
Keesokkan paginya,Kenzo membuka mata dan tersenyum melihat Aera berbaring disisinya. Kenzo pun menyandarkan kepalanya di sandaran ranjang. Lalu membuka ponsel dan ia mendapat beberapa video kiriman anak buahnya yang ia tempatkan didalam salah satu ruang rahasia di rumah pribadinya. Kenzo tersenyum,lalu pintu kamar tiba tiba terbuka dan muncul kepala kecil Kwan.
"Kwan sudah bangun,sini peluk papi." Ucap Kenzo.
Kwan pun berjalan menghampiri Kenzo,lalu berusaha naik keatas ranjang dan di bantu oleh Kenzo.
"Sekarang Kwan punya papi. Ini papi Kwan." Ucap Kenzo sembari memeluk Kwan.
"Papi." Ucap Kwan sembari tersenyum.
Tiba tiba Aera melingkarkan tangannya di pinggang Kenzo. Kenzo mengusap lembut kepala Aera.
"Kwan mau minum susu?" Tanya Kenzo dan Kwan menganggukkan kepalanya dengan canggung.
Kenzo pun melepaskan pelukan Aera perlahan,setelah itu Kenzo membuka lemari dan benar saja ternyata beberapa lembar pakaian yang hilang itu di bawa oleh Aera,Lalu menggendong Kwan menuju dapur. Kenzo pun membuatkan susu untuk Kwan dan mendudukkan Kwan di kursi makannya setelah itu Kenzo membuat bubur untuk sarapan.
Didalam kamar,Aera membuka matanya dengan susah payah dan merasakan sakit di kepalanya. Ia menoleh ke atas nakas dan melihat sudah jam 8 pagi. Aera pun tergesa gesa bangun dan turun dari ranjang. Aera berjalan menuju kamar Kwan dan membuka pintu kamar tersebut.
"Kwan maaf mami kesiangan. Kita sarapannya delivery aja ya." Ucap Aera sembari memegang kepalanya.
Namun Aera tidak menemukan Kwan didalam kamarnya. Tak lama kemudian Aera mendengar suara dari arah dapur,Aera pun berusaha berjalan ke dapur sembari menahan sakit kepalanya akibat terlalu banyak minum. Aera terkejut dan diam di pintu arah ke dapur,dia melihat Kenzo sedang masak sementara Kwan sedang duduk di kursi makannya sembari meminum susu. Tanpa sadar Aera tersenyum melihat peristiwa pagi itu. Kenzo yang merasa ada tatapan mengarah kepadanya pun menoleh dan mendapati Aera sedang tersenyum. Kenzo pun mengecilkan api kompor lalu berjalan menghampiri Aera.
"Pagi sayang." Ucap Kenzo mengecup kening Aera.
"Pagi." Ucap Aera.
"Ini masih pagi sayang,kamu mau menggoda kak Kenzo seperti ini." Ucap Kenzo melirik tubuh Aera yang hanya mengenakan bra serta CD.
"Dasar mesum." Teriak Aera langsung berlari kembali ke kamarnya. Sementara Kenzo hanya tertawa.
Tak lama kemudian Aera sudah mandi dan sudah memakai pakaian rapi. Aera berjalan menuju dapur dan melihat Kenzo sedang menyuapi Kwan.
Aera duduk di kursi lalu menatap bubur yang ada dihadapannya.
"Kok belum sarapan juga? Tenang saja gak di kasih racun kok." Tanya Kenzo sembari mengusap kepala Aera.
"Kak Kenzo ngapain disini?" Tanya Aera tanpa menoleh kepada Kenzo.
"Loh kok malah nanya? Bukannya semalam nona Kim sendiri yang meminta saya mengantar anda pulang?" Ucap Kenzo dengan nada menggoda.
__ADS_1
"Apaan sih? Saya adalah Cho Aera bukan nona Kim." Ucap Aera.
"Oh,kamu mau kak Kenzo bantu ingat kejadian semalam? Bagaimana ganasnya kamu menerjang kak Kenzo? Lihat ini!" Ucap Kenzo menunjukkan tanda merah di lehernya.
Seketika Aera mengingat semuanya dan wajahnya langsung memerah mengingat dia sangat ganas malam tadi kepada Kenzo. Saat hendak menyuap buburnya terdengar suara bel,segera Aera berdiri dan berjalan menuju pintu apartement,Aera membuka pintu dan terkejut mendapati Gladis disana.
