
Pagi ini Mas Adnan akan mengajak aku ke suatu tempat.
Oh, iya berbicara soal mbok sum dan mamang mereka juga liburan ko tapi mereka tidak bareng sama kita mungkin mereka tidak mau menggangu aku sama mas adnan. Mas Adnan juga memberikan kebebasan ke mbok sum dan mang kus terserah mereka mau ke mana saja.
Aku dan Mas Adnan tiba di suatu tempat yang sangat indah sekali. Aku bisa melihat banyak pepohonan yang sangat indah sekali.
Kurang lebih gambaran pemandangannya seperti ini iya. Aku menikmati suasana tempat ini.
" Kamu tersenyum begitu manis. " Ucap Mas Adnan yang berhasil membuat pipi ku merona.
Mas Adnan berhasil membuat aku tersipu malu seperti ini.
" Pipi kamu merah kenapa. " Mas Adnan ingin meraih dagu ku tapi ku tepis dengan cara mengalihkan pembicaraan.
" Mas di sana bagus, ke sana yuk. " Ucap Ku yang langsung berjalan ke arah yang ku tunjuk tadi.
Mas Adnan tersenyum dan mendekat ke arah ku
" Kalau merona bilang aja si engga usah mengalihkan seperti ini. " Ucap nya.
Ini nih kalau punya suami yang tingkat pede nya melebihi dewa.
Mata ku tertuju ke arah anak kecil yang terjatuh
" Adek tidak apa-apa. " Tanya ku berusaha membantu si anak untuk berdiri. Aku juga menepuk pelan lutut nya untuk membersihkan pasir yang ada.
" ndak apa-apa ante. " Ucapnya dengan bergaya suara anak kecil yang imut banget.
" Nama mu siapa sayang?. " Tanya ku yang menjajarkan tinggi ku jadi aku sedikit berlutut.
" Nama ku misha ante. "
" Mama mu mana sayang?. " Tanya ku
__ADS_1
" Mama ada di cana ante. " Ucapnya
" Sayang ya allah nak kamu enggak apa-apa. " Ucap ibu paru baya ini yang ku yakin adalah ibu anak ini.
" Anak ibu engga kenapa-kenapa cuman lecet sedikit saja bu. " Ucapku.
"Aduh nak makasih sudah menolong anak saya, nama mu siapa?. " Ucap ibu sekaligus dia menanyakan nama ku.
" Iya bu sama-sama, eum nama saya Afifah bu." Ucapku.
" Fah. " panggil mas adnan.
" Iya mas ada apa?. "
" Ngapain kamu di sini?. " Tanya mas adnan.
" Ah ini tadi aku menolong anak ini, oh iya bu kenalin ink suami saya namanya adnan. " Ucapku.
" Adnan. "
" Sekali lagi saya makasih iya nak sudah menolong anak saya. " Ucap nya.
" Fah kita harus balik ke kamar sekarang. " Bisik mas adnan.
" Maaf iya bu saya tidak bisa lama-lama karena suami saya masih ada urusan. " Ucap ku
" Mari bu. " Ucap Mas Adnan dan ibu itu hanya tersenyum ke arah kita.
# kamar
" Mas. "
" Iya Fah ada apa?. " Tanya dia.
" Anak tadi sangat lucu iya mas. " Ucap ku.
__ADS_1
" Iya lucu gimana kalau kita buat saja. " Ucapnya yang membuat aku terdiam.
Mas Adnan menyadari ucapannya lalu berkata "Maksud mas nanti kalau fifah sudah siap dan yakin sama mas. "
Aku masih terdiam
" Hey ko diam, mas minta maaf iya kalau tadi sudah berucap seperti itu. Mas akan tetap menunggu kamu tidak akan memaksa ko. " Ucapnya.
Mas Adnan membereskan barang karena sebentar lagi kita akan balik ke jakarta.
Tanpa sadar aku meneteskan air mata ku saat memikirkan ucapan mas adnan yang tadi.
" Hey ko malah nangis. " Mas Adnan menyadari aku menangis.
Aku berusaha memberhentikan tangisan ku tapi malah aku mengeluarkan isak tangis ku.
Mas Adnan mendekat ke arah ku dan membawa ku kedalam pelukan nya.
" Sudah jangan menangis. " Ucap Mas Adnan.
Akhirnya aku bisa memberhentikan tangis ku.
" Dah jangan nangis, mas mau ke kamar mbok sama mamang buat mengingatkan mereka lagi." Mas Adnan langsung keluar kamar dan aku memilih untuk mengecek barang lagi supaya tak tertinggal kan.
Adnan pov
tok tok tok
" Eh aden ada apa ya?. " Ucap Mang Kus
" Oh enggak saya cuman mau ingetin jangan lupa besok pagi kita harus sudah cek out jangan sampai ada yang ketinggalan ya. " Ucap ku.
" Siap den, ini juga sedang packing." Ucap Mang Kus.
Aku memutuskan untuk balik ke kamar dan aku mendapati Afifah sedang melamun. Aku merasa bersalah akan ucapan tadi. Sungguh aku tidak bermaksud mengucapkan itu.
__ADS_1
Sudah lah sampai bertemu di bandara nanti. Aku mau menenangkan afifah.
babay :)