
Pagi harinya Allisya keluar dari kamar bersama dengan Aera yang menggendong Kwan. Di ruang makan sudah terlihat Shera,Leon,Alice dan Alvian sedang sarapan. Allisya mengajak Aera dan Kwan sarapan bersama,mereka duduk di kursi masing masing dan Allisya memangku Kwan.
"Pagi ma,pa." Ucap Allisya
"Pagi sayang." Ucap Leon dan shera lalu mereka tersenyum dengan penuh rasa terimakasih kepada Aera.
"pagi Vian,pagi Alice." ucap Allisya menyapa kedua adiknya.
"pagi kak Al,kak Al sudah lebih baik?" tanya Alvian.
"ya seperti ini!" ucap Allisya sembari menggendikkan bahunya.
"Pagi kak Al, liat kak Al keluar dari kamar saja udah syukur." ucap Alice sembari menyantap sarapannya.
"Ma,pa, Al mau ikut Aera ke Kanada. Siapa tahu disana Al bisa memulihkan kondisi Al. Tapi mama sama papa jangan kasih tahu keberadaan Al ke kak Kenzo." Ucap Allisya sembari menyuapkan bubur kepada Kwan.
"Apa kamu gak akan merepotkan Aera? apalagi kamu belum pernah tinggal di Kanada." Ucap Shera dengan wajah khawatir.
"ngga akan ma,lagipula Al mau menenangkan pikiran sembari kerja diluar." ucap Allisya.
"Iya ngga akan repot kok Tante." Ucap Aera.
"Yasudah,tapi kalo ada apa apa kamu harus hubungi papa atau mama!" Ucap Leon.
"Iya pah." Jawab Allisya patuh.
"Jadi kapan kalian berangkat?" Tanya Shera.
"Mungkin lusa Tante." Jawab Aera.
Setelah itu Aera pamit kepada keluarga Widjaja. Aera kembali ke mansion untuk merapikan beberapa barang dan menghubungi keluarganya tentang kepergiaannya ke Kanada.
Sore hari itu Kenzo dan gladis mengunjungi rumah widjaja. Kenzo melihat Allisya sedang membaca buku di ruang keluarga. Kenzo menghampiri Allisya, namun Allisya tidak bergeming sedikitpun. Ia lebih fokus kepada bukunya dan tidak ingin melihat Kenzo ataupun Gladis.
"Allisya." Panggil Kenzo dan Allisya tetap saja diam.
Tak lama Shera datang menghampiri Allisya dan menawarkan buah.
"Makasih ma." Ucap Allisya.
"Kamu harus sehat lagi ya,jangan murung terus. Mama khawatir." Ucap Shera sembari mengusap kepala Allisya.
"Iya ma, Al balik ke kamar dulu ya ma. Disini bau busuk." Ucap Allisya lalu berjalan meninggalkan ruang keluarga.
Di sebuah toko buku,terlihat Aera sedang memilah buku bersama Kwan. Ini adalah toko buku milik Aera yang saat kuliah dulu. Tak lama kemudian masuk seorang lelaki muda yang tampan,Aera pun menoleh ke arah pintu dan terkejut melihat lelaki tersebut dan lelaki itupun terkejut melihat Aera.
"Aera." Ucap Devan.
"Devan" Ucap Aera sembari tersenyum.
__ADS_1
Devan pun langsung menggendong tubuh kecil Aera.
"Aku kangen kamu." Ucap Devan.
"Hahaha. Aku juga kangen kamu." Ucap Aera tersenyum.
"Hallo Kwan." Ucap Devan menegur Kwan.
"Hallo paman." Ucap Kwan sembari tersenyum.
Devan pun menggendong Kwan membuat Kwan tertawa bahagia.
"Kamu tinggal di Indonesia?" Tanya Devan saat mereka sudah duduk bersama sembari Devan memangku Kwan.
"Iya, aku akan menetap disini dan beberapa hari lagi aku akan kembali ke Korea." Ucap Aera bohong.
"Kembali? Bukannya kamu mau gelar konser?" Tanya Devan.
"Ada beberapa alasan yang tidak memungkinkan aku buat konser di Indonesia." Ucap Aera.
"Oh baiklah,aku masih tidak meyangka nona Kim yang cantik ini ternyata seorang kutu buku." Ucap Devan disambut tawa oleh Aera.
"Ya aku kan idol banyak orang jadi aku harus punya image tegas. Setelah keluar dari kamera ya inilah hidup aku bersama tumpukan buku." Ucap Aera.
"Malam ini paman aku bikin pesta. Aku di undang kesana disuruh bawa pasangan. Kamu mau jadi pasangan aku?" Tanya Devan.
"Oh ayolah. Aku akan menggendong Kwan selama acara pesta dan kita bisa terlihat seperti keluarga bahagia." Ucap Devan sembari meminta persetujuan Kwan dan Kwan menganggukkan kepalanya.
"Lihat,Kwan saja sudah setuju." Ucap Devan dan Aera pun menganggukkan kepalanya.
Malam itu di mansion utama keluarga Widjaja tampak sangat ramai. Itu adalah acara keluarga besar Widjaja. Devan pun turun dari mobil sembari menggendong Kwan lalu sebelah tangannya lagi untuk menggandeng Aera.
