Dosen Killer

Dosen Killer
Part 8 | Salah ucap berakibat Fatal


__ADS_3

" Fifah. " Panggil bunda dari luar kamar.


Aku bangun dari tidur ku dan membuka pintu kamar.


" Iya bun? "


" Ya allah fifah kamu belum siap-siap sebentar lagi mereka sampai loh tadi ayah whatsapp bunda. " Ucap Bunda.


" Maaf bun tadi Afifah ketiduran ya udah Fifah siap-siap dulu. " Ucapku.


" Iya sudah bunda tunggu dibawah iya. " Ucap bunda yang langsung keluar dari kamar.


Aku bersiap-siap secepat mungkin. Setelah itu aku memutuskan untuk turun ke bawah menemui bunda.


" Bun sini biar Afifah bantu. " Tawar ku.


" Assalamu'alaikum. "


Mereka pun datang ketika aku sedang membuat minuman.


" Wa'alaikumsalam. " Ucap bunda dan Bang Satria.


" Kalau gitu ayah ke kamar dulu ya ganti baju." Ucap ayah yang berlalu masuk ke kamar.


" Misi, ini minumannya. " Ucapku.


" Makasih sayang. " Ucap Umi nya Pak Adnan.


Aku duduk di samping bunda.


" Oh ya Fah soal baju tadi tante Lily bilang katanya kamu desain sendiri, bener kah?. " Tanya bunda.


" Iya bunda Afifah desain sendiri bahkan Afifah yang gambar dan kata tante Lily besok tinggal jadwal memilih pernak-pernik saja. " Ucapku.


" Wah Nak Fifah jago desain. " Tanya Umi.


" Alhamdulilah Fifah bisa bukan jago mi. " Ucapku sambil tersenyum.


Kita pun membahas untuk acaranya selanjutnya.


" Heum maaf Adnan potong tapi Adnan mau ngobrol sebentar dengan Fifah boleh?. " Tanya Pak Adnan.


" Ouh silahkan Nak Adnan. " Ucap Bunda.


" Biarin saja jeng mereka lebih akrab kan begitu. " Ucap umi.


" Ikut aku. " Ucap Pak Adnan.


ketika di Balkon


" Ada apa pak?. " Tanya ku tanpa sadar.

__ADS_1


" Jangan manggil saya Bapak"


" Tapi kan p__."


"Saya tidak pernah main-main dengan ucapan saya. Saya sudah bilang jangan manggil saya bapak, kalau kamu masih terus manggil saya bapak kamu harus siap saya nikahkan kamu besok juga." Ucapnya.


Buat ku itu suatu ancaman dan aku mendengar acaman nya membuat bulu kuduk ku merinding


"Baik Bapak Adnan yang terhormat."Ucapku, namun tiba-tiba Pak Adnan menarik tanganku


" Loh pak mau kemana. " Ucapku tiba-tiba Pak Adnan menarik ku.


" Ikut saya . "


kita kembali keruangan tamu lagi.


" Umi. " Panggil Pak Adnan ke uminya.


" Iya kenapa Nan?. "


" Abi mana mi. " Tanya Pak Adnan.


" Abi sedang ke kamar mandi. " Ucap Umi.


" Ouh tuh Abi. " Ucap Uminya sambil menunjuk kearah Abi.


" Ada apa Nan?. " Tanya Abi nya.


" Heum maaf sebelumnya Adnan ingin bicara." Ucap Adnan.


" Maaf sebelum nya om tante Adnan memutuskan untuk membatalkan ini semua. "


" Maksudnya?. " Tanya umi nya.


" Lho ko begitu sayang kamu mau membatalkan semua rencana kita."Ucap Abi nya yang ikut terkejut


"Bukan begitu Bi melainkan kita___."


Pak Adnan memberi jeda


"Bukan begitu Bi melainkan kita akan menikah besok juga." Ucap Pak Adnan yang membuat semua orang terkejut.


Aku yang awalnya menampilkan senyum bahagia ku kini harus sirna sekarang aku sangat terkejut karena ucap Pak Adnan yang membatalkan pertunangan tetapi malah minta nikah besok.


" Tapi kan soal baju gimana? terus semua nya gimana. " Tanya ku.


" Soal baju bisa buat resepsi toh sekarang kita hanya akad nikah saja dulu. " Ucap Pak Adnan yang sangat simpel tapi enggak gitu juga ishh.


" Baik kalau begitu besok Abi dan Ayah nya Fifah akan mengurus semuanya." Ucap Abi.


" Ekhem adek abang awalnya nolak terus tau-taunya malah gak sabaran ya buat melangkahi abang. " goda bang Satria.

__ADS_1


" Abang apaan sih. " Ucapku.


Ternyata keputusan yang Pak Adnan buat menimbulkan semua orang pada menggoda kita berdua. Setelah acara makan malam keluarga selesai keluarga Adnan pamit pulang.


Dari selepas acara makan malam tadi aku tidak banyak bicara, aku langsung beranjak untuk ke kamar.


Didalam kamar aku memikirkan diriku yang besok akan menjadi nyonya Akhmad Adnan Al-Zaky tidak habis ku pikir aku yang tadi hanya bercanda kepada Pak Adnan malah terjadi beneran.


" aku salah ternyata dia engga main-main dengan ucapannya. " Gumam Ku.


Dah lah dari pada pusing lebih baik tidur saja.


'Drrrt.'


Handphone ku bergetar dan melihat namanya.



Kurang lebih isi nya seperti itu.


" dasar menyebalkan sekali huh!. "


Sudah daripada lebih pusing memang sebaiknya aku harus tidur menenangkan pikiran ku.


Ketika aku mau tidur


' tok tok tok. '


" Iya masuk saja. " Ucapku.


" Heum sayang ini baju nya besok kamu pakai untuk akad dan besok jam 7 kita harus sudah sampai di masjid. " Ucap Bunda.


" Bun tapi Fifah enggak bisa make up. " Ucapku.


" Tenang saja besok temen bunda yang akan make up in kamu. " Ucap bunda.


" Bunda. "


" Iya sayang?. "


" Bun Fifah belum siap sejujurnya untuk ini apa ini enggak kecepatan ya?. " Tanyaku.


" Sayang kalau memang jodoh akan di permudah segalanya, bunda yakin kamu bisa menjadi istri yang baik untuk Adnan nanti. " Ucap Bunda.


Aku hanya diam mencerna ucapan bunda dan bertanya-tanya sendiri.


Apakah aku bisa jadi istri yang baik?


Bisa jadi tempat teduh saat dia pulang ke rumah?


Segala pertanyaan muncul di otak ku.

__ADS_1


" Dah kamu sekarang istirahat supaya besok tidak telat kita. " Ucap Bunda.


Setelah bunda keluar dari kamar ku, aku memilih untuk tidur saja.


__ADS_2