Direktur Iblis Itu Jodohku

Direktur Iblis Itu Jodohku
MIIN 23


__ADS_3

Seorang penonton wanita memberikan sebuket bunga mawar untuk Aera dan disana terdapat sebuah kertas bertuliskan 'FOLLOW ME'. Aera dengan ragu menatap wanita itu dan wanita itu tersenyum kepadanya,perlahan Aera turun dari panggung mengikuti wanita itu. Wanita itu membawa Aera pergi ke sebuah rumah yang cukup besar. Di depan pintu rumah terdapat kertas bertuliskan 'I MISS YOU MAMI' tulisan tangan yang berantakan membuat Aera menahan tawanya meski dia masih mengira itu adalah Kwan. Perlahan Aera membuka pintu rumah tersebut,gelap,seluruh ruangan disana gelap hanya seutas tali rami panjang yang entah berujung dimana yang menuntun Aera bersama dengan remang lampu LED kecil. Disana terpasang foto Aera saat pertama bertemu dengan Kenzo,yaitu saat SMA dan sedang masa MOS. Aera menatap foto itu mengusap lalu membaliknya dan disana terdapat tulisan.


"Saat itu aku dengan bodohnya menyia nyiakan kamu hanya karena gengsiku."


Aera terkekeh pelan dan dalam hati ia mengakui kebodohan lelakinya itu. Aera terus berjalan lalu dia tiba didepan lembar foto saat pertama ia tidur bersama Kenzo.


"Malam panjang yang entah mengapa terlalu pendek bagiku."


Tulis Kenzo membuat Aera benar benar menahan tawanya karena kemesuman Kenzo. Aera tiba di ruang yang cukup besar,Aera rasa itu adalah ruang keluarga disana terpajang rapi foto foto polaroid masa kehamilannya yang entah bagaimana Kenzo bisa mendapatkan itu.


"Aku senang kita akan memiliki malaikat kecil ini."


Memiliki? Aera bergumam masih tidak memahaminya.


Deg


Langkah Aera terhenti dihadapan sebuah foto dimana disana terdapat dia yang di tarik masuk kedalam ruang operasi dengan kepala bercucuran darah. Perlahan air mata Aera turun.


"Kamu sudah berjuang! Kamu adalah wanita terhebat dan terkuat,wanita sempurna yang sudah melengkapi ceritaku. Aku menyayangimu!"

__ADS_1


Aera mengusap lembut perut ratanya. Andai anak itu masih ada. Aera mendesah pelan lalu melanjutkan langkahnya menaiki tangga dan tiba di depan sebuah kamar yang terdapat foto seorang bayi mungil dalam inkubator.


"Kamu sudah menyelamatkannya dan memberikan dia kesempatan untuk terlahir. Putra kecil kita,dia sangat mirip denganku."


Deg


Aera tersadar sesuatu.


"Putra kita?" Gumam Aera lalu dengan cepat dia membuka pintu dan disana terdapat Kenzo yang sedang menggendong Juro sembari menggenggam erat tangan Kwan. Aera berjalan melewati lilin lilin kecil di sisinya. Air matanya sudah tidak terbendung lagi,dia memiliki banyak pertanyaan tapi yang saat ini ingin dia lakukan adalah memeluk putra dan putrinya.


"Mami." Ucap Kwan bersamaan dengan Juro.


Aera menangis,menangis penuh kebahagiaan. Putri kecilnya tumbuh dengan baik dan putranya,ah Juro putranya akhirnya dia bisa memeluk putranya. Ini sungguh seperti mimpi.


"Hah,aku tidak tahu harus berkata apa sekarang? Aku benar benar gugup! Ini pertama kalinya aku melamar seorang gadis." Ucap Kenzo sembari mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Aku bukan gadis! Aku sudah memiliki dua anak." Ucap Aera memukul lembut dada bidang Kenzo.


Aera menurunkan Juro dari gendongannya dan mendudukkannya disebuah kursi. Telapak tangan Aera menangkap pipi Kenzo.

__ADS_1


"Terimakasih! Terimakasih sudah menjaga putra kita dengan baik." Ucap Aera sembari tersenyum manis membuat wajah Kenzo merona.


"Berhenti menatapku seperti itu! Kamu benar benar membuatku malu!" Ucap Kenzo benar benar merasakan panas diwajahnya.


Tawa kecil terdengar dari arah Kwan dan Juro yang sedang duduk di kursi menatap kedua orangtuanya. Kenzo berlutut dihadapan Aera dan mengeluarkan sebuah kotak kecil beludru disana terdapat sebuah cincin dengan berlian kecil di tengahnya.


"Cho Aera,terimakasih sudah memberiku seorang putra yang sangat tampan dan putri yang sangat cerdas. Huft,Cho Aera bersediakah kamu menikah denganku menjadi teman hidup,menjadi teman bertengkar dan menjadi seseorang yang akan selalu memarahiku jika aku bersalah dan menjadi pasangan yang akan saling mengingatkan?" Ucap Kenzo benar benar gugup.


"Maaf kak Kenzo! Rara gak bisa,," ucap Aera dengan nada sedih.


"Hah,sudah kak Kenzo duga. Bagaimanapun sulit untuk memaafkan kak Kenzo yang sudah banyak berbohong kepada Rara." Ucap Kenzo menghela nafas berat,dadanya terasa sesak pandangan blur menatap wajah wanita dihadapannya.


Kenzo mengingat berapa banyak dia menyakiti wanita ini? Berapa kali dia membuat wanita ini membuang air mata percuma? Berapa banyak kebohongan yang ia sembunyikan? Dia paham bahkan sangat paham,sulit bagi wanita ini untuk kembali menerimanya.


"Kak Kenzo,Rara gak bisa tolak kak Kenzo!" Ucap Aera mengalihkan semua pikiran buruk Kenzo.


Kenzo menatap wanita yang saat ini berdiri dihadapannya dengan senyum manis dan wajah berseri seri. Kenzo menatap bingung,rasanya dia perlu mendengar jawabannya sekali lagi.


"Maksudnya?" Tanya Kenzo bingung.

__ADS_1


"Rara mau nikah sama kak Kenzo,merawat Kwan dan Juro bersama atau bahkan kita bisa menambah satu atau dua putra dan putri kecil lagi." Ucap Aera sembari tersenyum membuat Kenzo benar benar bingung saat ini apa yang harus dia lakukan.


Kenzo menarik telapak tangan kiri Aera dan memasangkan cincin di jari manisnya dengan lengan bergetar,Aera menatapnya dengan senyum penuh kebahagian lalu melirik ke arah Kwan dan Juro.


__ADS_2