Dosen Killer

Dosen Killer
Part 60 | Trip to Korea 2


__ADS_3

" Sayang bangun." Ucap Mas Adnan.


Dia sekarang lebih sering bangun lebih dulu dari pada aku.


'Hmm' ucapku yang masih asik tidur.


"Sayang."


"Eum sudah jam berapa Mas?." Ucapku yang masih merem.


"Jam 6 kata nya kita mau jalan-jalan ayu bangun." Ucap Mas Adnan sambil mengganggu aku yang masih merem.


'Eum.'


" Bangun atau Mas cium bibir mu itu." Ucap Mas Adnan menakutkan untuk aku.


" Iya iyah Fifah bangun. " Ucap ku segera bangun.


Aku langsung berjalan ke kamar mandi.



" Astagfirullah mas ih ngagetin Fifah."Ucap ku  yang kaget ketika melihat Mas Adnan memeluk aku dari belakang.



" Bikin apa kamu?." Ucapnya sambil menopang dagu di bahu ku.



" Fifah bikinin roti soalnya adanya itu."Ucapku.



Tidak ada pembicaraan lagi aku dan Mas Adnan masih diposisi seperti tadi Mas Adnan memeluk aku dan aku sedang membuat roti.



" Mas lepasin dong fifah susah gerak tau."ucapku.



Mas Adnan menggelengkan kepala.



" ya sudah kalo enggak mau kita enggak usah pergi aja."



" Hiyahiya mas lepasin." Ucap Mas Adnan dengan muka cemberut.



Mas Adnan duduk dimeja makan dan aku sibuk menyajikan roti dan teh buat Mas Adnan.



" Afifah hati-hati jangan lari-lari ah kamu kan lagi hamil sayang." Ucap Mas Adnan ketika aku sedang menikmati taman disini.


'Taman yang sangat indah ciptakan Tuhan begitu sempurna betapa bahagianya aku bisa kesini' ucap ku dalam hati.


" ya sangat indah apalagi bisa pergi bersamaku kan." Ucap Mas Adnan sambil menoel pipiku yang semakin cubby.


" Ish pede sekali lagian Mas ya enggak dimana-mana selalu aja deh baca pikiran aku mas." Ucapku.


Mas Adnan hanya mengangkat bahu saja.

__ADS_1


" Ih tar kalau Fifah mikirin cowok lain jadi ketahuan deh ah ga seru nih mas." Ucapku sedikit meledek.


" Oh bagus deh. Emang mau mikirin siapa?." Tanya nya.


" Entah lah siapa aja boleh." Ucap ku dengan santai.


"Oh gitu." Ucap Mas Adnan disertai gelitik kan di pinggang aku.


Akhir nya terjadi acara kejar-kejaran ala-ala film gitu deh hehehe.


'Fiyuhh'


"Capek banget mas, kaki Afifah sakit tiba-tiba." Ucapku.


" Aduh yang mana-mana yang sakit lagian sih tadi pakai segala menggoda aku jadi main kejar-kejaran kan kita." Ucap Mas Adnan panik ketika mendengar kaki ku sakit.


Aku memilih mencari tempat yang untuk  bisa aku duduk.


" Hati-hati." Ucap Mas Adnan ketika aku mau aku duduk.


" Bentar aku beliin minum dulu."Ucap Mas Adnan untuk pergi beli minuman karena kebetulan didekat kita ada swalayan.


Aku hanya mengangguk dan tersenyum.


" Nih minum dulu." Ucap Mas Adnan yang sudah balik beli minuman.


" Makasih Mas."


Aku meminum minuman itu.


" Masih sakit kakimu?." Ucap Mas Adnan yang memegang kaki aku.


" Masih sakit sedikit Mas tapi engga apa-apa ko." Ucapku ya kaki ku masih sakit sedikit dan bisa untuk berjalan tapi harus pelan-pelan sih.


" Ya udah kalau gitu kita pulang saja kamu istirahat kasian kamu nanti malah sakit."Ucap Mas Adnan yang entah mengapa jadi bawel gini.


" Ya sudah yuk pulang." Ucap Mas Adnan sambil membantu aku berdiri.


Sepanjang perjalanan tangan aku digenggam terus sama Mas Adnan.




" Kamu duluan sana bersih-bersih abis itu tidur. Mas mau ke depan bentar." Ucap Mas Adnan.



" ya Mas." Ucap ku seperti sedang dikasih tau sama bapaknya.



Aku langsung bersih-bersih. Setelah bersih-bersih aku langsung duduk di ranjang.



Karena bosan aku mengambil novel aku. Ketika sedang asik baca suara handphone berdering dan aku liat sumber suaranya ternyata handphone Mas Adnan ketinggalan.



Aku enggak berani mengangkat nya karena itu barang privasi Mas Adnan. Selama aku tinggal sebagai suami istri aku belum pernah yang namanya menyentuh barang privasi Mas Adnan.



Mas Adnan sudah balik dari luar.


"Mas tadi handphone mu bunyi tuh." Ucapku.

__ADS_1



"Kamu angkat?." Ucap Mas Adnan.



Aku menggelengkan kepala.



"Kenapa?."



"Aku enggak mau angkat karena itu barang privasi Mas." Ucapku.



Ketika itu handphone Mas Adnan kembali berbunyi.



Mas Adnan kembali ke kamar dengan membawa laptopnya.



Dia sibuk dengan laptop dan seperti nya itu telepon dari kantor nya Mas Adnan sih.



" Mas maaf ya." Ucapku yang merasa enggak enak.



" Maaf untuk?." Ucap Mas Adnan.



"Untuk, ya untuk sekarang gara-gara asik nemenin aku pekerjaan Mas terbengkalai." Ucap aku.



" Engga apa-apa sayang itu kewajiban aku karena kemarin aku sudah buat kamu marah dan salah paham." Ucap Mas Adnan



" Pekerjaan Mas bukan segala nya karena kamu kebahagian aku dan kamu yang akan menemani aku meraih ridho nya Allah." Ucap Mas Adnan yang sudah tidak memegang laptop nya.



Aku langsung memeluk nya dan tiba-tiba aku menangis entah lah karena apa aku menangis.



" Lho ko nangis sih?." Ucap Mas Adnan yang bingung karena aku nangis.



Aku tidak menjawab malah aku semakin menjadi-jadi nangis nya.



" Udah ah jangan nangis tar cantik nya hilang dan malu sama anak kita yang didalam perut." Ucap Mas Adnan.



" Udah sekarang tidur ya." Ucap Mas Adnan yang mencium kening aku dan perut aku lalu dia mematikan lampunya.

__ADS_1


__ADS_2