
Agenda pagi hari ini kita hanya stay di hotel saja. Aku melihat mas adnan sudah siap untuk berenang.
" Mas mau renang, kamu mau disini atau ikut mas?. " Tanya Mas Adnan.
" Ikut saja mas tapi fifah tidak berenang. " Ucapku.
" Iya sudah yuk, tapi nanti duduk nya jangan jauh-jauh dari mas. " Ucap nya.
Aku mengangguk lalu mengambil novel dan handphone ku.
Berbeda dengan Mbok sum dan mang kus entah lah mereka sedang apa berdua.
# Kolam renang
" Tunggu disini iya jangan kemana-kemana. " Mas Adnan langsung masuk ke kolam renang dan aku memilih duduk di bangku panjang dekat kolam.
Sambil menunggu Mas Adnan renang, aku memilih untuk membaca novel saja.
" Bosan juga iya ternyata. " gumam ku.
Aku harus ngapain iya buat penghilang rasa bosan ku. Akhirnya aku memilih untuk memainkan handphone ku.
Aku melihat Mas Adnan sedang bersandar di pinggir kolam. Aku berniat untuk mengabadikan mas adnan dalam foto jadi aku memfoto di
Melihat Mas Adnan seperti ini bisa melunturkan iman untuk para ukhti-ukhti di luar sana.
Iya, tak dipungkiri mas adnan mempunyai paras yang tampan dan mempunyai badan yang sangat atletis.
Seketika ucapan mas adnan yang membahas kapan aku siap membuka hijab ku terlintas di pikiran ku.
" Afifah. " Panggil pertama dari mas adnan tapi ku tak menjawab aku masih asik larut dalam pikiran ku.
" Afifah Afsani hey. " Ucap Mas Adnan yang sudah duduk di bangku panjang samping ku.
" Kenapa Fah?. " Ucap Mas Adnan yang tiba-tiba nanya aku kenapa. Aku hanya mengerutkan kening aku.
" Kenapa apa nya Kak?." Tanya ku balik ke Mas Adnan.
" Kamu itu kenapa diam saja tadi pas aku tanya kamu dan menghampiri kamu kelihatan seperti orang melamun. " Ucap Mas Adnan.
" Mikirin apa si kamu Fah?. " Tanya Mas Adnan.
Aku cuman menggelengkan kepala dan tersenyum.
" Fah jangan ada yang di sembunyikan sama aku, kamu kalau ada apa-apa ceritakan saja ke aku. " Ucap Mas Adnan.
" Ah enggak ko mas mungkin aku kurang berstamina saja. " Ucap ku.
" Kamu sakit lagi?. " Tanya mas adnan yang memegang dahi ku dengan tangannya yang basah dan mengenai hijab ku.
" Mas Adnan ini udah tau tangannya basah. " Ucap ku yang sedikit kesal tapi iya sudah lah nanti juga kering.
" Maaf, iya sudah kita ke kamar. Mas juga mau bersih-bersih terus kita sarapan nanti di kamar saja kita order saja oke. " Ucap Mas Adnan.
Aku lagi dan lagi cuman mengangguk.
# Kamar
Selagi Mas Adnan bersih-bersih aku memutuskan untuk membuka hijab ku sekarang.
Aku mengumpulkan tekat ku entahlah apa nanti respon dari Mas Adnan untuk ku.
Aku sudah membuka hijab ku lalu ku ambil sisir di meja rias untuk menyisir rambut ku yang tadi ke tutup hijab pasti agak sedikit berantakan.
__ADS_1
" Afifah. " Panggil Mas Adnan. Aku yang merasa terpanggil lalu aku membalikkan badan ku menghadap Mas Adnan.
Aku tersenyum simpul ke arahnya.
" Aku sudah selesai mandi loh fah. " Ucap Mas Adnan.
" Iya afifah tau ko mas kan afifah liat mas sudah berdiri di sini. " Ucap ku simpel.
" Kamu lupa atau gimana Fah?. " Tanya nya.
" Lupa apa mas?. " Tanya ku balik karena aku bingung maksud ucapannya.
