
Sudah dua hari ini mas adnan masih enggan membuka matanya.
" Mas marah iya sama aku. "
" Kalau mas enggak marah sama fifah kenapa mas belum membuka matanya. "
" Masih nyaman iya mas. "
" Enggak apa-apa ko kalau masih nyaman tapi jangan keterusan iya mas. Mas harus ingat di sini harus ada yang mas jaga. " Ucap ku sambil membawa tangan mas adnan ke perut ku.
Itu lah aku selama menjaga mas adnan di sini, aku mengajak ngomong mas adnan sendiri.
Kemarin umi datang dan menemani ku tapi tak bisa menginap karena harus mengurus abi juga jadilah aku di rumah sakit sendirian.
Hari semakin siang dan sekarang sudah dzuhur jadi aku memilih untuk sholat terlebih dahulu.
Selesai sholat aku membaca al-qur'an di samping mas adnan. Katanya si bisa membuat orang yang koma bisa sadar.
Aku membaca al-qur'an sambil menitik kan air mata ku.
Tiba-tiba aku merasakan pergerakan tangan dari mas adnan.
" Afifah. "
" Iya mas afifah di sini. " Ucapku sambil menaruh al-qur'an.
Mas adnan masih belum sepenuh nya sadar.
" Hey ko nangis. " Mas Adnan mengangkat tangannya dan langsung mengelap air mata ku.
" Ah engga ko, sebentar aku panggilkan suster dulu. " Ucapku yang ingin menekan tombol yang langsung terhubung ke suster.
Suster pun datang dan langsung mengecek kondisi mas adnan.
" Pak Adnan sudah membaik kondisi tapi masih belum bisa bergerak terlalu banyak karena efek benturan yang sangat keras di kepala pak adnan. " Ucap Suster.
__ADS_1
" Baik kalau gitu sus, makasih. " Ucapku sambil tersenyum.
" Sama-sama ibu bapak kalau gitu saya permisi." Ucap Suster nya yang langsung keluar dari ruangan.
" Kamu di sini sendirian?. " Tanya mas adnan.
" Iya tapi kemarin umi sempat datang sebentar." Ucap ku.
" Maaf ya sudah ngerepotin. " Ucap Mas Adnan.
" Sudah kewajiban ku mas. " Ucapku yang membereskan meja di samping mas adnan.
" Maaf. " Ucapnya sambil memegang tangan ku.
Aku hanya tersenyum saja karena untuk sekarang aku tidak mau bahas masalah itu.
" MAS. " teriak ku saat melihat mas adnan ingin bangun.
" Ngapain kamu seperti itu, kembali rebahan mas. " Ucapku yang langsung menyuruh mas adnan untuk merebahkan kembali tubuhnya.
" Aku mau minta maaf ke kamu. "
" Harus kah seperti itu, eum. " Tanya ku.
" Engga kan? Engga usah banyak gaya mas, mas masih butuh istirahat. " Ucapku.
__ADS_1
" Tapi Fah. "
" Istirahat aja dulu baru bisa debat sama ku, orang baru sadar udah bandel. " Ucapku.
Akhirnya mas adnan kembali ke posisi nya lagi. Aku keluar untuk membuang sampah.
Dan berpapasan dengan suster yang ingin mengasih makanan ke mas adnan.
" Makan dulu mas. " Ucapku.
Dia menggelengkan kepalanya.
" Baru sadar sudah bandel iya. " Ucapku.
" Aku enggak mau makan pahit terus pasti rasanya hambar. " Ucapnya
" Lah iya lah namanya juga di rumah sakit kalau engga mau hambar makan sana di rumah makan padang. " Ucapku.
" Dah makan katanya mau bantah aku, kalau mau bantah aku itu harus makan dulu biar bisa punya energi lah ini masih lemas terus enggak mau makan tapi mau bantah ku. Enggak akan bisa mas. " Ucapku lagi.
" Sekarang mas makan nanti kalau sudah sembuh baru deh mas bisa bicara atau jelasin apa yang terjadi. " Ucapku ke mas adnan
Aku sengaja untuk jutek atau ketus ke mas adnan karena aku sekarang mau mas adnan sembuh dulu.
Untuk masalah itu kita bisa bicara lagi nanti kalau kondisi mas adnan sudah membaik dan sudah di perbolehkan pulang.
Aku menyuapini mas adnan dan selesai makan aku langsung membantu mas adnan untuk meminum obat nya.
__ADS_1
Author :" Sengaja aku buat pendek karena aku mau buat Adnan Pov oke. Stay tune terus iya kalian.
Salam cinta dari author. "