
Malam hari tepatnya pukul 19:00 terdengar suara mesin mobil di halaman rumah mama molly. Tak lama kemudian terdengar suara bel rumah. ART pun membukakan pintu rumah karena semua tuan rumah sedang makan malam,tak lama kemudian muncul sosok laki laki perawakan tinggi dengan wajah bersih dan senyum yang mempesona.
"Ganteng banget" ucap shera sembari mengusap usap perutnya.
"Jangan lihat" ucap Leon sembari menutup mata shera dengan telapak tangan.
"eh,, maaf ganggu waktu makan malamnya" ucap lelaki itu yang tak lain adalah Bagas.
"sini gas, ikutan makan malam!" ajak mama molly sembari tersenyum.
"terimakasih Tante" ucap Bagas sembari menatap molly membuat molly jadi salah tingkah.
Merekapun melanjutkan makan malam bersama di tambah kehadiran Bagas. Setelah acara makan malam selesai mereka berbincang bincang kecil.
"Tante, Bagas pinjam molly dulu ya?" ucap Bagas meminta izin membawa molly keluar rumah.
"iya,pulangnya jangan malam malam ya?" ucap mama molly.
Bagas pun membawa molly keluar dari rumah.
"mau kemana kak?" tanya molly saat Bagas membuka pintu mobilnya.
"udah ikut aja dulu" ucap Bagas sembari tersenyum.
Merekapun meninggalkan pekarangan rumah mama molly dan bergabung dengan keramaian kota Yogyakarta. Tiba tiba Bagas menghentikan mobilnya disebuah cafe yang dulu sering mereka datangi bersama. Dulu,ya dulu masa Cinta Monyet muncul di antara mereka.
"kamu cari tempat duduk, aku pesan minuman dulu" ucap Bagas lalu berlalu meninggalkan molly.
Tak lama kemudian Bagas kembali dan duduk bersama molly.
__ADS_1
"Kak Bagas kapan balik lagi ke New York?" tanya molly.
"Besok,soalnya aku sebentar lagi bakal UAS" ucap Bagas
Tak lama kemudian minuman dan cemilan pun di antarkan ke meja mereka. molly pun menyesap capuccino kesukaannya.
'kak Bagas ini emang paling pengertian' bathin molly.
"Mol, besok aku sama keluarga aku akan pindah ke new York dan gak akan kembali lagi ke Indonesia" ucap Bagas dengan wajah sedih.
"oh,gapapa. nanti molly juga mau kuliah ke new York" ucap molly sembari tersenyum dan mengunyah keripik kentang.
"aku gak bisa nikah sama kamu,mau bagaimanapun kamu berusaha" ucap Bagas membuat molly merasakan nyeri di dadanya.
"kenapa? bukannya dulu kak Bagas janji bakal nikah sama molly?" ucap molly sembari menahan air matanya.
"Yaudah, makasih kak Bagas udah temani molly sejak molly pindah ke Indonesia. kak Bagas adalah sahabat terbaik" ucapan molly menohok bagi Bagas.
"jadi selama ini molly cuma anggap kak Bagas sebagai sahabat?" tanya Bagas tak terima.
"ya terus harus apa? masa iya pacar? dulu itu cuma cinta monyet,lagipula molly cuma sekedar kagum aja sama kak Bagas" ucap molly mencoba tersenyum.
Tiba tiba molly merasakan tubuhnya tidak nyaman,perlahan wajah molly memerah.
'Kenapa sih kok begini?' bathin molly.
"kak Bagas,molly pulang duluan ya?" ucap molly sembari bangkit dari kursi.
"kak Bagas antar ya?" ucap Bagas sembari tersenyum. Molly hanya mengangguk lemah.
__ADS_1
Selama perjalanan mereka tidak saling berbicara,sementara molly sedang menahan dirinya.
"kak Bagas ini bukan jalan ke rumah molly, kak Bagas mau bawa molly kemana?" tanya molly ketakutan.
"ini jangan ke villa punya keluarga kak Bagas. molly tunggu sebentar lagi pasti kak Bagas akan obati molly kok" ucap Bagas sembari menyeringai.
"apa maksud kak bagas? jadi ini perbuatan kak Bagas? dasar brengsek!" umpat molly sembari memukul lengan Bagas yang sedang menyetir.
"molly jangan begini, nanti takut kecelakaan" ucap Bagas molly tidak menghiraukan hal itu.
Jalanan sepi dan mobil Bagas melaju dengan cepat dan keluar jalur menabrak pohon besar. Bagas langsung pingsan ditempat sementara molly dengan sisa kekuatannya dia keluar dari molly dan berteriak minta tolong. Saat itu ada satu mobil berhenti tepat di hadapan molly, seorang pria tua keluar dari mobil tersebut.
"ndok, kenapa toh kok bisa kecelakaan begini?" tanya lelaki itu dengan logat Jawa.
"to,,,long" ucap molly lalu jatuh pingsan.
"tuan,bagaimana ini?" tanya lelaki tua itu kepada majikannya.
"apa ada orang lain lagi didalam mobil?" suara bariton itu terdengar oleh lelaki tua dan lelaki tua itu memeriksa mobil Bagas.
"ada tuan, seorang lelaki" ucap lelaki tua itu.
"bawa wanita itu masuk kedalam mobil, panggil ambulance dan polisi setempat" ucap lelaki didalam mobil itu.
"baik tuan" ucap lelaki tua itu menggendong tubuh molly dan memasukkannya kedalam mobil.
Setelah itu mobil tersebut meninggalkan tempat kejadian. Mereka tiba di sebuah villa yang cukup mewah,lalu lelaki itu menggendong tubuh molly ala bridal dan di bawa masuk kedalam kamarnya. lelaki itu menggeledah tubuh molly dan menemukan data diri molly. Lelaki itu berniat menyuruh salah satu asisten wanitanya untuk mengantarkan molly kembali ke rumahnya. Namun itu terhenti saat mendengar suara desahan dari bibir molly.
"to,,,long aaahhhh" desah molly membuat lelaki itu menoleh ke arah molly. lelaki itu hendak menempelkan punggung tangannya ke kening molly namun lengan itu di tarik oleh molly hingga tubuh lelaki itu terjatuh di atas tubuh molly. lelaki itu mendongak dan hendak berdiri kembali namun lagi lagi kepalanya di tarik oleh molly dan molly meraup bibir lelaki itu.
__ADS_1