Dosen Killer

Dosen Killer
Part 44 | Umi Pulang


__ADS_3

Hari ini umi pulang dan aku sama mbok di rumah saja.


Mas Adnan bilang hari ini di rumah saja karena dia masih khawatir dengan ku.


Dia tetep kerja tapi lewat tab dia bekerja sambil aku berada di sandaran nya.


Aku membuka mataku dan melihat Mas Adnan sedang tertidur dalam posisi duduk dan tidak lupa tab yang berada di tangannya.


Aku langsung bangun memindahkan tab nya lalu membenar kan posisi Mas Adnan di kasur dengan sangat hati-hati.


Karena umi sudah pulang, aku berniat membantu mbok cuman enggak juga aku kasian sama mbok jika harus mengurus rumah sendirian.


Setelah memindahkan Mas Adnan aku keluar kamar. Aku sudah lebih membaik daripada sebelumnya. 



" Mbok. " Panggil saat melihat mbok sedang sibuk di dapur.



" Eh non, gimana kondisi non. Mbok dengar dari ibu semalam katanya non sakit. " Ucap mbok.



" Alhamdulilah mbok sudah membaik. " Ucap ku.



" Iya sudah sini mbok aku bantuin. " Ucapku.



" Tapi non. "



" Sudah mbok mumpung mas adnan tidur." Ucapku.



" Loh aden tidak bekerja. " Tanya mbok



" Mas Adnan hari ini tidak kerja. Kasian dia baru tidur karena semalam begadang demi aku." Ucapku.



Ketika aku sedang membantu mbok telepon rumah berbunyi yang ternyata dari abi.



****Abi****


" ****halo assalamu'alaikum****. "



^^^****Aku****^^^


^^^" ****Wa'alaikumsalam bi, ini afifah****. "^^^



**Abi**


" **Adnan nya ada fah**?. "



^^^**Aku**^^^


^^^" **Oh mas adnan ada bi tapi dia lagi tidur**. "^^^



**Abi**

__ADS_1


" **Oh alah pantes saja tadi abi telepon enggak di angkat**. "



^^^**Aku**^^^


^^^" **Memang nya ada apa bi kalau ada yang penting bisa afifah sampai kan nanti**. "^^^



**Abi**


" **Eum cuman mau bilang kalau ada yang harus di tanda tangani dan nanti jam satu siang ada meeting**. "



^^^**Aku**^^^


^^^" **Oh oke kalau gitu fifah sampai**. "^^^



**Abi**


" **Baik kalau gitu makasih iya, assalamu'alaikum**. "



^^^**Aku**^^^


^^^" **Sama-sama bi, Wa'alaikumsalam**. "^^^



Aku menutup telepon nya.


" Mbok. "




" Fifah ke atas dulu iya maaf jadi engga bantuin mbok. " Ucapku.



" Ah iya non tidak apa. "



" Iya sudah kalau gitu fifah ke atas dulu iya. " Aku langsung naik ke atas untuk memberitahu ke mas adnan.



# Kamar


Saat di kamar aku masih melihat mas adnan tidur pulas. Sebenarnya tidak enak sekali aku membangunkan nya tapi ini ada perintah dari abi.


" Mas. "


Aku berusaha membangunkan nya.


" Mas. "


Masih tidak ada jawabannya.


" Mas. "


" Eum. " Mas Adnan membuka matanya dan mengulet.


Aku membiarkan mas adnan nyawa nya kumpul dulu.


" Ada apa Fah?. " Tanya nya saat dia sudah sadar dari tidur nya.


" Eum itu tadi fifah dapat telepon dari abi dia nelepon lewat telepon rumah. Abi bilang kalau mas adnan di suruh ke kantor karena ada berkas penting yang belum mas tanda tangan dan jam satu siang mas ada meeting. " Ucapku.


" Tumben abi telepon lewat telepon rumah. " Tanya mas adnan.

__ADS_1


" Handphone mas enggak aktif jadi abi lewat telepon rumah. " Ucapku.


Mas Adnan langsung mengecek handphone.


" Astagfirullah iya handphone mas mati. " Ucapnya.


" Iya sudah sana mas mandi abis itu makan. " Ucap ku.


" Kondisi kamu gimana? sudah mendingan?." Tanya mas adnan.


" Sudah ko mas, dah sana mas mandi. Fifah siapkan baju nya. " Ucapku.


Mas Adnan langsung beranjak ke kamar mandi.



Selesai mas adnan mandi kita langsung ke bawah untuk makan karena mas adnan sudah di tunggu oleh orang kantor.



Mas Adnan hanya memakan sedikit saja abis itu dia pamit berangkat.



Aku merapihkan sisa makanannya dan mencuci piring.


Aku juga menyuruh mbok untuk istirahat.



Aku membersihkan kamar karena berantakan sekali. Selesai membersihkan kamar aku memutuskan untuk menonton film di laptop saja.


Tak terasa iya sudah sore aku mencoba mengirim pesan ke mas adnan untuk menanyakan mas adnan pulang jam berapa.



Aku tak mendapat balasan dari mas adnan. Aku menunggu nya sampai tak terasa sudah lewat isya.


Aku mengecek handphone ku siapa tau mendapat balasan dari nya tapi nyatanya tidak ada balasan sama sekali.




Sudah lewat dari isya bahkan ini sudah malam sekali tapi mas adnan belum pulang juga.



Aku mencoba menelepon nya tapi nomor nya tidak aktif.



Karena capek nelepon berkali-kali tidak di angkat akhirnya aku memutuskan untuk tidur saja.



**03:00 wib**



Aku terbangun dan melihat mas adnan belum di rumah juga.



**Mas Adnan**


"**Assalamu'alaikum mas**."


     ~**aku**.



Mas Adnan tidak menjawab nya aku sangat khawatir. Aku terus mencoba menelepon handphone Mas Adnan namun nomor Mas Adnan masih tidak aktif.



Aku hanya pasrah menunggu saja mas adnan saja.

__ADS_1


__ADS_2