Dosen Killer

Dosen Killer
Part 26 | Apakah ini cemburu


__ADS_3

Pagi ini aku sudah rapih untuk pergi kuliah dan pagi ini juga aku tidak memasak melainkan mbok tapi aku membantu mbok menyiapkan makanan di atas meja makan.


Makanan sudah siap, sekarang waktu nya aku memanggil mas adnan iya walaupun dia sudah berbohong kepada ku tapi dia tetap suami ku. Sudah seharusnya aku melayani dia.


" Biar fifah saja mbok yang panggil. " Aku mencegah mbok yang tadi nya hendak memanggil mas adnan.


Aku membantu pintu kamar dan melihat mas adnan sedang rapih-rapih.


" Mas sarapan dulu. " Ucapku.


" Iya sebentar. " Ucap Mas Adnan, aku melihat mas adnan tampak kesulitan memakai dasi nya.


Pagi ini memang mas adnan tidak mengajar tetapi dia akan pergi ke kantor.


Aku berjalan mendekat ke arah mas adnan


" Sini aku bantu. " Ucapku yang langsung membantu memakaikan dasi nya.


Aku sudah selesai memakaikan dasinya tapi tiba-tiba mas adnan mendekat ke wajah ku lalu dia mencium kening ku.


" Tetap percaya iya sama aku. " Ucapnya.


Sejujurnya aku tidak butuh ucapan itu aku hanya ingin kejujuran dari mas adnan bukan kebohongan.


Meski aku belum menyatakan rasa cinta ku tapi aku tidak suka sama orang yang berbohong karena bagiku sekali berbohong akan terus berbohong.


Orang yang sudah berbohong sulit untuk di percaya lagi karena semua ucapan yang di lontarkan akan terus mengeluarkan kalimat yang berbohong.


Untuk sekarang aku memilih diam dan tersenyum saja.


" Aku tunggu di meja makan. " Aku langsung keluar kamar dan memilih menunggu mas adnan di meja makan saja.


Kita semua makan dengan suasana hening, selesai makan aku yang biasa nya mencuci piring tapi pagi ini tidak karena aku harus buru-buru ke kampus.


Ketika aku hendak memesan ojek online, mas adnan mencegah ku dan berkata " biar aku yang antar kamu. "


# Kampus


Sesampainya di kampus, aku seperti biasa mencium tangan mas adnan dan mas adnan langsung pergi ke kantor.


Hari ini aku mengikuti dua mata kuliah tapi aku pulang lebih awal.


Jam 12:00 wib aku sudah keluar dari kampus.


Aku kepikiran untuk ke kantor mas adnan tapi sebelumnya aku ingin memesan makanan terlebih dahulu untuk mas adnan.


Aku tau mas adnan pasti belum makan siang jadi aku berniat membelikan makan siang untuknya meski semarah apapun aku, aku tetap memikirkan kesehatan mas adnan. Aku tidak mau mas adnan sakit karena terlambat makan.

__ADS_1


Aku membuka aplikasi yang bisa memesan makanan secara online. Aku memesan makanan kesukaan mas adnan.


Tak lama kemudian makanan yang ku pesan sampai dan aku langsung memesan ojek online untuk pergi ke kantor mas adnan.


# Kantor


Setiba nya aku di kantor mas adnan, aku menanyakan keberadaan mas adnan ke resepsionis kantor.


" Pak Adnan nya ada?. " Tanya ku.


" Oh pak adnan nya ada bu, ibu langsung ke ruangannya saja. " Ucap nya.


" Baik kalau gitu saya ke atas, makasih iya." Ucapku sambil tersenyum.


Aku langsung berjalan menuju lift dan menekan tombol lift menuju ruangan mas adnan.


Setiba nya aku di depan ruangan mas adnan, aku melihat pintu ruangan mas adnan sedikit terbuka. Sebelum aku masuk ke dalam, aku sedikit mengintip.


Tapi, aku mendapat kejadian yang tidak mengenakan. Aku melihat wanita yang pernah aku jumpa di rumah sakit waktu itu dan wanita itu sedang mencium bibir mas adnan.