Plakkk (sebuah tamparan mendarat di pipi Aera)
"Dasar wanita murahan. Berani beraninya menyembunyikan suami orang." Ucap Gladis langsung menerobos masuk kedalam toko buku. Aera segera menyuruh Kwan masuk kedalam kamar dan menguncinya,takut gadis kecilnya melihat pertengkaran ini.
"Ada apa sih pagi pagi begini bikin ribut di rumah orang." Oceh Kenzo berjalan menghampiri Aera.
Kenzo melotot saat melihat pipi Aera merah bekas tamparan Gladis. "Sakit?" Tanya Kenzo kepada Aera dan Aera menganggukkan kepalanya,Kenzo mengusap pipi Aera penuh dengan rasa sayang dan tidak memperdulikan Gladis dan Anton yang berada di hadapannya.
"Kenzo,aku ini yang istri kamu." Teriak Gladis.
"Istri? Sejak kapan?" Tanya Kenzo.
"Aku ini istri kamu Kenzo,kamu pergi bahkan tidak memberitahu kemana dan bahkan pergi sampai satu tahun lebih." Ucap Gladis.
"Oh ya? Aku rasa cuma Rara yang akan menjadi istri aku." Ucap Kenzo.
"Jangan nangis sayang. Kalo kamu nangis kamu akan kalah." Ucap Kenzo menghapus air mata Aera.
Kenzo menatap tajam kepada Anton lalu beralih menatap Gladis dengan tatapan mengintimidasi.
"Kamu yakin itu anak aku?" Tanya Kenzo kepada Gladis.
"Iyalah,kalo bukan anak kamu lalu anak siapa?" Tanya Gladis mulai gelagapan.
"Aku gak percaya. Karena sejak kita menikah aku bahkan belum menyentuh tubuh kamu. Aku berpikir itu bisa jadi anak si tua Bangka Seno atau anak asisten pribadi kamu yang tercinta ini." Ucap Kenzo membuat tubuh Gladis bergetar.
"Aku yakin ini adalah anak kamu." Ucap Gladis kukuh pada ucapannya.
"Kamu yakin tetap mau bohong sama aku? Padahal dulu aku anggap kamu sahabat terbaik aku loh." Ucap Kenzo. "Berapa usia kandungan kamu?" Tanya Kenzo.
"Tiga,,tiga bulan." Ucap Gladis keceplosan.
"WOW,bukannya tadi kamu bilang aku sudah pergi lebih dari satu tahun? Bagaimana bisa kandungan kamu baru tiga bulan? Bukankah seharusnya itu sudah jadi bayi?" Ucap Kenzo dengan senyum licik.
__ADS_1
"Kamu,,kamu. Anak kecil itu juga bukan anak kamu. Kamu di tipu Sama wanita murahan ini." Ucap Gladis menunjuk wajah Aera dan masih tidak mau mengakui kesalahannya.
"Maksud kamu Kwan? Kwan memang bukan anak aku. Siapa bilang Kwan anak aku?" Ucap Kenzo sembari tersenyum licik. " Jadi sekarang kamu udah ngaku kalo bayi ini bukan anak aku. Terus anak siapa dong?" Tanya Kenzo membuat Gladis semakin mati kutu.
"Maaf tuan Kenzo,saya akan membawa nona Gladis kembali dan setelah itu anda bisa menceraikannya." Ucap Anton.
"Kamu apa apaan sih ton? Ini tuh anak Kenzo." Ucap Gladis tidak mau pergi bersama Anton.
"Gladis stop atau nanti malah kita yang kehilangan anak kita." Ucap Anton langsung membuat Gladis membatu.
Setelah itu Anton menggendong paksa Gladis walaupun Gladis masih memaksa untuk tetap mengaku jika bayi ini anak Kenzo. Setelah itu Kenzo menarik tubuh Aera kepada pelukannya. Sebenarnya Kenzo cukup terkejut karena Gladis bisa menemukannya,ya mau bagaimana karena saat ini ia berada di tempat Aera yang tidak memiliki penjagaan ketat.
"Semuanya selesai sayang. Maafin kak Kenzo buat kamu menunggu tambah lama." Ucap Kenzo menciumi kepala Aera. Aera memeluk tubuh Kenzo sembari menangis,sejujurnya ia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
SELESAIKAN MINGGU INI OKE!
SAMPAI TAMAT!!
__ADS_1