
Setelah mendarat di mansion pribadi keluarganya,Aera langsung membawa Kwan masuk kedalam mansion. Aera mendapatkan sebuah undangan pernikahan dari pengurus rumah dan ternyata itu adalah undangan pernikahan Kenzo dan Gladis. Semua pengusaha di Indonesia di undang dan ini adalah undangan untuk orangtua Aera.
"Acaranya tiga hari lagi." Gumam Aera sembari mengusap undangan tersebut.
Setelah menerima telepon dari Aera,Allisya melamun didalam kamar dan memikirkan banyak kemungkinan. Allisya pun keluar dari kamar berjalan dengan cepat sembari menahan emosinya lalu menghampiri Kenzo dan Gladis yang sedang berbincang dengan para kolega mereka.
Plakkk
"Dasar brengsek. Al benci sama kak Kenzo!" Teriak Allisya membuat beberapa tamu yang hadir menatap kepada Allisya dan Kenzo.
"Al kenapa?" Tanya Shera menatap wajah putrinya yang sudah memerah menahan kekesalannya.
"Al gak setuju kak Kenzo nikah sama Gladis." Ucap Allisya dengan suara yang berat seperti menahan rasa sakit. Setelah itu Allisya berlari ke kamar nya dan menangis tersedu sedu.
Shera dan Leon sangat khawatir kepada Allisya,merekapun mengejar Allisya dan mengetuk pintu kamar Allisya namun tidak mendapat jawaban dari dalam kamar tersebut.
"Gimana ma, pa?" Tanya Kenzo menghampiri Shera dan Leon sembari menggandeng lengan Gladis.
"Gak ada jawaban sama sekali." Ucap Shera lemah dan dengan wajah sedih.
" dia baik baik saja waktu zo kasih kabar soal pertunangan zo sama Gladis. Kenapa sekarang jadi begini?" Tanya Kenzo bingung.
__ADS_1
"Kamu ada buat salah apa sama Al sampai dia seperti ini?" Tanya Leon.
"Kenzo mana tahu? Kenzo belakangan ini sibuk di kantor sama persiapan pertunangan ini." Ucap Kenzo sembari menggerakkan bahunya.
Hari ini Pesta pernikahan Kenzo di selenggarakan di sebuah hotel berbintang. Sementara sejak hari itu Allisya tidak menyapa siapapun orang dalam rumah termasuk adik adiknya. Allisya hanya keluar kamar untuk mengambil makan dan tidak memiliki ekspresi apapun bahkan tatapan matanya kosong. Saat ini Allisya hanya duduk di sudut ballroom sembari meminum beberapa gelas wine.
"Maafin aku Ra. Maafin." Ucap Allisya menangis dalam kondisi mabuk.
"Kak Al kenapa?" Tanya Aera yang saat datang ke acara tersebut langsung menemukan Allisya di sudut ruangan pesta.
Aera sedikit mebungkukkan tubuhnya dan menghapus air mata Allisya. Allisya mendongakkan kepalanya dan melihat wajah Aera disana sedang tersenyum kepadanya. Allisya berdiri lalu langsung menjatuhkan dirinya bersujud di kaki Aera membuat Aera terkejut.
"Ra,maafin aku. Maafin aku." Ucap Allisya histeris lalu ia melihat tubuh kecil Kwan disisi Aera.
Beberapa pasang mata langsung tertuju kepada Allisya dan Aera di suruh ruangan tersebut. Kenzo yang mengkhawatirkan kondisi Allisya pun langsung menghampiri Allisya.
"Al kenapa?" Tanya Kenzo meraih lengan Allisya tanpa memperhatikan sosok yang berada di hadapan Allisya.
"Kak Kenzo diam." Ucap Allisya dengan berteriak dan menepis lengan Kenzo.
Allisya meraih tangan mungil Kwan,lalu tersenyum kecil dengan air mata yang terus mengalir.
__ADS_1
"Maafin Tante Al ya Kwan." Ucap Allisya dan saat itu Kenzo terkejut melihat wanita disisi gadis kecil tersebut.
Kenzo berdiri lalu langsung memeluk tubuh wanita itu,wanita yang selama ini dia rindukan. Namun tiba tiba pelukan itu di lepaskan oleh wanita tersebut.
"Selamat ya kak Kenzo atas pernikahannya sama kak Gladis." Ucap Aera sembari tersenyum. Namun senyum tersebut membuat Kenzo merasakan sakit di dadanya.
"Mami,pulang" teriak Kwan sembari menangis.
"Kwan jangan nangis,kan kita udah janji akan cari papi baru oke!" Ucap Aera sembari menghapus air mata Kwan.
Aera segera menggendong Kwan dan pergi meninggalkan acara pesta tersebut. Sementara Allisya masih duduk di lantai dengan gaun yang sudah berantakan dan air mata yang terus mengalir merasakan bersalah kepada Aera dan Kwan. Sementara Kenzo hanya mematung disana.
"Kenzo." Panggil Gladis membuat Kenzo tersadar.
"Oh iya glad,sorry." Ucap Kenzo mengusap kepala Gladis lalu beralih hendak menggendong Allisya kembali ke kamarnya namun tangannya kembali di tepis kasar oleh Allisya.
Allisya berdiri dengan lemah,lalu berjalan sempoyongan menuju kamar hotel yang di pesan untuknya. Allisya masuk kedalam kamar tersebut lalu menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang. Sepanjang malam Allisya terus menangis sembari memanggil Aera dan Kwan.
Sepulang dari acara pesta, Aera kembali ke apartment lamanya dan merapikan semua barang barang yang tertinggal serta membuang semua barang barang yang Kenzo tinggalkan disana.
"Bagaimana kak sun?" Tanya Aera dalam sambungan teleponnya.
__ADS_1
"Iya,sudah. Semua sudah aku rapikan tinggal di tempati aja." Ucap Aera.