
"gimana?" tanya shera menghampiri Leon yang sedang sibuk di depan laptopnya.
"aku gak tau sayang, ini benar benar aneh, aneh banget" ucap Leon sembari memegang kepalanya.
"aneh gimana?" tanya shera.
"wanita yang mengantar molly memang memiliki villa di daerah sana dan dia juga tinggal sendiri ditambah dia asli orang Jogja" ucap Leon.
"atau jangan jangan sebelum wanita itu menemukan molly ada preman yang datang terus lakuin itu ke molly karena molly pingsan mereka langsung meninggalkan molly" ucap shera bergidik ngeri.
"kalo emang preman,mereka gak akan sebodoh itu lakuin hal begitu di pinggir jalan" ucap Leon sembari menjentik kening shera.
"aww,,aku kan cuma perkiraan aja" ucap shera sembari mengusap usap keningnya.
"aku rasa orang yang melakukan itu bukan orang biasa,bisa jadi dia punya otoriter yang luar biasa di belakangnya" ucap Leon.
"yaudah kita cari aja dia, suruh dia nikahin molly"ucap shera semangat.
"kenapa sih kamu jadi bodoh begini? kamu pikir cari orang seperti itu mudah?" ucap Leon menggelengkan kepalanya.
"yaudah akh, disalahin terus mending aku bawa Kenzo tidur" ucap shera lalu meninggalkan Leon.
'jadi begitu ya? mau ngajak main teka teki sama saya' gumam Leon sembari tersenyum menatap layar laptopnya.
Leon masuk kedalam kamar molly dan melihat molly sedang berbaring dengan gelisah.
"kenapa?" tanya Leon sembari mengusap kepala molly. molly langsung duduk dan menundukkan kepalanya.
"kak Leon percaya kan? molly benar gak tau apa apa" ucap molly
"iya kak Leon percaya kok. molly masih mau kuliah di new York?" tanya Leon
"ngga kak, molly takut ketemu kak Bagas" ucap molly sembari menggelengkan kepalanya.
"jadi molly mau kuliah dimana? ingat ya! molly udah nunda setahun gak kuliah karena bantuin kakak" ucap Leon.
"molly gak tau kak" ucap molly menggeleng lemah.
"gimana kalo di London?" ucap Leon
"London?" tanya molly bingung.
__ADS_1
"iya, setelah operasi kak shera berhasil. kak Leon sama kak shera mau tinggal di London dan jalankan perusahaan dari sana"ucap Leon.
"berarti molly tinggal sama kak Leon sama kak shera?"tanya molly.
"tapi kemungkinan kita akan ke London dulu sampe kak shera lahiran,setelah itu baru operasi luka wajah kak shera"ucap Leon mengingat kembali jika operasi saat hamil takut membahayakan janinnya.
"kak Leon, kalo molly hamil gimana?" ucap molly lemah.
"apapun yang terjadi kak Leon,mama,dan kak shera akan dukung keputusan molly"ucap Leon sembari tersenyum.
"janji ya?" ucap molly menjulurkan jari kelingkingnya.
"janji molly" ucap Leon menautkan jari kelingkingnya.
Malam hari,mereka sedang makan malam bersama dan mood molly juga sudah membaik sejak perbincangan dengan Leon siang tadi.
"eemm,,mama kayanya harus balik ke New York, ada beberapa pekerjaan yang gak bisa di handle sama karyawan" ucap mama molly.
"Leon akan bawa molly ke London, mama bisa sesekali jenguk molly disana" ucap Leon.
"molly gak mau kuliah di New York lagi? dulu mohon mohon minta kuliah di new York" ucap mama molly dengan nada meledek.
"disini ada Kenzo, kamu jangan bicara yang ngga ngga"bisik shera membuat molly memamerkan giginya.
"kalo molly mau ikut kak Leon,molly harus jaga diri baik baik jangan repotin kak Leon" ucap mama molly.
