
Seperti yang kalian tau, aturan aku dan mas adnan ke rumah bunda yang katanya bang satria akan memperkenalkan wanita nya tapi semalam bunda telepon lagi dia bilang Bang Satria pergi dari rumah dalam keadaan hancur.
Dari yang bunda dengar Bang Satria di tinggal menikah dengan pacar nya yang akan di kenalkan ke bunda seharusnya.
Aku sudah menduga sejak bang satria bilang sudah punya pacar pasti seperti ini lagi.
Aku cuman enggak mau abang hancur seperti dulu lagi melampiaskan ke hal negatif, aku enggak mau hal itu terjadi.
Baik aku dan mas adnan mencoba menghubunginya. Mas Adnan terus menelepon nya sehabis meeting tapi tetap tidak menjawab.
Aku pun terus menghubungi nya juga tapi tetap saja sama.
" Iya allah kemana bang satria, semoga dia enggak kenapa-kenapa deh. " Gumam ku.
Aku terus mondar mandir karena panik takut bang satria kenapa-kenapa.
" Mas apa enggak sebaiknya kita ke rumah bunda saja, bunda pasti lebih panik. " Ucapku.
" Boleh, bentar mas ambil kunci mobilnya." Mas Adnan langsung lari ke kamar.
Melihat mas adnan lari seperti itu aku takut sendiri, takut mas adnan malah yang jatuh.
" Aduh mas hati-hati. "
" Ayo Fah. " Ucapnya sambil memakai jaketnya.
\# Rumah Bunda
" Assalamu'alaikum. " Ucap ku dan mas adnan saat masuk ke dalam rumah bunda.
Bunda langsung menghampiri ku dan memeluk ku, bunda juga menangis di pelukan ku.
Iya allah kenapa harus begini si, aturan ini akan jadi kabar bahagia buat bunda. Bahkan aku belum sempat memberitahu bunda soal kehamilan ku.
Aku masih menyembunyikan ini sampai nanti bang satria pulang dan semua keadaan membaik.
Aku tidak mau bahagia di atas masalah, aku mau kabar gembira ini untuk semuanya tidak hanya untuk aku dan mas adnan.
" Bunda sabar iya. " Ucapku sambil mengelus pundak bunda.
Bunda enggak akan sesedih ini jika bang satria pergi tidak dalam keadaan amarah kalau pergi dengan ke marahan seperti ini akan membuat semua orang rumah panik.
Karena kita juga enggak tau dia kemana, kita takut dia malah kenapa-kenapa itu saja.
" Yah, Ayah sudah menghubungi orang kantor siapa tau bang satria di kantor. " Ucapku ke ayah.
" Sudah tapi katanya Satria tidak ada di kantor." Ucap Ayah.
" Eum mas. " Panggil ku mas adnan.
" Iya fah. "
__ADS_1
" Mas sudah menghubungi teman-teman mas kan teman-teman mas teman bang satria juga." Ucap ku.
" Sudah sayang tapi kata mereka, satria emang tidak pernah kumpul lagi. " Ucap mas adnan.
" Iya sudah kita tunggu sampai nanti kalau dia belum pulang juga kita akan mencari nya melalui jalur polisi. " Ucap Ayah menengahi masalah ini.
" Iya udah bunda sabar iya jangan nangis terus tar Fifah juga sedih, sekarang kita berdoa saja supaya bang satria tidak kenapa-kenapa. " Ucapku.
Hari semakin sore. Semua masih pada sibuk menghubungi orang terdekat bang satria.
Iya allah aku takut sekali bang satria mengulangi yang seperti dulu. Karena dulu dia pernah begini dan melampiaskan nya ke jalanan dengan kebut-kebutan dan dia melampiaskan ke alkohol juga.
" Iya allah lindungi bang satria. " Ucapku dalam hati.
Mas Adnan mengusap punggung ku pelan
" Jangan terlalu cemas iya, mas yakin satria bisa jaga diri dengan baik. Kamu jangan stress kan ada dede di perut mu sayang. " Bisik mas adnan di telinga ku.
