Dosen Killer

Dosen Killer
Part 12 | Hari ketiga menjadi istri


__ADS_3

Ini sudah hari ketiga aku menjadi istri Mas Adnan ada sedikit perubahan denganku. Kegiatan ku yang menyiapkan semua kebutuhan Mas Adnan mengajar.


" Kapan kamu kuliah lagi?. " Tanya Mas Adnan yang sedang mengancingkan kemeja nya.


" Insya allah besok mas, eum mas mengizinkan aku untuk kuliah kan?. " Tanya ku.


" Kenapa aku tidak mengizinkan kamu?. " Tanya dia balik.


" Iya kan mas suami Afifah sekarang sudah seharusnya Fifah izin sama suami untuk melakukan semuanya karena ridho Fifah sudah sama suami Fifah. " Ucapku.


Mas Adnan malah tersenyum didepan kaca yang bisa kulihat dari tempat tidur.


" Mas kenapa? ada yang salah iya sama ucapan Fifah?. " Tanya ku.


" Enggak ada yang salah ko. " Ucap dia berbalik menghadap ku.


" Makasih kamu sudah menganggap aku sebagai suami mu, terima kasih juga kamu sudah menitipkan ridho mu padaku. " Ucapnya.


Dia berjalan mendekat ku dan duduk di hadapan ku.


" Aku akan mengizinkan kamu apapun itu asal masih positif untuk mu, aku tidak akan melarang mu toh kuliah itu baik untuk kehidupan mu selanjutnya walaupun kamu sudah bersuami tapi kamu juga harus berprestasi. " Ucapnya.


" Makasih mas sudah mengizinkan Fifah. " Ucapku.


Mas Adnan tersenyum lalu dia mengambil dasi nya. Aku melihat Mas Adnan tampak susah memakai dasi nya.


" Boleh Fifah bantu?. " Tanya ku menawarkan diri untuk membantu Mas Adnan.


" Boleh ko. " Ucapnya lalu aku mengambil dasi yang berada di tangannya.


" Eum mas boleh nunduk sedikit. " Ucapku.


Mas Adnan menunduk tapi dia sangat dekat sekali membuat aku gugup.


" Selesai. "


" Makasih Fah. " Ucapnya yang masih dekat dengan ku, aku memundurkan kaki ku dan yups aku menabrak kasur lalu.


' awww. ' Jerit ku dan yang buat ku lebih kaget saat ini mas adnan posisi nya tepat di atas ku.


" eumm. "


" Kamu enggak apa-apa?. " Tanya nya.


" Enggak apa-apa mas. " Ucapku lalu mas adnan bangun dari atas ku memakai jam tangannya.


" Iya sudah kalau gitu aku pergi dulu iya. " Ucap nya.

__ADS_1


" Mas pulang jam berapa nanti?. " Tanya ku.


" Eum mas hari ini cuman ngajar dua mata kuliah kemungkinan mas pulang sore, nanti mas kabarin saja. " Ucapnya.


" Baik mas, Fifah antar mas ke depan." Ucapku.


Aku dan Mas Adnan sudah di garasi.


" Kalau gitu mas jalan dulu, Assalamu'alaikum." Ucapnya.


Aku lupa akan satu hal


" Tunggu mas. " Panggil ku.


" Kenapa?. " Tanya.


" Fifah belum mencium tangan mas. " Ucapku lalu aku mencium tangannya dan dia mencium kening ku.


Selepas dia pergi aku kembali ke kamar untuk menyelesaikan tugas ku yang memang belum selesai.


Hari ini aku sehabis nugas aku membantu Mbok Sum masak dan kembali ke kamar lagi membereskan sedikit barang uang belum di tata kemarin malam.


Setelah urusan ku selesai aku memutuskan untuk mandi karena ini sudah siang dan aku belum mandi.


" huft lelah juga iya. "


Tidur ku ter kusik saat mendengar suara air di kamar mandi. Aku melihat jam dan kaget sekali karena ini sudah jam 4.


Aku berpikir jika yang di kamar mandi adalah Mas Adnan dan benar saja aku melihat dia sedang berdiri di depan wastafel karena pintu kamar mandi yang sedikit terbuka.



