
Sudah satu Minggu mereka menetap di Kanada dan belum mendapatkan tempat yang sesuai dengan keinginan mereka. Hari ini Allisya mengajak Aera dan Kwan untuk mengunjungi penjual ruko terakhir. Seorang wanita paruh baya duduk di sudut ruko tersebut sembari memandang ke arah jendela menatap dua orang wanita yang hendak masuk kedalam toko buku miliknya.
"Namaskara! ( Halo!)" Ucap Allisya sembari tersenyum kepada wanita itu.
"Namaskara! Dayaviṭṭu kuḷitukoḷḷi! (Halo! Silahkan duduk!)" Ucap wanita itu tersenyum kepada Allisya dan Aera.
"Saya Allisya yang menghubungi anda kemarin." Ucap Allisya.
"Nama saya Jenni,ini adalah toko buku milik saya yang merupakan peninggalan dari almarhum suami saya." Ucap jenni dengan wajah sedih.
"Saya lihat anda sangat sedih jika toko ini di jual,lalu mengapa anda ingin menjual toko buku ini?" Tanya Aera sembari mengusap kepala Kwan.
"Saya semakin tua,anak anak saya tidak ada yang berminat untuk melanjutkan usaha yang di rintis oleh kedua orangtuanya. Oleh sebab itu saya menjualnya." Ucap Jenni sembari tersenyum.
"Bagaimana?" Tanya Allisya kepada Aera.
"Aku suka disini,lokasinya strategis dekat dengan playgroup." Ucap Aera.
"Baiklah,nyonya Jenni kami akan membeli toko buku milik anda. Anda bisa berkunjung kapanpun jika anda merindukan kenangan anda bersama suami." Ucap Allisya sembari menyerahkan selembar cek.
"Terimakasih nona Allisya dan nona Aera." Ucap Jenni sembari tersenyum bahagia.
"Sama sama nyonya Jenni." Ucap Aera.
"Baiklah,besok kalian bisa menempatinya. Karena sore ini saya akan di jemput oleh putra pertama saya." Ucap Jenni.
__ADS_1
Setelah itu Allisya dan Aera memutuskan untuk makan diluar karena sudah seminggu mereka selalu makan makanan hotel dan itu sangat membosankan.
"Akhirnya dapat juga tempat yang cocok! Aku sudah bosan tinggal di dalam hotel. Setiap masuk lobby hotel orang orang selalu menatapku." Keluh Aera sembari menyuapkan makanan kepada Kwan.
"Tentu saja,kamu adalah artis K-Pop yang menghilang disaat sedang naik daun." Ucap Allisya.
"Ayolah,pendidikan lebih penting. Aku berniat akan melanjutkan S2 ku disini." Ucap Aera.
"Baiklah,aku juga akan melanjutkan studyku sembari bekerja. Mari hidup normal seperti gadis lain yang harus bekerja untuk biaya kuliah!" Ucap Allisya sembari mengulurkan telapak tangannya kehadapan Aera.
"Fighting!" Ucap Aera membuat Kwan tersenyum.
Setelah itu mereka kembali ke hotel dan merapikan semua barang barang mereka. Besok pagi mereka akan mulai merapikan ruko milik mereka.
"Ruko tiga lantai itu bukannya terlalu besar ya?" Tanya Aera saat mereka sedang merapikan barang bawaan mereka.
"Iya sih,semoga semuanya lancar." Ucap Aera.
"Kamu bisa move on dari kak Kenzo?" Celetuk Allisya membuat Aera termenung lalu tersenyum.
"Move on itu bukan soal melupakan Al,tapi soal mengikhlaskan. Aku sudah ikhlas kak Kenzo nikah sama wanita lain." Ucap Aera sembari tersenyum.
"Tapi kan dulu kamu sayang banget sama kak Kenzo. Masa cuma segini aja kamu langsung melepaskan kak Kenzo." Ucap Allisya.
"Gimana ya Al? Intinya kalo kak Kenzo jodoh aku,dia pasti akan jadi milik aku. Begitupun sebaliknya kalo dia bukan jodoh aku,seberapa kuat aku berusaha berjuang,dia pasti akan pergi." Ucap Aera tegar.
__ADS_1
"Huh,kalo aku jadi kamu. Aku bakal rebut balik apa yang harusnya jadi milik aku." Ucap Allisya.
"Kak Kenzo punya masalahnya sendiri,begitupun aku. Kalo tuhan memang manakdirkan kita bersama apapun rintangannya pasti akan kembali bersama." Ucap Aera.
Sementara itu di rumah keluarga Widjaja,Kenzo yang sudah lama tidak pulang ke rumahnya memilih pulang ke rumah orangtuanya.
"mah,pah!" panggil Kenzo lalu menyandarkan tubuhnya di sofa.
"kamu kemana saja? Gladis setiap hari kesini cari kamu." Ucap Shera sembari duduk di sisi Kenzo.
"Kenzo tidur di rumah Tante Molly. Kenzo lagi malas ketemu Gladis. Rasanya pengen muntah tiap kali dia berprilaku manja." Ucap Kenzo sembari menyandarkan kepalanya di bahu Shera.
"Kamu harus kuat jika ingin membuktikan keterlibatan Gladis dalam kecelakaan tiga tahun lalu." Ucap Shera sembari mengusap kepala anak sulungnya itu.
"Gimana ya ma? Kenzo benar benar gak bisa dekat lagi sama dia." Ucap Kenzo.
"Berjuanglah! agar setelah ini kamu bisa hidup tenang bersama orang yang kamu cintai." Ucap Shera.
"ngomong-ngomong Al kemana ma? kok gak kelihatan? mengurung diri di kamar lagi?" Tanya Kenzo.
"Al pergi ke Kanada sama Aera." Ucap Shera.
"Loh kok mama gak kasih tahu Zo sih?" Ucap Kenzo.
"Bagaimana mama mau kasih tahu? kamu saja gak pernah pulang." Ucap Shera.
__ADS_1
"Oh iya sih. Tapi syukurlah kalo Aera pergi karena kalo Aera disini,Kenzo semakin takut jika Gladis membahayakan Aera lagi." Ucap Kenzo bernafas lega.