" Tapi mas Fifah takut. " Ucapku.
" Mas tau sayang tapi mas yakin ko satria bisa jaga diri dan atasi semua masalah dia sendiri." Ucap Mas Adnan.
Ucapan mas adnan sedikit membuat ku tenang lah setidaknya aku harus yakin sama abang ku sendiri.
Hari pun semakin malam dan bang satria masih saja belum pulang.
" Assalamu'alaikum. "
Iya itu anum dan bang satria. Anum memapah bang satria, bang satria tampak seperti mabuk.
Kan benar saja apa, ketakutan ku pun terjadi sekarang.
" Mas bantuin. " Ucapku menyuruh mas adnan dan mas adnan langsung memapah bang satria ke sofa.
Bang satria muntah, aku sudah bisa menebak pasti bang satria over nih minum nya.
" Duduk Num. " Menyuruh Anum.
" Gimana bisa bang satria sama kamu?. " Tanyaku.
" Jadi tuh tadi aku emang mau ke rumah mu tapi di arah rumah mu aku melihat bang satria di salah satu club dengan keadaan sudah seperti ini. Aku panik juga tapi aku memutuskan membawa nya ke sini saja. " Ucap Anum.
" Mas aku minta tolong ambil kan air putih buat bang satria. " Ucapku.
Setau aku yang pernah ku baca di artikel salah satu cara buat hilang kan mabuk alkohol itu minum air putih yang banyak.
__ADS_1
Bunda sama ayah syok banget tapi aku berusaha menenangkan semuanya.
" Sudah lah bun jangan menangis terus yang penting abang sudah pulang dengan keadaan selamat. " Ucapku.
" Makasih iya nak Anum untung kamu datang menolong anak saya. " Ucap bunda.
" Makasih Nak. " Ucap Ayah.
" Sama-sama om tante, saya senang bisa membantu om sama tante. " Ucap Anum.
Akhirnya mas adnan memutuskan membawa bang satria ke kamar nya saja untuk istirahat.
Karena sudah malam aku sama mas adnan pamit pulang. Aku dan mas adnan tidak bisa menginap karena mas adnan harus kerja besok pagi.
" Tante om, anum pamit pulang iya. " Ucap Anum.
" Fah pak adnan aku pamit pulang iya." Ucapnya padaku.
" Kalau gitu bun yah aku sama mas adnan juga pamit iya karena besok mas adnan harus kerja pagi. " Ucapku.
" Iya nak enggak apa-apa, Nak Anum sekali lagi ibu terima kasih sangat ke kamu. " Ucap bunda.
" Bun, nanti kalau abang bangun jangan langsung di omelin iya. Bunda ajak ngobrol baik-baik oke. " Ucapku mengingatkan bunda.
" Iya sayang. " Ucap bunda.
" Ayah, fifah sama mas adnan pamit pulang iya." Ucap ku ke ayah.
" Iya sayang, nan bawa mobilnya pelan-pelan iya sudah malam. Oh iya nak Anum sekali lagi bapak juga berterima kasih. " Ucap Ayah.
" Iya om tante sama-sama. " Ucap Anum.
" Ayo Num kita ke depan bareng. " Ucapku sambil menunggu mas adnan mengeluarkan mobilnya dari garasi.
# Rumah
Sesampai nya seperti biasa kita bersih-bersih dan melangsungkan kewajiban kita.
Karena lelah sekali dan aku harus butuh istirahat jadi aku dan mas adnan memutuskan untuk tidur saja.
Semoga besok pagi semuanya telah selesai iya dan aku harap bang satria bisa menerima semua masalah nya dengan lapang dada.
Aku tidak suka bang satria seperti ini. Sejak awal aku memang tidak merestui itu ada sebab nya, aku takut kejadian yang dulu terjadi.
Dan hampir saja terjadi tapi untungnya tidak terlalu parah.
__ADS_1
Sudah lah aku mau tidur capek sekali aku dari tadi pagi