Dosen Killer

Dosen Killer
Part 42 | Pulang ke rumah


__ADS_3

Yup pagi ini aku dan Mas Adnan sedang bersiap untuk pulang ke rumah kita.


" Sudah?. " Tanya mas adnan.


Aku mengangguk saja.


" Iya sudah ayuk kita pamitan dulu. " Ucap Mas Adnan.


Kita berdua pamitan dan langsung pulang menuju rumah.



\# Rumah



" Assalamu'alaikum. " Ucap ku dan mas adnan.



" Waa'alaikumsalam aden non." Ucap mbok sum yang menyambut kita.



" Sini den biar mbok saja. " Ucap mbok.



" Tidak usah mbok biar saya saja. " Ucap Mas Adnan.



" Iya sudah kalau gitu mas ke atas dulu iya. " Mas Adnan langsung ke atas dan aku sama mbok.



" Oh iya non gimana kabar abang nya non?. " Tanya mbok yang menanyakan kabar bang satria karena dia tau masalah bang satria.



" Iya alhamdulilah sudah membaik. " Ucap ku.



" Oh iya mbok masak? emang nya mbok tau darimana aku dan mas adnan akan pulang hari ini. " Tanya ku saat melihat makanan sudah terhidang rapih di hadapan ku.



" Feeling saja si non. " Ucap mbok.



" Fah. " Panggil mas adnan dari atas.



" Iya mas. " Ucapku.



" Ada yang telepon tuh. " Ucap mas adnan karena emang tadi tas ku di bawa masuk sama mas adnan.



" Bentar iya mbok. " Ucapku.


Aku naik keatas dan melihat siapa yang telepon.



Nomor tidak ku kenal.



**08**\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


" **Halo**. "



^^^**Aku**^^^


^^^" **Iya halo maaf ini siapa**?. "^^^



**08**\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


" **Fah, ini aku mario**. "



Tanpa basa basi ku langsung matiin telepon nya. Untuk apa dia telepon ku.



" Siapa fah?. " Tanya mas adnan



" Ah enggak tau mas, orang salah sambung. " Alibi ku.



Maafkan aku mas adnan aku berbohong ke kamu karena aku engga mau menceritakan dia lagi. Buat ku dia hanya masa lalu yang enggak harus ku ceritakan lagi.



" Ouhh. "



" Sudah yuk mas makan, mbok sudah masakin buat kita tuh banyak banget. " Ucapku mengalihkan topik pembicaraan.



Selesai makan mas adnan pamit untuk ke kampus dan katanya sekalian mau ke kantor juga.


" Mbok. " Panggilku.


" Iya non, ada apa?. " Tanya mbok.

__ADS_1


" Mbok gimana kalau kita berkebun saja sekarang. " Ucapku karena kebetulan cuaca nya sudah tidak terlalu panas.


Ketika sedang mengisi pupuk di pot handphone ku bergetar.


" Sebentar iya mbok. " Ucap ku yang langsung menjauh untuk mengangkat telepon.


08**********


" Halo. "


^^^**Aku^^^


^^^" Ada apa lagi si mario?! Maaf aku sibuk**. "^^^


Aku langsung mematikan telepon nya, aku sudah tidak mau berurusan sama yang namanya mario.


" Aduh maaf iya mbok jadi fifah tinggal tadi." Ucapku.


" Walah Non tidak apa-apa. " Ucap ku.


" Sini mbok biar fifah. " Aku dan mbok melanjutkan aktivitas kita.


" Non. " Panggil mang kus.


" Ada apa mang?. " Tanya ku.


" Eum itu non ada umi nya aden di depan." Ucap mang kus.


Umi,


Ada apa iya umi kesini tumben tidak menghubungi ku.


" Suruh tunggu mang, fifah mau cuci tangan dulu." Ucapku.


" baik non. " Ucap mang kus


" Makasih mang."


Aku bangun untuk membersihkan tangan


" Sudah yuk mbok kita masuk saja lagian kan sudah selesai juga. " Ucap ku.



\# Ruang tamu



" Assalamu'alaikum umi. " Ucapku



" Wa'alaikumsalam sayang. " Ucap umi.



" Aduh umi maaf tangan fifah basah abis cuci tangan tadi. " Ucapku yang memilih memeluk nya saja.



" Iya sayang enggak apa-apa. " Ucap Umi.




" Alhamdulilah kabar umi baik. " Ucap umi.



" Oh iya ada apa umi ke rumah tumbenan loh biasanya umi kabarin dulu jadi fifah tidak menyiapkan sesuatu nih. " Ucapku.



" Tidak apa sayang, umi kesini dapat kabar dari bunda mu katanya kamu hamil dan umi hanya memastikan saja. " Ucap umi.



