Dosen Killer

Dosen Killer
Part 65 | Wedding Delisa


__ADS_3

Hari ini Delisa akan berganti status menjadi nyonya Mario Bramanstya.


Aku sudah tiba di ruang make up sejak subuh tadi soalnya akad akan dimulai jam 7 pagi.


Aku melihat Delisa gelisah sejak saat di make up sampai saat ini karena acara akan dimulai 1 jam lagi. Delisa dikasih wejangan oleh ibunda nya.


Terlihat sekali dari raut wajah Delisa dia sangat gelisah karena aku di minta sama Delisa untuk menemani nya di ruang make up.


" Eum maaf mempelai pria sudah tiba dan sebentar lagi acara akad akan dilaksanakan." Ucap Mas Adnan yang datang.


" Baik Mas."Ucapku yang sekarang mencoba untuk tidak membuat Delisa gelisah dan panik lagi.


" Atur nafas Del, aku tau emang susah tapi aku pernah ada diposisi kamu." Ucap ku dan Delisa mengikuti perintah aku dia mengatur nafas nya.


Tidak lama kemudian.


" Acara akan dimulai." Ucap Mas Adnan.


Aku mendengar Mario mengucap ijab kabul begitu lantang dan benar karena bagi mario ini pengalaman kedua kali nya dia berucap ijab kabul.


"Bagaimana para saksi." Ucap penghulu.


"Sah"


"Sah"


"Sah"


Ketika terdengar kalimat sah air mata Delisa tumpah.


" Sttts jangan nangis nanti make up nya luntur."Ucap ku.


Delisa tertawa dengan tersendat-sendat karena dia tertawa sambil menangis.


Delisa sedang di touch up make up nya karena tadi luntur.


Setelah itu aku ibu berserta adek nya kita membawa Delisa menuju acara akad.


Delisa sudah duduk kita bantu karena gaun yang digunakan sangat panjang.


Setelah mendudukkan Delisa aku duduk didekat Mas Adnan.


Delisa dan Mario menandatangani surat nikah mereka berdua ketika Delisa berdiri aku hendak membantu namun Mas Adnan melarang.


" Sudah duduk saja lagian kan ada yang bantu kamu jangan terlalu capek nanti sakit lho kamu dan dede." Ucap Mas Adnan.


Aku tidak bisa membantah.


Tiba saatnya kita diperbolehkan memberikan ucapan selamat ke mempelai pengantin.

__ADS_1


" Wah Delisa Mario selamat ya." Ucapku.


"Selamat ya Mario semoga pernikahan kalian sakinah mawaddah warohmah. "Ucap Mas Adnan.


"Amin."


" Semoga ini menjadi pilihan terakhir kamu ya iyo. " Ucapku


" Amin Fah, makasih sudah datang. " Ucapnya.


Aku senang sekali mereka terlihat bahagia kalau dulu aku melihat ini mungkin saja aku akan marah dan kecewa tapi tidak dengan sekarang aku malah bahagia sekali.


" Tante. " Ucapku


" Afifah?. " Tanya mama nya mario


" Ya tante ini aku, walah ternyata yang delisa dan mario ceritakan kalian toh. " Ucap mama nya mario.


" Ya tante. " Aku tersenyum saja.


" Wah kamu sedang hamil, sudah berapa bulan sayang?. " Tanya mama mario


"Jalan 5 bulan tante." Ucapku.


" Walah sudah besar toh. " Ucap nya


" Om selamat ya. " Ucap ku menyalami bapaknya mario.


" Iya om. " Ucap ku dan mas adnan yang lalu turun dari panggung pengantin.


" Kamu mau makan apa?. " Tanya mas adnan


" Buah saja mas. " Ucapku karena aku yakin pasti yang ada tuh makanan ringan saja.


Untuk yang berat sedang di persiapkan karena itu akan jadi menu hidangan di resepsi yang di langsungkan jam 11:00 WIB.


" Kamu tunggu sini biar Mas yang ambilkan." Ucap Mas Adnan yang menyuruh aku diam dan duduk disini biar dia yang mengambil kan.


Mas Adnan kembali dengan membawa makanan ringan di satu tangan nya.


Mas Adnan mengasih makanan yang ada ditangan nya ke aku.


" Mas ko enggak ngambil?."


" Tar saja Mas gampang ko." Ucap Mas Adnan yang sedang menatap aku.


" Makan berdua saja nih aku enggak habis soalnya banyak banget." Ucapku


" Sudah buat kamu saja. " Ucap mas adnan yang masih kekeuh menolak.

__ADS_1


Mas Adnan menggelengkan kepala.


"Mas."


" Aaa jangan bandel deh. " Ucapku


Akhirnya aku menyuapi ni  Mas Adnan dan dia pun  membuka mulut nya.


" Nah gitu dong goodboy. " Ucapku.


" Loh emang mas doggy apa. " Ucapnya.


" Eh mana ada aku bilang gitu. " Ucapku


lalu mas adnan menggelitikkan perut ku.


"Uhuk."


Tiba-tiba aku keselak.


" Sebentar." Mas Adnan langsung lari mencari air putih.


" Nih makanya hati-hati dong Bunda." Ucapnya.


" Maacih mas adnan. " Ucapku.




Sekarang sudah tepat jam 11 aku dan Mas Adnan disuruh ikut iringan pengantin untuk masuk kedalam gedung.



Delisa sangat cantik sekali dan Bram sangat tampan mereka serasi menggunakan baju dodotan khas Solo.



Aku Mas Adnan dan rombongan lain mengantarkan sampai didepan panggung pengantin saja.



Acara resepsi digelar sampai sore.



Aku dan Mas Adnan pamit lebih dulu karena kaki aku sudah sangat sakit sekali.


__ADS_1


Entah kenapa ya semenjak hamil kaki ku sangat nyeri sekali kalau berlama-lama berdiri.


__ADS_2