Dosen Killer

Dosen Killer
Part 33 | Membahas Konsep Resepsi °3


__ADS_3

Pagi ini agenda kita adalah fitting gaun sama mau cobain catering saja.


" Mas bangun hey. "


" Mas. "


Mas adnan masih tidak bangun juga dia tidur lagi tadi sehabis sholat subuh sudah ku bilang jangan tidur lagi eh malah tidur lagi. Jadi susah bangun kan kayak sekarang.


" Mas. "


" Eughh. " Lenguhan mas adnan.


Aku melihat mas adnan sudah membuka matanya jadi lebih baik aku lanjut membantu bunda saja.


Tapi tangan ku ditahan olehnya " Morning kiss nya mana. " Ucapnya.


Mas Adnan kenapa jadi mesum begini sejak malam itu.


" Fah ko malah diam, mana?. "


Aku cium saja pipinya


" Ko pipi sih kan mau nya bibir. " Mas Adnan protes


" Fah ko diam, ayo. "


" Ah iya. "


" Iya sudah nih mas contohkan seperti ini. "


Eghhh


Setelah mencium bibir ku singkat mas adnan langsung ngacir ke kamar mandi.


Kayaknya sekarang otaknya mas adnan perlu di ruqiah deh.


Sudah lah iya daripada memikirkan otak mas adnan yang gesrek lebih baik ku siapkan baju dia saja.


Setelah menyiapkan baju, aku memilih untuk keluar kamar saja dan membantu bunda.


" Bun sini biar afifah bantu. " Ucapku.


Aku melihat mas adnan baru saja turun dari tangga dan langsung membaur sama ayah dan bang satria yang kebetulan sedang libur.


" Ayah, bang satria, nak adnan makan dulu yuk." Teriak bunda kepada mereka yang sedang asik mengobrol.


Kita pun makan setelah makan ayah membahas soal ini " kamu kan sudah selesai kuliah, apa mau kerja atau gimana?. " Tanya ayah ke aku.


" Eum, aku masih bingung yah lagian aku juga belum bicara ini ke mas adnan. " Ucapku melirik ke arah mas adnan.


" Kayaknya si adnan mau jadiin afifah sekretaris di kantor abi saja deh yah, kebetulan sekretaris yang sekarang akan mengundurkan diri karena katanya mau fokus ke keluarganya. " Ucap Mas Adnan.


What?!


Oke aku akan mengurus keperluan dia di kantor dan di rumah.


" Gimana Fah kamu menerima tawaran suami mu?. " Tanya ayah.


" Insya allah fifah terima iya tapi fifah masih butuh bimbingan mas adnan mengenai itu semuanya. " Ucapku.


" Tenang sayang aku bantu ko." Ucap mas adnan mengelus kepala ku.


" Duh dek kalau mau uwuw jangan di depan abang bisa kan. " Ucap bang satria.


" Iya elah jomblo sirik aja. " Ucapku.


" Abang sudah enggak jomblo dek tapi abang lagi ldr sama calon abang. " Ucap Bang satria.


" Sejak kapan abang punya calon? Ko enggak bilang afifah. Abang sekarang gitu oke afifah cukup tau. " Ucapku.


" Lebay kamu dek, memang abang belum cerita dan niatnya bulan ini abang akan kenalin dia kalau dia pulang ke jakarta. " Ucap Bang Satria.


" Kenal dimana bang?. " Tanya ku menginterogasi bang satria.


" Di bandung waktu abang dinas di sana." Ucap Bang satria.


" Dia baik kan bang? terus dia kaya apa bang?. " Aku meneror semua pertanyaan ke bang satria.


" Astagfirullah Fah kamu tuh iya kalau nanya satu-satu. " Ucap Bang satria.

__ADS_1


" Iya aku engga mau iya abang tersakiti abang kan sering di sakitin terus sama wanita." Ucap ku.


" Posesif sekali kamu dek. "


" Bukan posesif bang, afifah cuman enggak mau abang tersakiti. Salah Afifah begini ke abang?." Ucapku.


" Tapi jangan posesif juga dek. " Ucap Bang Satria.


" Iya sudah afifah minta maaf kalau salah, kalau gitu mas kita jalan aja sekarang deh. " Ucapku yang entah kenapa mood ku sedang naik turun tidak jelas sekali.


Gampang tersinggung aku tuh sekarang entahlah.


" Dek. " Panggil bang satria.


Aku tidak menjawab, aku menarik tangan mas adnan untuk pamit ke bunda sama ayah.


# Di mobil


" Fah. " Panggil mas adnan, aku menengok kearahnya.


" Kamu jangan seperti kaya tadi iya, terserah abang mu mau memilih pilihan seperti apa. " Ucap mas adnan.


" Tapi mas afifah cuman mau___." Ucapan ku terpotong oleh mas adnan.


" Mas tau, afifah cuman engga mau bang satria tersakiti. Mas tau afifah cuman mau terbaik untuk bang satria, mas ngerti ko cuman kita tidak boleh memaksakan kehendak dia atas pilihan dia sendiri. " Ucap mas adnan.


