Dosen Killer

Dosen Killer
Part 27 | Kenapa harus ku marah


__ADS_3

Aku sedang menikmati suasana taman ini dan enggak sengaja aku melihat Mas Adnan yang baru saja turun dari mobil.


Aku buru-buru masuk ke suatu ruangan yang berada di taman ini.


Cukup lama mas adnan di sini hingga akhir nya kembali masuk ke mobilnya.


Aku merasa sudah cukup aman, aku keluar dan memutuskan untuk pulang saja.


Seperti biasa aku memesan ojek online.


Untuk bisa sampai di rumah aku memakan waktu 20 menitan.


Ketika di rumah aku nanya ke mbok, apa mas adnan sudah pulang dan katanya sudah tapi mas adnan sedang ke masjid.


Aku memilih untuk bersih-bersih dan melangsungkan sholat. Setelah sholat aku berniat mengerjakan tugas ku tapi tidak di kamar melainkan di balkon belakang.


Aku mendengar seseorang menutup gerbang dan aku bisa menebak pasti itu mas adnan.


" Assalamu'alaikum. " Ucap Mas Adnan tepat di belakang.


" Waa'alaikumsalam. " Ucap ku menengok ke arahnya dan tidak lupa mencium tangannya.



Mas Adnan berjalan ke arah meja dan menaruh peci nya di atas sana. Aku hanya diam dan menunggu Mas Adnan menjelaskan semuanya namun nihil dia tidak menjelaskan sama sekali.


Baiklah memang aku tidak penting toh kenapa aku harus marah kan aku enggak cinta ke dia kenapa harus begini aku.


Malam ini aku tidur lebih cepat karena besok harus kuliah lagi.




Pagi ini tiba-tiba aku mendapatkan kabar kalau kampus karena aula kampus akan di pakai untuk acara pernikahan jadi semua mahasiswa di liburkan.



Setelah sholat subuh aku keluar dan duduk diruang tamu sambil menonton Tv.



Aku melihat Mas Adnan keluar dari kamar sambil menerima telepon. Aku hanya diam dan mengamati Mas Adnan sedang berbicara dengan siapa.



" Fah Aku pergi dulu ya ada urusan sebentar." Ucap Mas Adnan pamit.



Aku hanya tersenyum.


Setelah Kak Adnan pergi aku merasa bosan jadi aku memutuskan untuk jalan sekitar kompleks hitung-hitung olahraga.



" Mbok fifah mau keluar dulu iya mau jalan-jalan sekitar kompleks saja. " Ucapku ke mbok.



Aku langsung keluar pagar dan berjalan santai. Aku berjalan di sekeliling komplek tapi ada satu sosok yang tidak asing di mata ku. Yups, benar sekali itu mas adnan dan dia sedang berpelukan dengan wanita itu.



Lagi dan lagi wanita itu, mau dia apa si.


Aku terus berjalan tanpa memperdulikan keberadaan mas adnan.

__ADS_1



Sekarang aku berjalan tepat di hadapan mas adnan, aku melihat mas adnan kaget ketika melihat aku.



Aku sempat berhenti sejenak untuk menengok lalu melanjutkan jalan ku tapi tiba-tiba mas adnan meraih tangan ku membuat aku susah berjalan.



" Lepas. " Ucap ku singkat. Aku berusaha menepis kasar tangan mas adnan dan berhasil. Aku langsung pergi dari situ.



Aku terus berjalan dengan tidak tau mau kemana tapi kaki ku membawa ku ke taman dekat situ.



Aku duduk di kursi panjang dekat pepohonan. Air Mata ku turun, aku menangis dalam diam.



Merasa seperti ada yang menepuk pundak ku jadi aku menengok ke arah nya dan ternyata aku mendapati mas adnan di belakang ku. Aku segera menghapus air mata ku.



" Aku bisa jelasin Fah. " Ucapnya.



" Jelasin apa mas?. " Tanya ku



" Siapa wanita, aku bisa jelasin ke kamu. " Ucapnya.




Aku melihat perubahan raut wajah mas adnan ketika aku bilang kalau aku tidak cinta ke mas adnan.



" Mas minta maaf sudah bohong ke kamu, sumpah demi apapun mas enggak ada niatan berbohong ke kamu. " Ucap nya.



" Sudah iya mas untuk sekarang fifah enggak mau dengar apapun. " Ucapku.



Cukup lama kita diam-diaman.



" Aku mau pulang. " Ucapku yang langsung bangun dari tempat duduk ku.



Aku berjalan dengan sedikit berlari agar bisa cepat sampai di rumah.



\# Kamar


Aku baru saja masuk kamar dan baru saja menutup kamar.

__ADS_1



Mas Adnan memeluk ku dari belakang ketika aku hendak naik ke kasur.



" Aku enggak bermaksud untuk berbohong ke kamu fah dan wanita itu\_\_\_."



" Aku sudah bilang iya mas aku enggak peduli siapa wanita itu paham engga si. " Ucapku yang memotong ucapan mas adnan.



" Aku tau tapi\_\_\_\_."



" Sudah iya mas fifah capek mau tidur. " Ucapku.



" Dia adalah masa lalu ku dan sampai kapan pun hanya masa lalu karena sekarang kamu lah masa depan ku. Ucapan ku tak pernah berubah saat dinner waktu itu yang bilang bahwa aku cinta kamu dan sampai kapan pun rasa itu tumbuh. " Ucapnya.



" Kamu cinta sama aku enggak?. " Tanya mas adnan.



" Enggak. " Ucap ku singkat.



" Bilang nya tatap mata ku. " Ucap nya.



Aku membalikkan tubuh ku menatap dia dan entah kenapa aku malah diam membisu.



" *Aku juga cinta sama kamu mas, cuman aku hanya ragu. " Ucapku dalam hati*.



" engga usah ragu fah. " Ucap nya.



What!!


dia tau apa yang ku ucapkan. Aduh \*\*\*\* sekali aku, aku lupa kalau dia bisa membaca pikiran ku.



" Engga usah sok tau. " Ucapku.



" Sekali lagi aku tanya kamu cinta engga sama aku. " Tanya mas adnan.



Euuuuum\_\_\_\_\_\_\_


__ADS_1


***Author :" part nya sampai sini dulu iya kita lanjut di part selanjutnya akan kah afifah jawab dia juga suka atau enggak iya eum stay tune oke


babay***:).".


__ADS_2