
Seminggu setelah hari itu,Kenzo tidak pernah menemui Aera lagi tetapi setiap pagi sebelum Aera bangun Kenzo menjemput Kwan dan mengantarnya sekolah.
"Hah,,,gak usah kebanyakan berharap ya!" Gumam Aera memandang langit Jakarta sembari menyesap teh hangat.
Hari ini Aera memiliki jadwal keluar tetapi Aera tidak mengatakannya kepada Kwan. Aera di ajak bertemu oleh seseorang yang rela datang ke Indonesia. Aera beranjak dari lamunannya dan pergi ke kamar untuk mengganti baju.
Saat ini Aera sudah duduk sendiri di ruang tunggu bandara. Dari kejauhan tampak seorang lelaki tampan berjalan menghampiri Aera.
"My sweetheart Aera." Ucap Billy sembari memeluk Aera dan mengecupi pipi Aera. Orang orang di sekitar memandang kagum kepada keduanya. Billy yang tinggi,bersih dan cool serta Aera yang mungil dan berwajah manis.
"Billy,orang orang lihat kesini." Ucap Aera mencoba mendorong Billy.
"Hahaha,mereka pasti iri karena aku bisa memeluk dan mencium nona Kim yang cantik ini." Ucap Billy riang.
"Ugghh,yasudah ayo kita pergi makan siang. Kamu mau makan apa? Rendang,soto,rica rica atau apa?" Tanya Aera sembari menautkan lengannya di lengan Billy.
"Apapun yang Rara recomendasikan akan Billy coba." Ucap Billy sekali lagi mengecup pipi Aera.
__ADS_1
"Eum,aku lagi pengen makan empal gentong. Gimana kalo kita coba?" Tanya Aera menatap Billy.
"Oke,tunjukan jalannya." Ucap Billy dengan senyum merekah.
"Kayanya harus ke apartement dulu deh. Karena baju kamu gak sesuai banget." Ucap Aera menatap Billy yang masih memakai mantel.
"Hahaha,kamu tahu di Kanada suhu sudah sampai minum 35 derajat." Ucap Billy sembari melepaskan mantelnya. "Beruntung penerbangannya tidak di cancel." Lanjut Billy lalu melemparkan mantel ke kursi belakang mobil Aera.
"Hah,di Indonesia bahkan sangat terik. Aku jarang keluar apartement selain belanja bulanan." Ucap Aera sembari mulai melajukan mobil meninggalkan basement bandara.
Sementara itu di apartement Aera tampak Kenzo bersama Kwan dan Juro sedang berjalan menuju pintu masuk dan membuka pintu apartement tetapi disana tidak terdapat seorang pun yang menyambut Mereka.
Kenzo semakin gelisah karena Aera tidak ada di manapun walaupun dia sudah mencari di minimarket atau tempat laundry dia tidak menemukan Aera.
Malam harinya Aera baru kembali bersama Billy karena siang tadi Billy tidak mau menghabiskan waktu pulang ke apartement jadi Aera mengantar Billy membeli beberapa lembar t-shirt di mall dan setelah itu mereka langsung pergi makan makan sembari mengobrol hingga lupa waktu. Aera menatap jam tangan dan baru menunjukkan pukul tujuh malam biasanya Kwan akan pulang saat pukul delapan malam dan berdalih jika dia memiliki tugas sekolah bersama Juro.
Aera dan Billy berjalan di koridor sembari berbincang.
__ADS_1
"Sungguhkah mereka menikah? Aku pikir dosen Evan itu menyukai aku." Ucap Aera dengan wajah bangga di buat buat.
"Aku juga tidak menyangka dan hal gilanya adalah dosen Evan menjadi dosen disana karena ingin mendekati Susan. Dia sangat berani!" Ucap Billy sembari membayangkan sikap rektor dan juga Susan yang sangat garang dan dingin.
"Kamu sendiri bagaimana? Sudah bertemu pangeran kamu itu?" Tanya Billy menatap lekat Aera.
"Sudah." Jawab Aera singkat.
"Kapan kalian akan menikah?" Tanya Billy riang.
"eum soal itu, akh akhirnya kita sampai!" Ucap Aera sembari menekan password pintunya dan pintu terbuka.
Aera sangat terkejut karena mendapati Kenzo yang berdiri sembari melipat kedua lengannya di dada.
"Darimana kamu?" Tanya Kenzo dengan tatapan tajam.
"Oh iya bil,sepertinya kamu segera masuk ke apartement kamu,kita bertemu lagi besok." Ucap Aera mendorong tubuh Billy ke apartement di sisinya.
__ADS_1
Setelah itu Aera masuk kedalam apartementnya berjalan menuju dapur dan mengambil segelas air,meminumnya hingga tandas. Lalu,Aera berjalan menuju kamarnya memilah pakaian. Saat Aera hendak masuk kedalam kamar mandi,lengannya di cekal oleh Kenzo. Aera hanya memutar kepalanya menatap Kenzo dengan tatapan jengah.
"Aku mandi dulu." Ucap Aera melepaskan lengan Kenzo dan berjalan masuk ke kamar mandi.