***Author :" aku make ilusi untuk menjadi Adnan nya next siapa ya yang aku pilih untuk menjadi Afifah. "


Back to cerita***


" Kamu sudah bangun Fah?. " Tanya Mas Adnan yang menyadari aku sudah bangun.


" Heh iya mas maaf Fifah ketiduran tadi enggak tahu kalau mas sudah pulang. " Ucap Fifah.


Mas Adnan tidak menjawab dia malah membuka kemeja juga jas nya dan tampak lah pemandangan roti sobek hehehe kata anak-anak jaman sekarang si gitu iya.


" Hei Fah ko bengong sih?. " Ucap Mas Adnan sambil melirik aku dari pantulan kaca wastafel.


" Ah gak ko mas, mas tadi ngomong apa."


" Kalau enggak bengong kenapa mas ngomong gak tau, heum. " Ucapnya Mas Adnan

__ADS_1


" Memang nya mas ngomong apa kalau Fifah boleh tau?. " Tanya ku balik.


" Orang mas enggak ngomong apa-apa ko hahaha. " Ucapnya sambil diiringi ketawa.


" Aduh Afifah bodoh kamu bodoh kenapa harus bilang itu kamu ketahuan kan bengong lagian sih kamu terlalu terpana ama ke tampan nan Mas Adnan' umpat ku dalam hati.


" Oh jadi kamu terpesona melihat aku ya, aku tau aku tampan karena aku tampan dari lahir hahaha." Ucap Mas Adnan.


" Eh eh ko dia bisa tau iya eum apa jangan-jangan dia bisa membaca pikiran aku iya duh bisa gawat nih dosen killer ." Ucapku dalam hati.


" Afifah... Afifah lucu banget kamu tuh makanya jangan mengumpat suami kamu terus apalagi ngomongin suami kamu dalam hati apalagi sampai yang barusan kamu bilang kamu mengatai aku dosen killer kan." Ucap Mas Adnan yang langsung menutup pintu kamar mandi nya.


Setelah dia masuk ke kamar mandi aku menutup diriku dengan selimut dan mengumpat sendiri betapa bodoh nya aku hari ini.


" Kenapa ditutup gitu muka nya?. " Tanya nya.


Aku membuka selimut ku dan aku mendapati pemandangan roti sobek lagi tapi ini jaraknya dekat sekali.


Spontan aku langsung kembali menutup kembali selimut ku.


" Kenapa ditutup lagi?. " Tanya nya.


Tapi aku tidak menjawabnya


" Iya elah Fah nanti juga kamu akan rasain semuanya ko kenapa harus canggung gitu. " Ucapnya.


Mata ku membulat di balik selimut tapi aku merasa bersalah juga keinget soal hak mas adnan.


" Kamu sudah makan?. " Tanya Mas Adnan.


Aku menggelengkan kepala ku


" Iya sudah kita makan abis itu sholat dan aku izin mau ke kamar sebelah untuk kerja sebentar. " Ucapnya.


Soal Kamar yang Mas Adnan maksud adalah memang disini ada satu ruangan khusus untuk Mas Adnan kerja tapi kata Mbok Sum dia bercerita ke aku kalau memang Mas Adnan selalu meminta satu ruangan khusus untuk dia bekerja dan jangan ada satu orang pun masuk ke dalam nya tanpa seizin dia.


Iya seperti yang sudah dikatakan sehabis makan Mas Adnan langsung masuk ke ruang kerja nya dan aku memilih untuk tidur karena entah kenapa aku merasakan hari ini lelah sekali.


Belum lama aku memejamkan mata aku merasakan decitan tempat tidur dan aku yakin itu Mas Adnan tapi aku memilih tetap memejamkan mata saja.


Tapi aku merasa Mas Adnan semakin mendekat aku merasa kan suara deru nafas nya yang sangat dekat sekali.


Tak lama kemudian aku mendengar suara


" Selamat tidur istri ku bidadari ku tidur yang nyenyak ya sayang."


Aku menajamkan pendengaran ku enggak salah kan tadi Mas Adnan mengucapkan apa? *sayan*g ?.

__ADS_1


Ucapan sayang hanya membuat aku merinding sudah lah memang sebaiknya aku tidur saja.


__ADS_2