"oke mama" ucap molly sembari tersenyum.
"kapan kalian berangkat?" tanya mama molly.
"mungkin seminggu lagi, tunggu kabar kondisi molly dulu" ucap Leon membuat molly menundukkan wajahnya menatap perutnya.
"Yasudah, pokoknya kalian harus baik baik saja disana. molly apapun yang terjadi kami akan selalu dukung molly" ucap mama molly membuat molly tersentuh.
"makasih mama,kak Leon,kak shera" ucap molly sembari tersenyum menatap satu persatu wajah yang ada di hadapannya.
Dua hari kemudian shera dan Leon membawa molly ke rumah sakit untuk melakukan check up. karena kemarin molly terus saja memuntahkan makanan yang sudah di makannya membuat Leon khawatir akan kondisi molly.
"bagaimana dok?" tanya Leon kepada dokter yang memeriksa molly.
"ya kondisinya normal,kandungannya sehat,mual mual itu hal biasa saat sedang hamil muda. kalian harus menjaganya baik baik"ucap dokter membuat molly terkejut dan meneteskan air mata.
__ADS_1
Sungguh dia tidak berharap masa depannya akan hancur begitu saja dalam satu malam yang bahkan ia tidak mengetahui apapun tentang kejadian malam itu.
"untuk nyonya shera, kandungan anda sehat dan sudah masuk Minggu ke 10. jaga kesehatan anda dan asupan makanan anda" ucap dokter tersenyum ke arah shera.
Setelah itu merekapun meninggalkan rumah sakit. sesampainya di rumah,molly langsung masuk kedalam kamar walaupun mamanya menegur di depan pintu masuk ia tidak menghiraukan sapaan mamanya.
"molly kenapa?" tanya mama molly kepada Leon.
"ini hasil periksanya! kayanya molly sedih karena itu" ucap Leon memberikan hasil pemeriksaan molly kepada mamanya.
"hah? apa ini benar?" ucap mama molly membungkam mulutnya.
"bagaimanapun semua tergantung molly, apa mau melahirkannya atau menggugurkannya?Leon gak akan ikut campur" ucap Leon sembari menyandarkan tubuhnya di sofa. Sementara shera mengantar Kenzo ke kamarnya.
"Ngga,molly gak akan menggurkannya" ucap molly menghampiri mamanya dan memeluk tubuh hangat mamanya. "walaupun dia merusak masa depan molly,molly gak mau merusak masa depan dia" ucap molly mengusap perut ratanya.
"apapun keputusan molly,kami akan selalu dukung molly, jangan sedih! molly masih punya mama,kak Leon sama kak shera" ucap mama molly mengusap kepala putrinya.
"mama kapan berangkat ke New York?" tanya Leon.
"mungkin lusa" ucap mama molly.
"oh, Leon harus mengundur keberangkatan lagi sampai kondisi molly stabil" ucap Leon tersenyum kepada molly.
"kak Leon kenapa pindah ke London?" tanya molly.
"karena kak Leon punya urusan disana" ucap Leon sembari tersenyum penuh arti kepada molly.
"oh,, terus kalian di London mau jadi pengangguran?" ucap molly membuat Leon tertawa.
"kak Leon sih nganggur masih punya uang, emangnya molly kalo mama gak kasih uang ya molly miskin" ucap Leon membuat molly memanyunkan bibirnya.
"kak shera mau buka restoran disana, kalo mau nanti molly bisa kerja part time buat bayar apartement"ledek Leon membuat wajah molly semakin tak sedap di pandang.
"kata kak leon,molly boleh tinggal sama kak Leon" ucap molly
"ya boleh,tapi tetap bayar sewa dong" ucap Leon terus meledek molly.
"kak Leon kan udah banyak uangnya,kenapa masih mau mungutin uang receh molly sih?" ucap molly menatap sebal kepada Leon.
Merekapun terus berbincang sampai waktu makan siang tiba.
__ADS_1