
"Leon,bagaimana ini? molly belum juga pulang" ucap mama molly khawatir.
Bel rumah berbunyi, lalu masuk seorang wanita yang merangkul molly. molly terlihat memiliki beberapa luka lebam di lutut,lengan,dan ujung bibirnya.
"apa benar ini kediaman nona molly?" tanya wanita tersebut.
"iya nona,saya mamanya" ucap mama molly khawatir lalu menangkap tubuh putrinya.
"Ada apa ini?" tanya Leon menatap wanita tersebut.
"saya menemukan nona molly di jalan menuju Villa Griya" ucap wanita itu.
"Villa griya? bukannya jalan kesana itu sepi" ucap mama molly.
Leon mempersilakan wanita itu masuk kedalam rumah. sementara mama molly membawa molly masuk kedalam kamar.
"saya tidak mengetahui apa yang terjadi saya menemukan nona molly terbaring di pinggir jalan dan di dekatnya ada mobil yang menabrak sebuah pohon besar disana juga terlihat seorang lelaki. saya rasa lelaki itu memiliki maksud lain kepada nona molly karena setelah saya bawa ke rumah sakit ternyata nona molly baru saja mengkonsumsi minuman yang mengandung Afrodisiak" ucap wanita itu.
"Bagas sialan" umpat Leon kesal.
__ADS_1
"Lelaki tersebut sudah di bawa ke rumah sakit oleh kepolisian" ucap wanita itu.
"terimakasih anda telah menolong anak saya." ucap mama molly sembari memberikan amplop berisi cek.
"tidak perlu, saya ikhlas menolong nona molly,karena kebetulan saya melewat disana saja. kalo begitu saya permisi dulu" ucap wanita itu berpamitan.
Keesokkan harinya molly terbangun dan merasakan sakit di seluruh tubuhnya.
"kak Bagas sialan, berani beraninya ngeracunin molly" ucap molly kesal.
molly pun berjalan keluar kamar dan melihat wajah Leon menggelap.
"kak Leon kenapa?" tanya molly menatap shera.
"lakukan apa sih?" tanya molly tidak paham.
"molly melakukan hubungan badan dengan siapa?" tanya Leon menaikkan volume suaranya.
"molly benar gak ngerti,ada apa sih?" tanya molly masih tidak paham.
__ADS_1
"Molly lihat ini" ucap shera memberikan cermin kepada molly yang di arahkan ke leher molly.
"uwahhhhh apaan itu?" ucap molly bingung.
"semalam yang antar molly kesini adalah perempuan, gak mungkin dia pelakunya, pasti Bagas kan?" hardik Leon.
"ngga mungkin, jelas jelas molly udah kabur keluar mobil kok sebelum kak Bagas bawa molly ke villanya" ucap molly.
"yaudah molly istirahat,masalah ini biar kak Leon yang urus" ucap shera menuntun molly kembali ke kamar.
Didalam kamar molly, molly duduk di atas ranjangnya sembari menundukkan wajahnya.
"Jadi ceritanya gimana?" tanya shera sembari menaikkan wajah molly agar menatap wajah shera.
"molly beneran gak tau kak, semalam itu kak Bagas ajak molly ke cafe langganan kita,," ucap molly menahan air matanya. "kak Bagas bilang kalo dia sama keluarganya mau pindah ke new York dan katanya kak Bagas udah di jodohkan sama orangtuanya. huft,, terus,,terus molly bilang makasih udah mau bersahabat sama molly sejak molly pindah ke Indonesia,,hikss,, terus kak Bagas marah,, hiks,, terus,,terus badan molly kaya kebakar panas banget,,, kak Bagas mau bawa molly ke villanya tapi ,,, tapi,, molly berontak dan mobil kak Bagas nabrak pohon,, molly keluar dari mobil,,kaki molly sakit banget,,, terus molly gak tau apa apa lagi,, molly benar gak tau kak shera,,, huaaaa" tangis molly semakin menjadi karena merasa bersalah kepada Leon.
"Yaudah,sekarang molly makan dulu ya? kak shera ambil makan dulu buat molly" ucap shera sembari mengusap kepala molly.
Shera keluar dari kamar molly, sementara Kenzo masuk kedalam kamar molly lalu berusaha naik ke atas ranjang molly.
__ADS_1
"Teu,,anteu" panggil Kenzo kepada molly, molly pun menengadahkan wajahnya lalu tersenyum kepada Kenzo, Kenzo menghapus air mata molly lalu memeluk tubuh molly.
Tak lama kemudian, shera masuk kedalam molly dan melihat Kenzo yang sedang memeluk molly. shera menyuapi molly setelah itu shera membiarkan molly istirahat.