" Celetuk Susan tetap fokus pada buku di genggamannya.


"Masih ganteng dan imut gue lagi." Ucap Billy dengan wajah sombong.


"Cihh,,kagak sadar kalo muka loe boros kaya om om." Ucap Tasya dan mereka debat kembali.


Aera keluar dari perpustakaan membawa beberapa buku yang cukup berat. Tiba tiba sebuah tangan menepuk bahunya membuat Aera terkejut.


"Astaga!" Ucap Aera dan tidak sengaja menjatuhkan bukunya.


Aera melihat Evan membantu mengambil buku yang jatuh.


"Te,,terima Kasih!" Ucap Aera gugup.


"Apa kabar?" Tanya Evan membuat Aera tambah terkejut.


"Hah? Ba,baik!" Jawab Aera dengan keringat dingin yang mulai turun.


"Bagaimana kabar Kwan?" Tanya Evan membuat Aera bingung.


"Kwan baik kok." Jawab Aera mulai tenang.

__ADS_1


Menurut Susan,Evan itu dosen mesum. Bagi Aera,Evan itu dosen yang aneh. Terkadang dia menatap Aera dengan detail sampai membuat Aera bergidik. Terkadang ya,seperti ini tiba tiba menanyakan kabar dan tidak jarang dia sengaja datang ke toko buku hanya untuk ngobrol dengan Kwan tetapi wajahnya tetap datar seperti robot.


__ADS_2