Apa aku salah,


aku cuman mau yang terbaik untuk bang satria saja ko tidak lebih.


" Sayang, mas yakin istri mas mengerti akan ucapan mas tadi. " Ucap Mas Adnan.


Setelah ucapan itu kita sama-sama saling diam.


# Butik


" Assalamu'alaikum tante lily. " Ucap ku


" Assalamu'alaikum. " Ucap mas adnan tersenyum.


" Walaikumsalam, eh kalian. " Ucap Tante lily.


Aku emang dekat sekali sama semua orang yang ku rasa baik.


" Baik sayang, kamu sendiri gimana?. " Tanya tante lily.


" Baik tante, ini juga aku mau fitting baju lagi untuk acara resepsi. " Ucapku.


" Walah sudah mau resepsi saja. Oh iya tante minta maaf iya waktu akad tidak datang padahal diundang. " Ucap tante lily.


" Iya tante engga apa-apa. Oh iya fifah juga mau undang tante untuk datang ke acara resepsi nanti. Fifah harap datang iya. " Ucapku.


" Pasti sayang tante akan usahain itu. " Ucap Tante Lily.


" Sekarang fifah mau fitting baju bisa kan?. " Tanya ku.


" Bisa dong sayang. Ayo sini ikut tante. " Ajak Tante lily untuk ke meja.


Aku dan tante lily asik membahas mengenai gaun sedangkan mas adnan asik duduk di sofa dengan handphone nya.


Karena seperti yang kita tau kepribadian mas adnan akan berbeda diluar ketika dia bertemu orang yang tidak begitu dekat. Dia akan berbeda ketika dia bertemu sama orang yang di kenal dan dekat ke dia. Sifat dia menghangat tidak se cuek ini.


" Mas ko diam saja ini mau yang mana?. " Tanya ku.


Untuk kali ini aku tidak mendesain sendiri melainkan memakai konsep yang ada di butik tante lily.


" Mas terserah mu saja sayang. " Ucapnya.


Iya sudah kalau gitu aku memilih nya sendiri.


" Sayang bunda nelepon nih. " Ucap mas adnan karena aku menitipkan tas dan handphone ku.


" Sebentar iya tante. " Ucapku.


" Iya sayang. " Ucap tante lily tersenyum kearahnya.


Aku mengangkat telepon bunda, bunda berbicara mengenai catering karena tadi umi mengabari kalau sudah akan sampai di rumah jadi aku dan mas adnan harus segera pulang.


" Eum tante kayanya fifah pilih ini saja deh. " Ucapku.

__ADS_1


" Wah ini sangat cocok untukmu, baik kita ukur dulu iya. " Ucap tante lily


Aku dan mas adnan disuruh untuk ukur lingkar pinggang kita.


" Eum tante, afifah disuruh pulang sekarang. Jadi makasih banget tante atas bantuan nya. " Ucapku.


" Sama-sama sayang, tante senang membantu kalian. Semoga lancar sampai hari H iya. " Ucap Tante Lily.


"Makasih tante, oh iya jangan lupa datang loh tante. Fifah sama mas adnan tunggu loh kehadiran tante. " Ucapku


" Hehehe iya sayang insya allah tante akan usahain datang untuk pasangan ter so sweet ini. " Ucap ku.


" Ah tante bisa aja, kalau gitu fifah sama mas adnan pamit iya. Assalamua'alaikum tante. " Ucapku.


" Mari tante. " Ucap mas adnan sambil tersenyum.



\# Rumah



Kita percepat saja iya karena tidak ada obrolan sama sekali tadi di mobil.



" Sini nak. " Ucap bunda



" Umi mana bun?. " Tanya ku.



" Ada lagi di belakang lagi ngobrol sama orang catering. " Ucap bunda.



Aku melihat bang satria keluar dari kamar, aku memilih diam saja dan tidak menatapnya.



Bukan aku marah cuman aku enggak mau beradu pendapat lagi. Lagian kan daripada aku bersuara tar malah ribut lagi.



" Eh adnan, fifah sini cobain makanannya dulu." Ucap umi yang datang dari belakang.



" Ah iya umi. " Ucapku yang langsung bangun dari tempat duduk sedangkan mas adnan masih duduk di sofa.



" Silahkan nak sana cobain. " Ucap bunda menyuruh mas adnan untuk bangun dan cobain menu hidangan.



" Ah iya bun nanti saja adnan masih capek lagian gantian tuh masih penuh. " Ucap Mas Adnan.



" Iya sudah kalau gitu. " Ucap bunda.



" Eh sat. " panggil mas adnan.



Bang satria menengok kearahnya


" Bunda, adnan mau berbicara sebentar sama satria jadi maaf nih adnan tinggalin bunda sendirian disini. " Ucap mas adnan.



" iya nak silahkan. " Ucap bunda.


__ADS_1


Aku melihat mas adnan mengajak bang satria keluar entah lah mereka berbicara apa.


__ADS_2