
Sudah 2 hari Mas Adnan tidak pulang dan hari ini jadwal aku cek up ke dokter.
Hari ini aku akan pergi sendirian padahal Mas Adnan kemarin sudah janji mau anterin aku untuk cek up.
Aku mendatangi rumah sakit seorang diri aku diantar oleh Kang Adi supir pribadi yang ada di rumah ini
Aku sedang diperiksa dan hasilnya sangat baik bayi ku sehat.
Ketika aku keluar dari ruang tak sengaja aku berpapasan dengan Mas Adnan dia sedang memapah Delisa menuju ke arahku yang berarti mereka akan masuk keruangan kandungan, Mas Adnan sempat melihat ke arahku namun aku langsung pergi saja.
Aku kecewa sama Mas Adnan dia sudah berbohong tapi aku tidak mau menyimpulkan lebih dulu akhirnya aku memutuskan untuk pergi kekantor Mas Adnan setelah mengambil vitamin yang di anjurkan dokter.
Hal yang sangat mengejutkan Mas Adnan ternyata kekantor hanya beberapa jam saja sehabis itu Mas Adnan izin keluar dan tidak balik lagi.
Banyak pertanyaan yang ada di otak aku.
Kemana Mas Adnan pergi? Kenapa dia bohongi aku? Apa Mas Adnan pergi bersama Delisa 2 hari ini? Dan apa maksud mereka datang ke ruangan khusus kandungan?.
Setelah mendapat kabar itu aku langsung pulang dan masuk ke kamar aku mengunci pintu nya.
Aku mendengar ada yang mengetuk pintu dan menyebutkan nama aku dari depan dan aku mengenal suara itu.
"Fah buka pintu nya."
__ADS_1
Aku tidak menggubris kan nya aku terus menangis hingga aku tertidur.
Setelah tidak mendengar suaranya aku menelepon mbok untuk merapihkan kamar tamu.
Aku memilih tidur di kamar tamu malam ini sampai nanti kalau kondisi hati ku aku sudah membaik.
\# Kamar tamu
Aku merenung di kamar sendirian, saat ini aku sangat butuh bunda, ayah dan bang satria hanya dia saja yang bisa membuat ku tenang.
Aku memilih untuk tidak keluar kamar sampai memang memungkin kan untuk aku dan hati ku.
Aku langsung berjalan ke dapur tanpa berbicara Mas Adnan. Aku mengambil sehelai roti.
Ketika sudah selesai dan aku hendak masuk ke kamar tangan aku ditarik saat ingin menuju kamar sama Mas Adnan terlebih dahulu.
"Apa lagi mas? Udah lah mas Fifah capek." Ucapku, aku hendak menutup pintu kamar ku.
"Aku bisa jelasin semuanya." Ucap Mas Adnan
" Jelasin? apa lagi yang akan kamu jelaskan ke aku?. " Ucapku yang tidak memandang nya.
" Dengarkan aku dulu BISA KAN!!." Ucap Mas Adnan dengan nada tinggi.
__ADS_1
" Lho ko mas marah. " Ucap ku masih santai.
" Oke kasih ku waktu untuk menjelaskan. " Ucap Mas Adnan.
" Fifah capek mau tidur. " Ucapku.
" Apa yang kamu diliat gak benar DAN KAMU SUDAH MENYIMPULKAN SAJA DULU!!!. " Ucap Mas Adnan yang meninggikan nada suaranya lebih tepatnya sedikit membentak ku.
" LHO KO MAS NGEBENTAK FIFAH MAS JUGA DAH BOHONG SAMA AFIFAH. " Ucapku yang terbawa emosi terbawa dan mulai menaikan volume.
" Mas salah mas minta maaf." ucap Mas Adnan.
" Hah maaf telat mas."
" KAMU BISA DENGERIN AKU ENGGAK, AKU MAU JELASIN TAPI KAMU GA MAU DENGERIN. EGOIS KAMU FAH!!." Ucap Mas Adnan dengan nada tinggi.
"MAS CUKUP YA FIFAH CAPEK FIFAH NUNGGU INI MAS DARI KEMARIN DAN APA YANG FIFAH DAPET HAH?! KEBOHONGAN DARI MAS. MAS BILANG FIFAH EGOIS BUKANNYA MAS YANG EGOIS YA MENINGGALKAN AFIFAH DENGAN CARA KEBOHONGAN DAN SEKARANG MAS DENGAN SEENAK NYA BILANG ITU. " Ucap ku.
setelah aku mengucap itu aku melihat Mas Adnan sedang mengatur emosi nya.
" Oke maaf mas salah maaf juga tadi mas sudah bentak kamu tadi, sekarang ku mohon untuk balik ke kamar ." Ucap Mas Adnan.
" Mas Afifah mohon untuk biarkan fifah tidur di sini sampai nanti fifah bisa memaafkan diri ku sendiri." Ucap ku.
" Fah, mas mohon. " Ucap Mas Adnan yang terus memohon agar aku bisa balik ke kamar.
" Mas kasih fifah kesempatan atau fifah keluar dari rumah ini. " Ucapku.
" Oke oke mas akan izin kan kamu tidur di sini malam ini. " Ucap Mas Adnan.
Aku langsung kembali ketempat asal aku. Dan Mas Adnan keluar kamar entahlah aku dia pergi kemana.
Seharian aku hanya menangis kalau kalian liat wajah ku sekarang betapa sedihnya aku sekarang penampakan nya
__ADS_1