
Setelah dua hari pas kemarin Mas Adnan janji mau anterin aku jalan-jalan liat perlengkapan untuk dede.
" Yah lucu ya?." Ucapku menunjukkan topi bayi lucu sekali.

" Iyah bagus." Ucap Mas Adnan.
" Afifah boleh beli ini?." Ucapku meminta izin untuk beli dia topi ini.
" Boleh sayang." Ucap Mas Adnan.
"Afifah beli dua ya. Tapi warna nya beda ah jangan biru dua-duanya." Ucap aku.
"Terserah kamu sayang beli aja yang menurut kamu bagus dan cocok." Ucap Mas Adnan.
Setalah mendapatkan topi bayi kita muter-muter lagi melihat yang lain.
" Mas kita beli stroller nya dua ya." Ucap ku entah mengapa aku pengen beli stroller dua soalnya stroller nya lucu banget modelnya.
" Buat apa sayang kita beli dua?." Ucap Mas Adnan.
" Ih aku pengen beli dua soalnya lucu tau."Ucapku.
" Terserah mu saja lah sayang."Ucap Mas Adnan.
__ADS_1
Aku hanya diem soalnya Mas Adnan ngomong nya kayak enggak ikhlas gitu.
Mas Adnan menyadari kalau aku diem sejak Mas Adnan ngomong tadi.
'*Cup*' mengecup kening ku.
" Ambil aja sayang." Ucap Mas Adnan.
Muka ku langsung merah tersipu malu. Saat Mas Adnan mengecup kening ku.
" Ih pipi nya kenapa tuh bun merah."Ucap Mas Adnan sambil mencubit pipiku.
" Mas sakit tau."Ucapku sambil marah kepada Mas Adnan.
Kita akhirnya mengambil dua stroller bayi dua dengan model yang berbeda.
# Kafe
Kita sedang berada di kafe setelah membayar semua perlengkapan stroller baju dan yang lain-lain nya.
Stroller akan diantar ke rumah oleh kurir nya jadi kita hanya membawa baju bayi tas bayi sama topi bayi yang lucu tadi.
" Mau minum apa?." Tanya Mas Adnan.
" Air putih saja mas." Ucap ku karena diusia kandung memasuki 5 bulan dilarang minuman seperti soda, susu, dan berbau keju, yang kafein juga harus dihilangkan.
Mas Adnan langsung memesan kan makanan dan minum yang baik untuk aku konsumsi.
Makanan kita pun sampai. Aku memakan dengan lahap karena aku lapar sekali tadi pagi kita hanya sarapan dengan roti saja.
" Pelan-pelan dong bunda makan nya kamu lapar atau gimana sih bun? Kayak enggak makan satu tahun gitu." Ucap Mas Adnan.
__ADS_1
" Hehehehehe maaf mas abis aku lapar sekali." Ucapku sambil menunduk karena malu.
" Iya udah makan lagi tapi pela-pelan ya sayang." Ucap Mas Adnan sambil mengacak-ngacak kerudung aku.
" eum mas, manggil aku jangan bunda ya. Aku mau nya buna aja soalnya kalau bunda kan ada bunda masih aku di panggil bunda juga. " Ucapku.
" Buna?. "
" Ya mas buna, bagus kan. " Tanya ku.
" Ya sayang bagus. " Ucap mas adnan.
Aku tersenyum dan melanjutkan makan.
Kita pun memutuskan pulang sehabis makan, iya kita duduk sebentar baru pulang.
\# Rumah
" Taruh dimana nih bun?." Tanya Mas adnan
" Taruh situ aja mas (sambil menunjuk sofa yang ada dikamar)."
" Aduh buna capek banget ya." Ucapku yang sudah duduk ditepi ranjang.
" ya udah istirahat lagian tadi buna aktif banget di mall." Ucap Mas Adnan.
" Ih aku enggak tau kenapa jadi aktif banget tapi kadang aku merasa kayak capek nya dua kali lipat. Kalau dulu Bunda (maksudnya Bunda nya Afifah ya) mengandung aku katanya capek ya capek tapi enggak secapek aku."
" Ya udah kamu istirahat saja sini aku pijitin kakinya." Ucap Mas Adnan yang memikirkan kaki aku.
Hingga tanpa sadar aku tertidur lelap karena kecapekan aku lupa mengganti baju.
__ADS_1