
Setelah menyelesaikan tugas ku, aku membersihkan diri karena sudah berkeringat sekali.
" Mas Adnan kemana iya ko dari tadi enggak kelihatan. "
Aku berniat mencari Mas Adnan di ruang tengah.
" Mbok. " Panggil ku saat melihat mbok sedang dihalaman belakang.
" Iya Non ada apa?. " Tanya Mbok.
" Heum Fifah mau tanya apa Mbok lihat Mas Adnan?. " Tanya ku.
" Loh dari tadi mbok enggak lihat Aden eum mbok kira aden sama non. " Ucap Mbok sum.
Aku menggelengkan kepala ku. Aku berpikir mungkin Mas Adnan sedang di ruangan pribadi itu.
" Iya sudah mbok Fifah balik lagi ke kamar iya. " Ucapku.
Ketika di atas aku menengok kearah ruangan itu.
" apa aku harus masuk keruangan ini ya? lagian apa si isi nya aku penasaran sekali. " Gumam ku.
Entah setan apa yang merasuki ku menyuruhku untuk masuk ke ruangan itu.
Aku membuka sedikit pintunya dan kelihatan tampak sepi tidak ada orang.
" ruangan yang cukup nyaman. " gumam ku.
Aku berjalan menyusuri ruangan, melihat semua barang-barang yang ada disini tapi tiba-tiba aku mendengar pintu kebuka.
" Ngapain kamu disini?. " Tanya Mas Adnan sedikit dingin.
"Eum a__k__."
" Iya kamu bukan kah sudah di peringatkan jangan pernah masuk ke ruangan ini, BERANI BANGET KAMU!. "
Ucapan ku terpotong dan iya aku mendapat bentak dari Mas Adnan.
" Kalau ditanya itu jawab!. " Ucap Mas Adnan meninggikan suaranya membuat aku kaget.
Air mata ku hampir saja lolos.
__ADS_1
" Bisu kamu hah?!. " Ucapnya lagi.
Aku keluar dari situ dan lari untuk menumpahkan air mata ku.
" Hikss afifah bodoh sekali. " Ucapku sesenggukan.
Kini aku sedang berada di balkon kamar.
Hari semakin malam tapi Mas Adnan tak kunjung masuk ke kamar bahkan aku tak melihat dia sehabis kejadian tadi.
" Bunda Afifah kangen bunda. " Ucapku mencurahkan isi hati ku kepada langit dan angin yang berhembus.
" Non. " Panggil Mbok dari luar.
Aku berjalan ke arah pintu sambil menghapus air mata ku.
" Iya Mbok ada apa?. " Tanyaku.
" Makanan sudah siap Non, mari kita makan Non. " Ucap Mbok Sum.
" Iya mbok sebentar Fifah mau ambil handphone dulu. " Ucapku.
" Baik Mbok permisi. " Ucap Mbok yang langsung pergi ke ruang makan dan aku berjalan ke arah nakas untuk mengambil handphone ku.
" Mbok. " Panggilku dari tangga.
" Iya Non?. "
" Mas Adnan sudah makan?. " Tanyaku.
" Aden masih di ruangannya Non. " Ucap Mbok.
Aku hanya diam saja.
" Mau Mbok panggilkan?. " Tanya Mbok.
" Eum enggak usah mbok biar fifah saja. " Ucapku yang balik ke atas menuju ruangan itu.
Kali ini aku hanya mengetuk pintu saja tidak masuk ke dalam.
tok tok tok
" Mas. " panggilku sekali
__ADS_1
" Mas. " panggilan ku untuk kedua kali.
Ketika ku ingin memanggilnya lagi, pintu nya tiba-tiba ke buka.
" Ada Apa?. " Tanya nya dengan nada dingin.
" Eum fifah mau ajak mas makan. " Ucapku, dia tidak menjawab melainkan dia menutup pintu dan pergi meninggalkan ku yang mematung ini.
Ah sudahlah,
Aku pun turun ke ruang makan dan ternyata mas adnan sudah di sana.
Mbok pun menyiapkan semuanya ketika mbok ingin pergi.
" Eum mbok sudah makan?. " Tanyaku.
Mbok menggelengkan kepalanya
"Kalau gitu mbok makan bareng kita aja. " Ajak ku karena aku tau aku dan mas adnan akan saling diam-diaman pasti canggung sekali.
Mbok pun yang awalnya menolak tapi sekarang akhirnya menerima ajak kan ku.
Selesai makan aku membantu mbok membereskan sisa makanan dan mas adnan entahlah dia kemana.
" Mbok, Fifah izin ke kamar iya. " Ucapku.
" Iya non. "
Hari cukup melelahkan untuk ku dan hari ini juga untuk pertama kalinya mas adnan membentak ku saat kita suami istri.
Adzan Isya pun berkumandang aku bergegas mengambil wudhu, aku menunggu mas adnan untuk sholat bareng tapi nyatanya mas adnan tak kunjung datang.
Iya sudah lah aku sholat sendiri saja.
Selesai sholat aku membaca Al-Qur'an untuk mendamaikan suasana hati dan suasana yang sedang terjadi.
Setelah itu aku merapihkan perlengkapan sholat dan Al-Qur'an yang aku taruh di lemari.
Aku merasakan kantuk yang sangat amat jadilah aku memilih untuk tidur saja.
Belum lama aku tidur, aku merasakan suara decitan kasur. Aku tau Mas Adnan merebahkan diri di kasur tapi aku memilih untuk pura-pura tidur saja.
Cukup lama hingga akhir nya aku mendengar deru nafas tidur mas adnan, aku membalikkan diri menghadap mas adnan.
__ADS_1
" Maaf Fifah mas. " Ucapku lirih. Akhirnya aku menyusul mas adnan dalam mimpi.