'inikan rumahnya Al,apa Devan ada hubungan sama keluarga Widjaja juga?' pikir Aera saat mereka berjalan memasuki mansion.
"Wow Devan benar benar bawa pasangan." Ucap Alice histeris membuat semua mata tertuju pada pintu masuk dimana terdapat sepasang pria dan wanita bersama dengan seorang gadis kecil.
"Om Tante,kenalkan ini Aera calon istri Devan." Seketika wajah Aera merona.
Sementara Leon dan Shera membatu disana. Bagaimana bisa Devan mengenal Aera? Bukankah Aera itu kekasih Kenzo? Lalu kenapa Devan memperkenalkannya sebagai calon istri? Semua pertanyaan mengelilingi pikiran Leon dan Shera.
"Aera." Sapa molly.
"Tante molly. Apa kabar?" Tanya Aera sembari tersenyum.
"Kabar baik. Gimana persiapan konser Indonesia?" Bisik molly.
"Sepertinya akan di tunda Tante karena beberapa alasan,Aera belum bisa gelar konser di Indonesia." Ucap Aera asik berbincang dengan molly sementara Leon dan Shera sudah patah semangat.
Setelah itu molly membawa Devan dan Aera duduk bersama. Molly memangku Kwan dan sesekali dia mengajak ngobrol gadis kecil itu.
__ADS_1
"Nenek punya sesuatu untuk Kwan." Ucap molly lalu mengeluarkan sebuah gelang berwarna biru.
"Makasih nenek." Ucap Kwan senang lalu mencium pipi molly.
"Setelah selesai kuliah kamu kemana aja?" Tanya Devan kepada Aera.
"Kamu tahu kan? Aku sibuk cari uang buat beli susu formula Kwan. Kamu selesai kuliah langsung balik ke indonesia?" Ucap Aera lalu di sambut tawa oleh Devan.
"Masa sih penyanyi terkenal Korea juga bisa kehabisan uang cuma buat beli susu formula? ya seperti yang kamu tahu,aku harus secepatnya kembali atau aku akan di culik oleh kakekku ke new York." Ucap Devan lalu Aera tertawa karena perkataan Devan. Aera ingat jika kakeknya Devan adalah seorang pengusaha bisnis gelap yang terkenal di new York,setiap bulan kakeknya akan mengunjungi Devan di asrama kampus dan itu adalah hal yang memalukan karena kakeknya selalu memperlakukan Kenzo seperti anak kecil setelah itu Devan akan menjadi bahan bully semua mahasiswa asrama.
Tak lama kemudian Kenzo dan Gladis datang ke acara pesta. Kenzo terkejut melihat wajah kedua orangtuanya murung di tambah Allisya yang memasang wajah datar menatap ke arah kerumunan keluarga molly. Kenzo terkejut melihat Raranya berada disisi Devan dan juga Devan memeluk pinggang molly,Kenzo menggandeng Gladis dan menarik kasar menghampiri keluarga molly.
"Om Kenzie,Tante molly apa kabar?" Tanya Kenzo.
"Kabar baik." Ucap Kenzie dan molly fokus ngobrol dengan Kwan.
"Devan apa kabar?" Tanya Kenzo.
"Oh kak Kenzo. Kabar baik,kenalkan ini Aera calon istri Devan dan itu Kwan anaknya Aera yang nanti juga akan jadi anak Devan." Ucap Devan bangga.
"Kamu calon istrinya Devan?" Tanya Kenzo menatap tajam kepada Aera.
"Iya,kak Kenzo. Nama saya Cho Aera." Ucap Aera memperkenalkan diri.
"Oh Enak ya? Tidurnya sama aku dan nikahnya sama sepupu aku?" Ucap Kenzo menohok kepada Aera.
Plakkk
"Brengsek." Maki Aera menampar wajah Kenzo.
Aera langsung meraih tubuh Kwan dan menggendong Kwan hendak pergi dari acara tersebut. Lengannya di tarik oleh Kenzo.
"Dia calon istri aku." Ucap Kenzo membuat Devan dan Gladis terkejut.
"Lepasin tangan aku!" Ucap Aera sembari berusaha menarik lengannya dari cengkraman Kenzo.
"Kak Kenzo tolong lepaskan Aera." Ucap Devan dengan wajah memohon.
"Kamu itu gak tau apa apa Devan. Kwan itu anak aku dan Aera." Ucap Kenzo. Aera menghentakkan lengannya dan terlepas dari cengkraman Kenzo.
"Kwan ini anakku. Anak kamu sudah meninggal." Ucap Aera lalu berlari pergi.
"Kak Kenzo ini benar benar udah putus urat malunya ya? Disini ada istrinya tapi masih ngakuin cewek lain sebagai calon istri. Hebat banget." Ucap Allisya sembari bertepuk tangan.
"Maksud kamu apa Al? Kamu tahu kan dulu aku sayang banget sama Rara." Ucap Kenzo menatap kesal kepada Allisya.
"Dulu? Itu udah dulu kak. Saat ini biarkan Devan bahagiakan Aera daripada Aera sedih harus lihat laki laki yang berjanji mau nikahin dia tapi malah nikah sama cewek penggoda ini." Ucap Allisya dengan pandangan merendahkan kepada Kenzo.
Setelah itu Allisya menarik Devan dan pergi keluar dari ruang acara tersebut.
__ADS_1