Dosen Killer

Dosen Killer
Part 30 | Dinner Kelulusan Sidang


__ADS_3

Tak terasa aku sudah mau sidang saja.


Sudah 2 bulan bahkan hampir 3 bulan aku menjalani skripsi ku. Yupz jangan tanya kenapa lama banget itu semua ulah nya Mas Adnan dia selalu aja killer ketika di kampus. Dia seperti tidak mengenal aku ketika di kampus dia menyamakan aku dengan mahasiswa lain ya aku tau harus profesional sih namun menyebalkan juga lama-lama.


Iya hari ini aku harus sidang.


" Hari kamu sidang ya? Bismillah jangan lupa baca doa dulu ya." Ucap Mas Adnan.


" Eum, Iya semoga saja nih dosen tidak merepotkan atau menyusahkan ku pakai segala acara killer begitu issh. " Gerutu ku dalam hati.


" Aku engga akan menyusahkan kamu ko dan aku begitu bukan semata-mata jaga image begitu melainkan aku tidak mau kamu manja karena mentang-mentang aku suami mu. Aku mau kamu lulus dengan di nilai yang kamu peroleh dengan segala perjuangan mu tanpa memandang aku sebagai suami mu tapi hanya sebagai dosen pembimbing. " Ucap Mas Adnan yang panjang sekali karena dia mendengar aku menggerutu dalam hati.


" Iya sudah sekarang kamu ambil tas mu sama skripsi mu, kita jalan sekarang daripada kamu telat kan kamu jadi engga mempersiapkan semuanya. " Ucap Mas Adnan.


Aku mengambil tas dan skripsi ku di atas meja ruang tamu karena memang sudah aku siapkan cuman tadi kan sarapan dulu jadi aku tinggal di situ deh.



\# Kampus



Setiba nya di kampus rasa nya engga karuan deh.


" Jangan lupa bismillah berdoa minta sama allah semoga di mudahkan semuanya. " Ucap Mas Adnan.



Aku tersenyum lalu mencium tangan mas adnan dan keluar dari mobil.



Aku berjalan menuju lorong untuk ke ruangan sidang dan rasanya semakin tambah enggak karuan.



Anum dipanggil duluan untuk masuk dan disitu aku terus memanjatkan doa tiada henti.



" Afifah Afsani. " Aku dipanggil bertepatan dengan Anum keluar dari ruangan itu.



" Jangan lupa bismillah Fah. " Ucap Anum yang terus menyemangatin aku sejak tadi. Aku pun mengetuk pintu nya, pemandangan yang pertama ku lihat adalah wajah mas adnan di meja tengah.



Aku memejamkan mata menarik nafas lalu mempresentasikan skrip ku. Aku berusaha setenang dan rileks selama sidang.



" *Alhamdulilah. " Ucapku dalam hati*.


Akhirnya aku selesai juga presentasi tinggal menunggu keputusan dosen apa mereka meluluskan aku atau tidak.



Aku dan Anum di suruh menunggu satu jam. Anum dipanggil terlebih dahulu dan keputusan dosen untuk meluluskan Anum dengan predikat Cum Laude.



Aku terus berdoa hingga nama ku di panggil


" Afifah Afsani. "



" Saya bu. " Aku pun disuruh masuk kembali keruangan, aku menunggu keputusan dosen tapi tidak sia-sia akhirnya mereka meluluskan aku dengan predikat Cum Laude juga.



" *Alhamdulilah*. "


Tiada henti ku ucapan syukur kepada sang pemilik segalanya.



Aku dipersilahkan untuk keluarga, satu hal yang aku lakuin ketika di suruh keluar yaitu langsung memeluk Anum.



Betapa bahagia aku dan Anum sekarang tak bisa di jabarkan. Perjuangan kita tidak sia-sia.



Aku lulus dengan perjuangan ku sendiri tanpa ada urusan campur tangan mas adnan. Jadi, bagi kalian yang bilang alah itu di bantu mas adnan. Oh tidak benar itu ferguso anda salah sekali.


Selama skripsi mas adnan mana mau tau sudah sampai mana skripsi dia hanya memberi semangat ke aku saja.



*Tring tring*


Satu pesan masuk dari mas adnan. Aku melepaskan pelukan aku dari Anum.



" Bentar Num, aku balas pesan dari mas adnan dulu. " Ucapku.



![](contribute/fiction/1561628/markdown/15449644/1606892480264.jpg)



Seperti itu isi pesan dari Mas Adnan.



" Anum."



" Iya Fah, ada apa?. " Tanya Anum.



" Eum, Kayaknya aku harus duluan deh soalnya Mas Adnan sudah di parkiran. " Ucapku.



" Iya sudah kamu ke sana sekarang deh daripada kena omel bapak dosen a. k. a suami mu fah. " Ucap Anum yang menggoda ku karena kalau bahas suami entah kenapa aku tersipu malu gitu.

__ADS_1



" Ishh Anum. " Aku melotot ke arah Anum.



" Ampun ibu dosen. "



" Sudah lah Num, aku pamit. Assalamu'alaikum. " Ucapku yang sambil mengambil tas ku.