" Astagfirullah fifah sama mas adnan lupa kabarin umi niatnya si nanti kita ke rumah umi tapi mas adnan lagi sibuk sekali. " Ucap ku.



" Iya sayang enggak apa-apa kan umi sudah di sini juga. " Ucap umi.



" Sekali lagi maafin fifah iya umi. " Ucap ku.



" It's oke sayang." Ucap umi



" Umi sudah makan?. " Tanya ku.



" Belum si soalnya tadi abis dari kantor abi langsung ke sini. " Ucap umi.



" Ouh berarti umi tadi ketemu mas adnan. "



" Sempat ketemu dan sudah bilang mau ke sini juga si. " Ucap umi.



" Iya sudah kalau gitu kita makan dulu saja yuk mi. " Ajak ku ke umi untuk kita makan terlebih dahulu.



Aku dan umi menuju meja makan yang kebetulan sudah terhidang makanan sejak tadi.



" Kamu sudah periksa sayang?. " Tanya umi.


" Sudah mi. " Ucap ku.

__ADS_1


" Oh iya umi dengar juga soal satria, gimana dia kabar nya. " Ucap um


" Alhamdulilah abang cukup baik dari sebelumnya, abang hanya terpukul saja kemarin mi jadi sekarang keadaan nya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. " Aku memberi penjelasan ke umi soal keadaan abang.


" Alhamdulilah sayang, maaf umi baru sempat ke sini nengok kamu. " Ucap umi.


" Aduh mi aturan fifah yang ke sana bukan umi." Ucapku.


Aku dan umi melanjutkan obrolan kita yang pribadi.



" Assalamu'alaikum. "


Mas Adnan baru saja datang



" Wa'alaikumsalam. " Sahut ku dan umi.



Aku mencium tangan mas adnan


" Sini mas. " Ucapku agar mas adnan memberi tas nya kepada ku.



" Bentar iya umi, mas. Fifah ke atas dulu taruh ini dulu sekalian menyiapkan air buat mas adnan mandi. " Ucapku.



" Iya sayang. " Ucap umi dan mas adnan hanya mengelus kepala ku saja.



Setelah mas adnan mandi kita berkumpul lagi di ruang tamu.


" Umi nginap saja di sini. " Ucapku.


" Ah tidak usah sayang. " Ucap umi.


" Sekali-kali ayulah mi, umi juga belum pernah nginap di rumah adnan kan. " Ucap mas adnan membujuk umi.


" Iya sudah umu nginap sekalian umi jagain fifah di sini. " Ucap umi.


" Ah umi fifah jadi tidak enak. " Ucapku sambil memeluk umi.


" Mbok. " panggil mas adnan.


" Iya den. " Ucap mbok.


" Tolong siapkan kamar tamu iya. " Ucap Mas adnan


" Baik den. " Ucap mbok tapi ketika mbok ingin melangkahkan kaki nya, umi menahan mbok.


" Mbok Sum sebentar. " Ucap umi.


" Iya ada apa bu?. " Tanya mbok sum


" Biar saya ikut membantu mbok sum. " Ucap umi.


" Tapi bu. " Mbok sum melirik ke arah mas adnan dan aku, mungkin dia takut kita marah kalau umi ikut membantu mbok.


Mbok memang sudah kita anggap ibu sendiri tapi mbok masih suka sungkar ke kita.


" Enggak apa-apa ko mbok kalau umi mau membantu. " Ucap Mas Adnan yang memberi izin ke umi.


" Baik den. " Ucap mbok.


" Ayu mbok sum kita ke kamar. " Ajak umi.


" Adnan Fifah selamat istirahat iya. " Ucap umi sebelum masuk ke kamar.


Umi sudah masuk ke kamar, aku dan mas adnan pun melangkah untuk naik ke atas.




\# Kamar



" Tadi ngapain saja kamu?. " Tanya mas adnan.



Karena mas adnan suka menanyakan kegiatan aku selama dia tidak ada di rumah. Dia akan nanya di malam hari sebelum tidur.



" Bantu mbok. " Aku baru mengucap itu mas adnan langsung menatap ku tajam.



Mas Adnan selama aku hamil dia posesif sekali.



" Fifah bantu yang ringan ko mas tenang saja." Ucapku.



" Terus apa lagi." Tanya nya.



" Terus tadi berkebun dan terus ngobrol sama umi tadi. " Ucap ku.



" Iya sudah kita sholat dulu abis itu kita tidur iya. " Ucap Mas Adnan.



Kita pun sholat isya dan abis itu tidur karena aku dan mas adnan butuh istirahat setelah seharian beraktivitas terlebih lagi mas adnan.



Dia butuh istirahat yang ekstra buat besok nya karena harus mengajar dan dari CEO tidak lah mudah.

__ADS_1



Babay aku dan mas adnan mau tidur.


__ADS_2