Direktur Iblis Itu Jodohku

Direktur Iblis Itu Jodohku
PART 42


__ADS_3

Leon dan molly pun keluar dari ruang meeting,Leon merasakan punggungnya terasa dingin menusuk,Leon melirik dan mendapati Kenzie menatapnya penuh benci.


Setelah sampai di lobby,Leon tertawa senang itu membuat molly melongo bingung.


"kenapa sih kak? tiba tiba ketawa girang gitu." tanya molly.


"kamu kenal sama CEO tadi gak?" tanya Leon kepada molly.


"mana molly tau, yang ngejar molly itu banyak jadi banyak wajah laki laki berterbangan di otak molly" ucap molly sembari satu jarinya memutari kepalanya.


"Pertahankan ya,acting kamu bagus" ucap Leon mengacungkan dua jempolnya kepada molly.


"tentu dong,molly udah ketemu banyak artis masa iya acting seperti itu saja tidak bisa" ucap molly meremehkan. "udah akh,molly mau ke toilet dulu" ucap molly meninggalkan Leon yang masih senyum.


Molly berjalan menuju toilet wanita,tiba tiba ada tangan yang menarik mundur bahunya dan membuat tubuh molly membentur dinding. Sepasang tangan kekar mengekang tubuh molly di dinding dan molly menatap pemilik tangan tersebut adalah Kenzie.


"emm,,tuan Kenzie ada yang bisa saya bantu?" tanya molly gugup sekaligus terkejut.


"Nyonya molly,apa anda tidak mengenal saya?" tanya Kenzie.


"tentu saja saya mengenal anda. di London ini siapa wanita yang tidak mengenal anda" ucap molly sembari tersenyum dan menahan hasrat ingin buang air kecilnya.


"apa anda tidak mengenal saya?" ulang kenzie.


"persetan,siapa yang peduli anda itu siapa. anda mengganggu saya" maki molly mendorong tubuh Kenzie karena tidak bisa menahannya lagi.


Molly langsung masuk kedalam toilet wanita dan melakukan rutinitas yang ia lakukan semakin sering seiring pertumbuhan janin dalam kandungannya. Setelah selesai molly berdiri di depan cermin dinding di dalam toilet.


"Dasar sialan,untung gak sampe ngompol. kan malu kalo ngompol" kesal molly sembari mencuci tangannya.


Molly hendak keluar dari toilet. Namun pintu toiletnya terkunci. Terdengar langkah kaki dari belakang molly,molly pun memutar tubuhnya dan melihat Kenzie disana.

__ADS_1


"Hahahaha" molly tertawa terbahak bahak sampai perutnya sakit.


Kenzie mengerutkan keningnya,tidak mengerti mengapa molly tertawa setelah melihatnya.


"Saya tidak tahu anda memiliki barang yang bagus. pantas saja anda sangat sombong" ucap molly membuat Kenzie semakin bingung.


Kenzie berjalan menghampiri molly dan kembali mengekang tubuh kecil molly di antara kedua tangannya.


"sebaiknya anda perbaiki celana anda terlebih dahulu tuan Kenzie" bisik molly menahan tawanya. wajah Kenzie memerah saat menyadari apa yang sejak tadi di tertawakan oleh molly.


'sial,kenapa bisa seperti ini? kenapa hanya bereaksi dengan gadis itu? bahkan aku belum menyentuh tubuhnya lagi sejak lama' keluh Kenzie langsung masuk ke salah satu bilik didalam toilet tersebut.


"Aaahhhhhh,,,ssiiiaaallllll" desah Kenzie terdengar oleh molly.


"Tuan Kenzie,apa anda baik baik saja?" tanya molly dari depan bilik tersebut. Tiba tiba sebuah tangan menarik tubuh molly masuk kedalam bilik tersebut.


"hahhhh,,,hahhh ,,,maaf" ucap Kenzie langsung meraup bibir kecil molly.


Air mata membasahi pipi molly,matanya memerah. Sementara Kenzie menatap puas kepada gadisnya tersebut.


"Molly,apa kamu baik baik saja?" teriak Leon yang mendengar suara tangis molly.


Molly menyingkirkan Kenzie dan keluar dari bilik toilet dengan penampilan acak acakan.


"molly kenapa?" tanya Leon khawatir.


"kak Leon,,molly mau pulang!" ucap molly dengan sesegukkan.


"siapa yang jahat sama molly? bilang ke kak Leon!" ucap Leon mencengkram bahu molly.


Lalu Kenzie keluar dari bilik toilet tersebut.

__ADS_1


Buggghhh (sebuah tonjokan mendarat di wajah Kenzie)


"********! anda tahu jika dia adalah istri saya dan anda malah melakukan hal hina seperti ini kepada istri saya. Perusahaan kalian benar benar hebat" ucap Leon.


"kak Leon ayo kita pulang" ajak molly menarik lengan Leon.


"Molly duduk disini ya, tunggu kak Leon beresin orang ini dulu" ucap Leon mengangkat tubuh molly ke atas wastafel lalu mencium kening molly dan menghapus air mata molly.


"Jadi bagaimana anda akan menjelaskan ini tuan RAFISQY KENZIE ZACHERY yang terhormat" ucap Leon dengan penekanan di setiap mengucapkan nama Kenzie.


"dia adalah wanitaku!" aku Kenzie to the point.


"dia wanitamu? darimana kau tahu itu? kau punya bukti? buku pernikahan?" ucap Leon.


"AKU YANG MENGHAMILINYA" aku Kenzie dengan tegas sontak membuat molly terkejut.


"oh,anda ingin masuk hot news lagi tahun ini? sebagai PEMUDA BRENGSEK YANG MENGGAULI ISTRI PARTNER BISNISNYA?" ucap Leon menatap tajam kepada Kenzie.


"SAYA MEMANG BRENGSEK, saya mohon maaf,saat itu kesalahan saya" ucap Kenzie berlutut dihadapan molly membuat tubuh molly terjengkat.


"menjauhlah dari istri saya" ucap Leon.


"CERAIKAN DIA,AKU AKAN MENIKAHINYA" ucap Kenzie menatap tajam Leon.


"Kau? mau menikahinya? kualifikasi apa yang kau punya hingga bisa percaya diri mampu mendapatkannya?" tanya Leon.


"Saya tidak memiliki kualifikasi apapun, tetapi saya adalah ayah kandung bayi yang sedang ia kandung" ucap Kenzie.


"KAU TAHU DIA SIAPA?" tanya Leon yang di jawab gelengan kepala Kenzie.


"dia adalah putri tunggal si tua Bangka Wilson. MOLLY ABIGAIL WILSON" ucap Leon membuat Kenzie terkejut.

__ADS_1


Buggghhh


"ini belum seberapa,kau masih harus banyak membayar atas derita yang kau berikan kepada adikku" ucap Leon lalu menggendong molly ala bridal dan pergi meninggalkan Kenzie yang terduduk di lantai memegang perutnya.


__ADS_2