Tanpa menunggu lama aku langsung berjalan ke bawah menuju resepsionis untuk menitipkan makanan ini.


" Mbak, saya titip ini untuk mas adnan kalau dia bertanya dari siapa bilang saja dari istrinya. " Ucapku.


" Kenapa tidak ibu saja yang langsung kasih ke pak adnan nya?. " Tanya nya.


" Baik bu nanti saya sampaikan ke pak adnan. " Ucapnya.


Aku hanya tersenyum dan berjalan buru-buru untuk keluar kantor. Aku memesan taksi online tapi tidak untuk pulang ke rumah melainkan singgah di suatu tempat yang sangat aku suka.


Taman,


Iya sekarang aku sedang berada di taman dan aku sengaja mematikan handphone ku. Aku memandangi sekitar taman dan tanpa aku sadari air mata ku jatuh.


Adnan Pov


Ketika aku sedang sibuk mengecek dokumen tiba-tiba Delisa datang ke kantor dan langsung mencium aku, dan bukan mya aku menerima tapi aku berusaha menolak tapi Delisa terus memaksa. Aku sangat kaget, lama Delisa mencium aku.


" Del kamu ngapain sih!." Ucapku sedikit meninggikan suaraku.


" Kamu membentak aku, tega kamu Nan! Aku kangen sama kamu." Ucap Delisa.


" Aku minta maaf Nan soal yang dulu." Ucap nya.


"Arghh sudah lah Del aku pusing jadi aku mohon kamu pergi dari ruangan ku SEKARANG!." Delisa langsung keluar dari ruangan ku.


Aku berniat mencari makan siang ketika aku keluar.

__ADS_1


" Pak Adnan. " Panggil sinta yang merupakan resepsionis di kantor abi.


" Iya ada apa?. " Tanya ku.


" Eum ini pak ada titipan makanan dari ibu afifah. " Ucapnya.


Aku sangat kaget saat mendengar afifah tadi kekantor.


" Ibu Afifah? terus afifah nya kemana sekarang?." Tanya ku.


" Tadi ibu afifah tampak seperti buru-buru pak." Ucap Sinta.


" Loh dia enggak kamu suruh ke ruangan saya saja?. " Ucapku.


" Tadi saya sudah suruh Bu Afifah keruangan bapak dan Bu Afifah sudah keruangan bapak tapi dia keluar lagi dan menitipkan ini ke saya." Jelas Sinta.


Afifah sudah keruangan ku.


Ah jangan-jangan dia melihat adegan tadi. Oh shit! jangan sampai salah paham lagi.


Aku berusaha menelepon afifah tapi tidak bisa handphone nya mati jadi aku memutuskan untuk pulang ke rumah.


Sesampainya aku di rumah aku langsung menanyakan keberadaan afifah ke mbok tapi mbok bilang afifah belum pulang.


Aku terus mencoba menghubungi nya tapi tidak diangkat bahkan handphone nya mati. Aku memutuskan untuk mencari nya lagi.


" Kamu kemana fah?. " Gumam ku.


Aku teringat ucapan bunda nya afifah yang pernah bilang kalau afifah sedang bersedih atau ingin sendiri biasanya dia akan pergi ke taman.


Tanpa lama aku langsung menancapkan gas mobil ku menuju taman.


Taman yang pertama aku tidak menemukannya, akhirnya aku terus mencari di taman lain.


Semua taman sudah ku telusuri tapi aku tetap tidak menemukan keberadaan afifah.


Karena sudah lelah aku memutuskan untuk pulang saja, bukan karena aku tega tapi memang aku sudah lelah. Aku memilih mencari nya nanti setelah rasa lelah ku hilang.


Aku berharap Afifah akan baik-baik saja. Sesampai nya di rumah aku langsung naik ke kamar untuk bersih-bersih.


Karena hingga detik ini afifah belum pulang, aku memutuskan untuk sholat berjamaah di masjid saja.


Part ku sampai disini saja iya kalau kalian mau lebih minta sama author nya oke.


Sampai bertemu di part afifah apa yang terjadi antara aku dan afifah.


See you :)

__ADS_1


__ADS_2