" Waa'alaikumsalam. "



\# Dalam Mobil


Seperti biasa kalau ketemu sama Mas Adnan atau mau mengobrol pasti harus di mobil.



" Assalamu'alaikum. " Sapa ku ketika membuka pintu mobil, aku menutup nya terlebih dahulu sebelum mencium tangannya.



" Wa'alaikumsalam . " Bersamaan dengan aku mencium tangan Mas Adnan.



" Ada apa mas?. " Tanya ku yang langsung to the point.



" Iya elah sabar apa Fah." Dia memberi jeda pada ucapannya.



" Eum, nanti malam gimana kita dinner?. " Ajak mas adnan.



" Iya allah mas cuman ngomong gini aja kan bisa lewat chat mas. " Ucapku.



" Tapi mas mau nya langsung. " Ucap mas adnan.



" Alah tumben sekali kamu mas biasanya apa-apa chat. " Ucapku.



" Astagfirullah berdosa sekali kamu Fah kamu solimi aku. " Ucap Mas Adnan yang alay entahlah aku bingung kenapa dia.



Aku tau ucapan itu sering aku dengar iya itu lagi marak di kalangan anak remaja.




" Gara-gara kamu. " Ucap Ms Adnan yang malah nyalahin aku huh! menyebalkan.



Tapi iya sih sedikit aku agak alay hehehe, eh tapi bukan anak layangan iya. Apa si Afifah enggak jelas sekali kamu.



Lanjut.,


" Dih mas malah nyalahin fifah. " Ucapku memutarkan mata jengah ku.



" Mau atau enggak?. " Tanya dia, aku hanya mengangguk saja si.



" Iya sudah kita jalan sekarang. "



Jalan?


lah katanya tadi dinner ini mah lunch kali.



" Mas enggak salah jalan sekarang ini masih jam segini loh mas. " Ucapku.



" Aku mau ajak kamu ke mall dulu, lagian kamu juga sudah selesai kan. " Ucapnya.



Euum, sudahlah nurutin aja.



Mas Adnan melajukan mobil nya.



\# Mall



" Mas mau ngapain si?. " Tanya ku.



" Kamu bawel deh diem aja bisa kan. " Ucap Mas Adnan yang membawa ku entah kemana.



Kita sampai di baju store

__ADS_1



" Mas. " Aku sudah tau apa yang mas adnan akan lakuin.



" Pilih Fah buat nanti malam. " Ucapnya.



Aku menggelengkan kepala sebagai tanda aku tidak mau.



" Afifah, udah deh pilih saja. " Ucap nya.



" Mas tapi ini mubazir, kita masih banyak baju yang bisa di kenakan loh. " Ucapku.



" Fah please sekali saja iya. " Ucapnya memelas agar aku menuruti dia.



Baiklah ku turutin walau sebenarnya aku tidak suka begini. Aku melihat Mas Adnan ribet sendiri memilih baju untuknya.



" Mas, sudah deh jangan kalap begitu beli seperlu mas saja bisa kan. " Ucapku.



" Tapi Fah\_\_\_\_\_."



" Mas nurut atau engga usah saja dinner. " Ucapku sedikit mengancamnya.



" Iya iya deh mas sudah memilih baju nya. " Ucap Mas Adnan yang akhirnya mengalah.



Setelah perdebatan panjang tadi kita bayar dan memutuskan untuk pulang dulu karena kita harus mandi kalau tidak bau asem.



\# Dinner


Aku percepat saja ke saat dinner okeh karena tadi di rumah cuman mandi dan ganti baju saja.



l



![](contribute/fiction/1561628/markdown/15449644/1606892480253.jpg)



Entah apa yang sudah mas adnan persiapkan hingga seperti ini.



Suasana yang terlihat romantis ditambah dengan gelapnya sunyi malam.



" Mas. "



" Iya?. "



" Kamu buat ini untuk malam ini?. "



" Iya aku buat ini khusus untuk mu lebih tepatnya dan maaf tadi mas belum sempat ucapin ke lulusan mu karena sengaja biar sekarang mas bisa ucapin ke kamu. " Ucapnya.



Mas Adnan memberi buket bunga untuk ku lalu dia mengeluarkan kotak kecil dari saku celananya.



![](contribute/fiction/1561628/markdown/15449644/1606892480261.jpg)



**Itu untuk bunga nya**



![](contribute/fiction/1561628/markdown/15449644/1606892480270.jpg)



aku terkejut saat melihat isi dalam kotak itu yang ternyata cincin.


" Selamat iya sayang kamu sudah lulus kuliah semoga ini cukup iya sebagai hadiah untukmu." Ucap Mas Adnan.



" Mas, apa ini tidak berlebihan mas. " Ucapku.



" Tidak ada yang berlebihan untuk orang yang kita sayang Fah dan aku bukan hanya sayang sama kamu tapi aku cinta. " Ucap mas adnan.



" Aku juga cinta sama kamu mas. "


Kita menikmati malam yang romantis.


__ADS_1


Babay gais mau berduaan dulu sama mas adnan hehehe.


__ADS_2