Dosen Killer

Dosen Killer
Part 63 | ANUM?


__ADS_3

Pagi ini sesuai yang di katakan bunda yang bilang kalau abang akan memperkenalkan seseorang kepada kita.


Aku hanya berharap ini semoga tidak terjadi lah dan ini semoga jodoh yang allah berikan ke abang.


" Assalamualaikum. " Ucap Bang Satria yang baru saja datang.


Aku melihat cewek yang di bawa bang satria.


Anum,


Aku engga salah lihat kan.


" Eum oke kenalin ini calon istri abang. " Ucap Bang satria.


" Anum?. "


" ya Anum dia wanita yang akan pilih untuk menemani abang selama nya. " Ucap Bang satria.


" Tunggu-tunggu gimana cerita kalian bisa pacaran terus memutuskan untuk menikah. " Tanya ku.


" Panjang cerita nya, abang harap kamu menerima keputusan abang. " Ucap Bang Satria.


" Oh jelas jangan di tanya lagi, afifah akan merestui tapi ingat kalian punya hutang cerita ke aku. " Ucapku.


" Biar Anum yang akan menjelaskan ke kamu karena kalian kan pasti ngerumpi. " Ucap Bang Satria.


" Sayang. " Ucap Anum malu-malu.


" Walah bunda mah setuju sekali bang sama pilihan mu. Nak Anum kan sudah dekat sekali sama bunda karena adek mu. " Ucap bunda.


" Makasih tante, aku diterima baik sama tante." Ucap Anum.


" Jangan tante bunda saja. " Ucap bunda ke Anum.


" Tuh panggil saja bunda. " Ucap ku menggoda anum.


Anum tampak seperti malu-malu sekali. Aku tidak menyangka Anum akan jadi kakak ipar ku.


" Ih Afifah. " Ucapnya.


" Apa kakak ipar ku. " Ucapku sengaja menggoda nya.


" Sayang sudah kasian tuh Anum nya. " Ucap Mas Adnan.


Lalu kita ketawa bareng


" Dah ah kita yang cowok misah yuk pasti cewek-cewek ribet. " Ucap Bang satria.


Oh iya ayah belum pulang iya karena sedang dinas 3 hari ini.


" Apa si bang engga jelas banget. " Ucapku.


Abang dan mas adnan memisahkan diri ke belakang entah lah mereka berbicara apa.

__ADS_1


" Eum bunda aku boleh ngobrol sebentar sama Anum?. " Tanya ku.


" Silahkan sayang, bunda juga mau ke kamar." Ucap bunda.


Bunda langsung ke kamar.




Aku menatap anum penuh tanya



" Afifah apa si ngeliat nya begitu banget aku jadi salah tingkah tau. " Ucapnya.



" Jelasin ke aku gimana kamu sama abang bisa pacaran dan memutuskan untuk menikah. " Ucap ku yang meneror dia dengan pertanyaan itu.



Karena sejujur nya aku sudah sangat penasaran sekali dengan cerita nya.



" Eum waktu selepas menolong abang, abang menemui ku dan meminta ku untuk menjadi teman cerita nya. Mulai lah dari situ hubungan aku sama abang berjalan dengan intens. " Ucapnya.




" Engga, aku sama abang hanya berteman saja mulai pacaran itu saat sebelum kamu sama pak adnan kena masalah. " Ucapnya.



" Sumpah ya num aku masih tidak menyangka loh kalau kamu sama bang satria akan berjalan seperti ini. " Ucapku.



" Asal kamu tau ya dulu saat abang terpukul ada satu pikiran di benak ku, kalau aku akan mendekatkan kamu sama abang tapi ternyata kalian berdua sudah pacaran duluan. " Sambung ku.



" Hehehe ya fah aku juga enggak menyangka ternyata kisah persahabatan kita akan berubah dan semakin dekat. " Ucap Anum.



" Sayang. " Ucap mas adnan menghampiri ku dan mencium pucuk kepala ku.



" Ya mas. "

__ADS_1



" Gabung yuk sama satria. " Ajak mas adnan ke aku dan anum.



Aku, anum dan mas adnan berjalan ke arah kolam renang untuk menemui satria.



" Engga usah canggung kali. " Ucap ku.



" Fifah ih. " Ucap Anum.



" Santai saja sayang. " Ucap bang satria ke anum.



" Ekhm untung fifah sudah punya suami jadi enggak jadi obat nyamuk bakar deh. " Ucap ku yang memeluk perut mas adnan.



" Sirik aja kamu dek. " Ucap Bang satria



" Ngapain sirik si bang, orang aku juga sudah punya yang halal. " Ucapku.



Mas Adnan mencubit hidung ku


" Oh ya bang kapan nih tanggalnya. " Tanya ku.



" Secepatnya ya nanti akan kita bicarakan kalau ayah sudah pulang. " Ucap bang satria.



Kita larut dalam obrolan sampai tiba-tiba bunda memanggil kita untuk makan dulu.



Akhirnya lalu kita semua makan dan hingga anum memutuskan untuk pulang.



Aku dan mas adnan memutuskan untuk ke kamar buat istirahat.

__ADS_1


__ADS_2