" Itu." Mas Adnan menunjuk ke arah atas kepala ku.
" Salah iya aku? eum atau aku jelek iya mas kalau buka hijab?. " Tanya ku.
" Bukan gitu Fah, aku cuman kaget saja tadi. Eum kamu sudah yakin Fah?. " Ucap Mas Adnan.
" Iya aku yakin ko mas, salah iya aku begini?. " Tanya ku.
" Hey mas enggak bilang salah loh, mas cuman enggak mau kamu terpaksa karena ucapan mas waktu itu. " Ucap Mas Adnan.
" Afifah tidak sama sekali terpaksa mas, mungkin sudah saat nya mas afifah membuka hijab di hadapan mas adnan. Mas Adnan berhak melihat yang sudah seharusnya mas lihat dari afifah. " Ucapku.
" Makasih Fah. " Ucap Mas Adnan yang langsung memeluk ku membuat aku refleks kaget.
" Maaf. " Ucap Mas Adnan yang langsung melepaskan pelukan lalu dia tersenyum.
Melihat dia tersenyum aku senang banget berarti keputusan ku tidak salah. Aku tidak mau terlalu banyak berdosa.
" Mas pesan makanan iya buat kita. " Ucap Mas Adnan.
" Iya mas aku mau tanya ke mbok sama mamang dulu apa mereka sudah makan atau belum. " Ucapku yang langsung menelepon mbok.
Hehehe lucu sekali iya mereka tapi mereka romantis juga si. Walaupun mereka sudah berumur tapi tidak menghilangkan ke harmonisan dalam pernikahan mereka.
Malam hari nya, aku percepat iya karena tadi tidak ada hal menarik yang kita lakukan. Sehabis breakfast aku berdiri di balkon sedangkan mas adnan sibuk dengan laptopnya entah lah dia ngapain.
" Kita dinner yuk. " Ucap Mas Adnan.
" Dinner?. " Tanya ku.
" Iya dinner kan besok pagi kita mau pergi ke suatu tempat dan sehabis itu kita check out untuk balik ke jakarta. " Ucapnya.
" Iya sudah Fifah siap-siap dulu. " Ucap ku.
Aku sudah siap
" Mas, terus mbok sama mamang gimana?. " Tanyaku.
" Mereka ikut tapi mereka pisah meja katanya si juga mau romantis-romantis gitu juga juga. " Ucap Mas Adnan.
__ADS_1
" Iya juga si mas." Ucapku.
" Iya sudah yuk kita jalan ke bawah. " Ucap Mas Adnan.
Mas Adnan lagi dan lagi membuat aku terpukau oleh sesuatu yang dia buat.

Dia menyiapkan tempat dinner untuk kita berdua.
Aku enggak tau harus berkata seperti apa lagi dia membuat aku bungkam.
" Fah. "
" Iya mas."
" Aku cinta sama kamu sejak awal aku melihat mu tapi aku belum bisa mengatakan nya waktu itu dan sekarang mungkin waktu nya. " Ucap Mas Adnan.
" Apa kamu juga cinta sama aku?. " Tanya nya yang membuat aku bungkam lagi.
Aku diam tidak menjawab karena aku juga enggak tau harus jawab apa.
" Engga usah di jawab Fah, aku akan menunggu jawabanmu ko. " Ucapnya.
Aku tersenyum
" Dimakan Fah jangan cuman diaduk-aduk saja seperti itu. " Tegur mas adnan saat melihat aku hanya memainkan makanan ku.
Setelah makan kita menikmati malam dan musik.
Malam pun semakin larut dan akhirnya kita memutuskan untuk balik ke kamar untuk istirahat tapi sebelum nya kita melangsung kan sholat isya berjamaah dulu.
Sampai jumpa besok pagi, aku sama mas adnan mau istirahat dulu. Besok kita akan pergi ke suatu tempat yang sangat indah sekali.
Aku masih kepikiran ucapan mas adnan tapi aku akhirnya berusaha memejamkan mata ku untuk melupakan sejenak.
__ADS_1