Dosen Killer

Dosen Killer
Part 53 | Delisa Pov


__ADS_3

Aku sudah di Malaysia selama seminggu. Aku mencoba mengecek handphone ku karena kemarin handphone ku sempat rusak.


Aku melihat panggilan masuk dari Adnan. Aku mencoba hubungi balik.


Ternyata adnan meminta bantuan ke aku untuk menjelaskan masalah ini. Iya aku harus segera menjelaskan ini afifah karena gara-gara aku rumah tangga adnan ber masalah.


Aku mencoba berbicara ke Mario dan akhirnya mario bisa ku hubungi. Dia bilang sebaiknya kita bicarakan nanti sepulangnya aku.


Aku segera memesan tiket untuk penerbangan ke jakarta. Aku akan menyelesaikan urusan ku dengan mario terlebih dahulu sehabis itu akan segera ku jelaskan ke afifah soal ke salah pahaman ini.


Aku sudah tiba kembali ke tanah air. Aku langsung bertemu Mario.



Mario akan bertanggung jawab atas perbuatan dia. Aku senang sekali dan besok dia akan datang untuk melamar ku.



Esok hari nya


Aku percepat saja iya karena biar author nya tidak menulis nya bertele-tele.


Acara lamaran pun berjalan dengan lancar dan kami sepakat untuk menikah bulan depan.


Aku mengingat adnan dan afifah, eum sebaiknya aku harus segera menjelaskan nya dan sekalian mengasih undangan pernikahan ku.


Aku mencoba menghubungi Adnan. Aku dan Adnan sepakat untuk bertemu sekalian menjelaskan ke afifah.


Adnan mengatur rencana untuk bisa mempertemukan aku dan afifah.


Hari ini aku di sibuk kan dengan segala urusan pernikahan ku dengan Mario.



Eumm hari ini juga ada janjian si sama adnan tapi tiba-tiba ada telepon dari pihak rumah sakit yang mengabari kalau adnan masuk rumah sakit.



Aku langsung bergegas ke rumah sakit untuk melihat kondisi adnan. Adnan mengalami kecelakaan saat menuju tempat yang sudah kita rencanakan.


Aku segera harus mengabari afifah tapi aku tidak mau kalau aku yang harus menghubungi nanti jadi salah paham lagi.


" Eum sus, saya boleh minta bantuan. " Tanya ku saat ada suster yang sedang mengecek infusan dan oksigen nya adnan.


" Boleh, memang nya ada yang bisa saya bantu." Tanya nya.


" Eum sus, saya minta tolong untuk suster menghubungi nomor ini karena dia istri dari pasien ini. " Ucap ku.


" Baik sebentar saya ambil telepon rumah sakit dulu. " Ucap suster dan tak lama suster itu kembali lalu menghubungi Afifah.


Setelah itu susternya kembali bekerja dan aku memutuskan untuk ke kamar mandi dulu.

__ADS_1



Pas balik dari kamar mandi aku melihat afifah sudah di depan ranjang adnan.



" Heh maaf. " Ucapku.



" Hah delisa mau sama adnan enggak apa-apa biar fifah yang keluar. " ucapnya



" Fah bisa kita bicara. " Ucapku.



" Silahkan. "



" Kita bicara di luar saja iya tidak enak kalau di dalam takut menggangu. " Ucapku.



" Baik kalau gitu. "




" Eum fah. "



" Aku minta maaf banget sama kamu karena kejadian waktu kita bertemu di rumah sakit." Ucapku.



" Dan soal surat itu aku sudah mendengar dari adnan kalau kamu jadi salah paham banget sama aku. " Ucapku.



" Fifah, bukan adnan ko ayah dari anak yang ku kandung. Kamu jangan marah sama adnan iya ini salah ku. Adnan sudah berusaha menghubungi ku untuk menjelaskan ke kamu tapi handphone ku rusak saat aku di malaysia kemarin. " Jelas ku.



Aku masih melihat afifah diam saja


" Kamu boleh marah sama adnan fah tapi sebaiknya kamu juga mendengarkan penjelasan dari adnan iya. " Ucap ku.

__ADS_1



" Aku masih berusaha untuk percaya sama kalian berdua. " Ucap Afifah.



" Aku tau Fah tapi sebaiknya kamu tunggu adnan sadar dan jelaskan ke kamu sesungguhnya. Asal kamu tau iya adnan kecelakaan karena dia sangat excited sekali untuk menjelaskan ke kamu hari ini." Ucapku.



Aku melihat afifah kebingungan


" Iya hari ini adnan merencanakan untuk kita bisa bertemu tapi belum sempat karena adnan kecelakaan saat menuju tempat yang sudah dia siapkan untuk mu. " Ucapku.



" Aku akan berusaha percaya sama kalian. " Ucap afifah.



" Aku sangat mohon sama kamu tolong percaya sama adnan iya. " Ucapku.



" Ibu Afifah. "



" Ah iya saya sus, ada apa?. " Tanya nya.



" Pak Adnan memanggil nama ibu terus. " Ucap Suster.



Aku melihat afifah masih saja diam, dia belum beranjak sama sekali.


" Temui adnan , fah ku mohon sama kamu." Ucapku.



Afifah langsung berdiri


" Sekali lagi aku minta maaf dan mohon banget sama kamu tolong percaya sama adnan. Kalau gitu aku pamit pulang iya, assalamualaikum. " Ucapku yang langsung berjalan keluar menuju parkiran.



Aku sangat berharap mereka bisa damai lagi


__ADS_1


" *maaf kan aku adnan, aku hanya bisa membantu itu saja. Semoga saja itu bisa membantu kalian agar berdamai lagi. " Ucapku*


__ADS_2