
Hari ini akhirnya tiba setelah tiga hari kita capek sekali dan sekarang adalah puncaknya.
Aku dan mas adnan sedang otw ke gedung. Oh iya kita di make up in di sana karena di rumah hanya untuk tempat istirahat saja.
Kita otw ke gedung juga masih menggunakan baju biasa saja.
Oke aku dan mas adnan otw dulu iya karena sebenarnya kita sudah hampir telah.
\# Gedung
Sesampai nya di gedung kita langsung di suruh masuk ke ruangan ganti dan langsung di rias.
Bunda, ayah, umi, abi dan yang lainnya juga sedang bersiap.
Make up kali ini aku minta untuk tidak terlalu se cetar pas akad.
Aku sudah siap dengan balutan gaun panjang berwarna pink begitu mas adnan, dia juga sudah siap dengan balutan jas berwarna hitam yang senada jika bersanding dengan ku.
Aku dan mas adnan keluar menuju kursi pengantin di iringi dengan kedua orang tua kita masing-masing di belakang.
Banyak ucapan selamat untuk kita berdua.
" Weh Nan selamat iya. " Ucap salah satu kerabat mas adnan.
" Makasih. " Ucap Mas Adnan.
" Tunggu-tunggu ini bukan murid lu iya. " Tanya nya.
" Ah iya dia murid gue waktu itu. " Ucap Mas Adnan.
" Waduh kalau gitu selamat iya. " Ucapnya kepadaku.
" Eh iya pak makasih. " Ucapku tersenyum ke arahnya.
Setelah itu aku dan Mas Adnan memilih untuk membaur saja ke tamu, kita mau acara ini santai saja tidak mau duduk di kursi terus dipajang begitu.
" Selamat menikmati hidangannya. " Ucapku dan mas adnan kepada para tamu undangan.
" Afifah. " Teriak Anum.
" Walah cantik sekali kamu Fah. " Ucap Anum yang melihat ku dari atas sampai bawah.
" Ah bisa saja kamu. " Ucapku tersipu malu.
__ADS_1
" Bener to kamu bagaikan princess hari ini. " Ucap Anum.
Aku semakin tersipu malu.
" Anum jangan begitu terus tar fifah malah terbang tuh lihat muka sudah seperti kepiting rebus. " Ucap Mas Adnan.
Entah kenapa iya mas adnan yang sekarang beda sekali, dia lebih senang bercanda ke semua orang termasuk menggoda aku itu merupakan hobi baru dia.
" Ah sudah lah, Anum silahkan di coba hidangannya. Aku sama mas adnan masih harus menyambut tamu." Ucapku.
" Mas Ayo. " Ajak ku.
Berjalan dari tadi ternyata capek sekali.
" Mas balik ke kursi yuk, fifah pegal sekali. " Ucapku.
Aku dan mas adnan kembali ke kursi. Perut ku lapar sekali, cacing yang ada di perut ku juga sudah pada berontak.
" Kenapa kamu?. " Tanya mas adnan yang menyadari kalau aku sedari tadi gelisah karena lapar.
" Aku lapar. " Ucapku yang tidak bisa berbohong karena emang lapar soalnya tadi pagi tidak sempat sarapan.
Mas Adnan balik ke panggung sambil membawa piring yang berisi buah dan tidak lupa membawa minum nya juga.
Aku memakannya tapi tiba-tiba ada tamu yang datang dan ingin menyalami kita. Aku yang tadi sedang makan langsung berdiri dan mengambil tisu untuk membersihkan sisa makanan yang ada didalam mulut aku.
" Selamat iya fifah. " Ucap Tante lily.
" Wah tante lily makasih sudah datang." Ucapku.
" Sama-sama sayang. " Ucap Tante lily.
" Makasih tante, silahkan dicoba hidangannya. " Ucap Mas Adnan.
" Oke deh, oh iya bunda mu mana?. " Tanya Tante lily.
" Ah bunda ada di meja khusus keluar di sana tan. " Ucapku menunjuk meja yang khsus untuk keluarga.
" Baik kalau gitu tante ke sana iya. " Ucap tante lily.
__ADS_1
Selepas tante lily pergi aku kembali melanjutkan makan.
Acara berlangsung sampai ba'da ashar.
Aku dan Mas Adnan sedang berjalan menuju ruang ganti untuk mengganti pakaian karena acara sudah selesai. Namun tiba-tiba aku merasa kepingin muntah.
Aku langsung lari ke kamar mandi yang kebetulan ada di depan ku. Aku melihat Mas Adnan yang melihat itu sontak panik dan langsung menyusul aku.
Mas Adnan membatu ku untuk mengeluarkan isi perut ku tapi tidak bisa, aku masih berusaha mengeluarkannya sampai di mana aku merasa cukup sudah tidak mual lagi.
Aku langsung membersihkan diri dan kita langsung menuju ruang ganti.
Hamil?
pikiran ku saat ini tertuju ke sana. Ah tidak mungkin orang aku sama mas adnan baru melakukannya sekali tidak mungkin lah.
Mungkin ini hanya asam lambung ku yang naik jadi aku kebawa mual gitu
" Masih mual?. " Tanya Mas Adnan.
" Ah engga ko mas. " Ucapku.
" Afifah mual?. " Tanya umi.
" Iya mi tadi fifah muntah dikit mungkin asam lambung dia naik kali kan dari pagi kita belum sarapan. " Ucap Mas Adnan.
" Iya sudah kalau gitu kalian makan dulu sana." Ucap Umi.
Aku dan mas adnan menuju ruangan khsus keluarga tadi untuk makan di sana ada bunda, tante lily dan bang satria.
Tapi mereka duduk di sofa sedangkan aku sama mas adnan duduk di meja khsus makanan.
Ketika mau nyendok makanan tapi ko aku merasa mual iya. Ada apa dengan ku.
Ah sudah lah mungkin ini hanya pikiran ku saja, aku memaksakan untuk makan karena dari pagi aku belum ada asupan nasi ke perut ku.
Selesai makan kita bercengkrama dengan keluarga baru deh kita memutuskan untuk pulang.
Di rumah aku dan mas adnan tepar sekali karena capek.
__ADS_1
***Author mau julid dikit ah kira-kira afifah kenapa tuh mual-mual hayo. Kalian tebak sendiri deh*** .