
Leon berjalan lemah dari ruang dokter Cici,ia masuk kedalam ruang rawat shera dan mendapati shera sedang memeluk Kenzo dengan erat. molly tidak ada disana sepertinya molly keluar mencari makan malam.
"sayang" panggil Leon lemah. Sementara shera hanya melirik sekilas lalu memeluk Kenzo sambil berbaring di ranjang pasien.
"sayang, maafin aku. aku tau aku salah,aku ninggalin kamu setahun tanpa kabar dan kita baru bertemu dua hari aku sudah harus pergi ke Jakarta. maafin aku,aku gak mau pisah sama kamu sungguh aku menyayangi kamu" ucap Leon memeluk tubuh shera dan ikut berbaring di ranjang pasien.
"aku capek Leon, selama setahun ini bukan hanya capek tenaga tapi juga capek pikiran. aku selalu mikirin kamu aku takut kamu kenapa kenapa. aku gak mau kehilangan orang yang aku sayang untuk kesekian kalinya" lirih shera memutar tubuhnya menghadap Leon sementara kenzo berada di antara mereka.
"iya,aku tahu itu. makasih selalu mengkhawatirkan aku. aku akan selalu baik baik saja selama kamu dan anak kita juga baik baik saja. aku sakit mendengar suara tangisan kamu,aku pengen masuk dan minta maaf tapi aku takut malah membuat kamu tambah kesakitan" ucap Leon sembari mengusap wajah shera.
"huaaaaa,,, aku capek Leon" tangisan shera semakin menjadi.
"lusa kita pulang ke Jakarta ya. udah jangan nangis lagi ya lusa kita ketemu mama sama ayah kamu terus aku mau jenguk mamanya molly sejak kematian ayah mama jatuh sakit. aku akan bawa molly juga selama beberapa bulan dia akan temani mama" ucap Leon di jawab anggukan shera.
"tapi wajah aku" ucap shera sembari mengusap wajahnya
"terserah kamu, mau operasi ayo kalo gak mau juga gapapa" ucap Leon sembari tersenyum kepada shera.
"aku mau operasi tapi kamu temani aku ya" ucap shera yang di jawab anggukan Leon lalu Leon mengecup kening shera.
"kak shera,kok molly gak liat kak Leon gak Leon ya?" oleh molly saat masuk kedalam ruangan shera. molly melihat Leon dan shera tidur sambil berpelukan sementara Kenzo duduk di antara mereka.
"aku harap hubungan kalian jadi semakin kuat setelah kondisi ini" gumam molly lalu mengangkat Kenzo.
Keesokkan harinya shera sudah bisa keluar dari rumah sakit dan Cici memberi pesan bernada ancaman kepada Leon.
"kalo kamu gak bisa jaga shera lebih baik pisah aja" ucap cici
sesampainya di rumah,Leon merebahkan tubuh shera di ranjang lalu menyelimutinya.
__ADS_1
"kamu istirahat ya, aku masak dulu buat makan siang" ucap Leon
"iya,buatkan MPASI buat Kenzo" ucap shera lalu memejamkan matanya.
Leon pun menuju dapur dan siap memasak untuk makan siang.
"kak Leon, kak shera baik baik aja kan?" tanya molly yang menghampiri Leon sembari menggendong Kenzo
"baik baik aja, cuma gak boleh buat moodnya down" ucap Leon
"yaudah, molly bantu bikin MPASI buat Kenzo ya" ucap molly sembari meletakkan Kenzo di kursi makannya.
Satu jam kemudian semua makanan sudah terhidang di atas meja makan. Leon pun menuju kamar untuk membangunkan shera.
"Sayang bangun yuk. kita makan dulu habis itu nanti kamu minum obat" bisik Leon membangunkan shera.
"iya, ini udah bangun kok" ucap shera lalu mencium bibir Leon sekilas.
"kak shera udah bangun, sini kak makan siang" ucap molly
sherapun duduk disalah satu kursi,Leon mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk shera lalu menyuapi shera.
"kamu gak makan?" tanya shera
"nanti aku makan,sekarang kamu dulu aja" ucap Leon.
"molly mau kuliah ke new York?" tanya shera
"kok kak shera tau?" tanya molly
__ADS_1
"kuliah disana molly hati hati ya, jangan terlalu dekat sama laki laki. molly harus pilih teman yang baik" ucap shera dengan suara lemah.
"iya kak" ucap molly menganggukkan kepalanya.
Malam hari Leon merapikan semua barang bawaan yang akan di bawa pulang ke Jakarta, begitupula dengan molly yang merapikan semua keperluan Kenzo dan dirinya.
keesokkan harinya mereka sudah ada dalam pesawat kembali ke Jakarta. Leon mengambil penerbangan first class karena tubuh shera yang masih lemah di tambah Kenzo yang harus istirahat dengan nyaman.
Mereka tiba di Jakarta sore hari, Leon langsung membawa shera dan Kenzo kembali ke rumah, sementara molly pergi bertemu dengan teman lamanya.
Baru saja Leon membaringkan tubuh shera dan Kenzo,Leon mendengar bel rumah berbunyi,Leon langsung keluar dan membuka pintu dan disana terdapat Daniel dan Nico.
"******** loe ya, loe apain adik gue" teriak Daniel langsung menghajar wajah Leon
"Daniel, berhenti! kamu belum tau apa yang terjadi jangan main hajar hajar aja orang" ucap Nico menengahi.
Leon pun mempersilakkan kedua kakak iparnya itu masuk kedalam rumah.
"kalian mau minum apa? jangan berisik shera sama Kenzo lagi tidur" ucap Leon
"gak perlu lah Leon. kita kesini cuma pengen tau apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Nico.
"kenapa bipolar shera bisa kambuh lagi?" tanya Daniel emosi
lalu Leon pun menjelaskan semuanya berawal dari kepergiaan dia yang tiba tiba tapi dia tidak pernah jauh dari shera dia selalu mengawasi shera,lalu tentang dia yang memancing emosi shera dan shera yang saat ini sedang hamil anak kedua mereka.
"selamat ya,semoga kali ini loe bisa bantu shera dalam proses lahirannya" ucap Nico
"kalo loe berani sakiti adik gue lagi! gue gak akan sungkan sebagai teman loe bakal ngehajar loe sampe bonyok" ancam Daniel
__ADS_1
"iya maaf,mau gimana lagi awalnya dia gak mau diajak ke Jakarta sementara kerjaan gue udah numpuk disini" ucap Leon
mereka pun mengobrol sampai sore hari lalu Nico dan Daniel berpamitan kepada Leon dan menitip salam untuk shera sebelum pulang mereka melihat Kenzo yang sedang tidur dalam pelukan shera. mereka bersyukur dalam kondisi apapun adik mereka adalah wanita yang kuat.