Dosen Killer

Dosen Killer
Part 7 | Fitting baju


__ADS_3

Sesampainya kita di butik.


" Ouh alah ini anaknya mira. " Sapa wanita paruh baya ini.


" Iya tante saya Afifah. " Ucapku.


" Wah kamu sudah gede sekali nak waktu itu tante ke rumah kamu masih kecil masih di gendong abang mu. " Ucapnya.


" Kenalin saya Lily. " Ucap nya lagi.


" Iya tante. "


" Ini calon mu sayang?. " Ucap tante Lily.


" Iya tan kenalin namanya Pak Adnan eh maksud aku Adnan tan. " Ucapku.


" Adnan. " Ucap Pak Adnan sambil menjulurkan tangannya.


" Ouh iya kalian mau memilih baju atau mau desain baju. " Ucap tante Lily.


" heum. " Aku menengok ke arah Pak Adnan meminta jawaban.


" Aku terserah kamu aja sayang. " Ucap Pak Adnan.


' sayang. '


Kalimatnya memang simpel tapi entah kenapa membuat aku berdebar hebat.


" Afifah si mau nya desain sendiri aja tan, bisa kan. " Ucap ku.


" Wah boleh banget sayang. " Ucap tante Lily.


" Tapi tan Fifah boleh gambar desain nya sendiri enggak?. " Ucapku.


" Memangnya kamu bisa?. " Tanya tante Lily.


" Alhamdulilah tante, Fifah bisa karena itu dulu cita-cita Afifah dan desain baju itu hobi Afifah sejak kecil. " Ucapku.


" Wah udah cantik pinter sekali kamu nak. " Puji Tante Lily.


" Makasih tante. " Ucapku.


Aku pun menuangkan ide kreasi gambar ku di selembar kertas.


" Gambar mu bagus sekali sayang. " Ucap tante Lily.


" Makasih tante. "


" Kalau gitu besok tinggal memilih kain nya dan sama pernak-perniknya. Untuk jam nya nanti tante kabarin, kamu save nomor tante nanti tante whatsapp" Ucap Tante Lidya.


" Siap tan, kalau gitu Afifah sama Adnan pamit iya. " Ucapku.


" Assalamu'alaikum. " Ucapku dan Pak Adnan.


" Wa'alaikumsalam. " Sahut Tante Lily


# Di mobil


" Kamu jago gambar juga ternyata. " Ucap Pak Adnan.


" Alhamdulilah. " Ucapku.

__ADS_1


" Heum Afifah. " Panggil dia.


" Iya?. "


" Maaf. " Ucapnya. Jujur aku enggak tau kenapa dia bilang maaf.


" Untuk?. "


" Soal yang di ruangan saya. " Ucapnya.


" Memangnya saya kenapa?. "


" Engga usah mengeles Fah saya tau sehabis kamu keluar dari ruangan saya kamu nangis kan. " Ucapnya.


" Iya saya paling tidak bisa di bentak atau seseorang yang sudah meninggikan suara. " Ucapku.


" Sekali lagi saya minta maaf. "


" Iya. " Ucapku yang sangat singkat.


Pak Adnan melaju kan mobil nya menuju rumah ku.


" Oh ya mulai sekarang kamu bisa enggak manggil saya jangan dengan sebutan bapak kalau di luar kampus. " Ucapnya.


" Terus saya harus manggil apa. " Tanyaku.


" Heum gimana kalau panggil mas Adnan. " Ucapnya.


' Uhuk. '


Aku tersedak karena posisi ku sekarang sedang minum.


" Heum baiklah aku akan coba. " Ucapku.


" Apa konsekuensinya?. " Tanyaku.


" Kamu lihat saja nanti. " Ucapnya.


Kita pun sampai di rumah.


" Assalamu'alaikum. " Ucap kita berdua.


" Wa'alaikumsalam. " Ucap Bunda dan kita pun salim.


" Wah kebetulan nak Adnan nanti sampai kan ke umi dan abi mu kalau nanti malam kita akan makan bersama sekalian membahas acara selanjutnya. " Ucap Bunda.


" Baik tante kalau gitu Adnan pamit iya soalnya masih ada urusan. " Ucap Pak Adnan.


" Aku pamit iya Fah. " Ucapnya


Aku cuman tersenyum saja.


" Bun Afifah keatas dulu iya. " Ucapku.


" Iya nak. "


Aku pun ke kamar ku untuk bersih-bersih.


Karena bosan aku dikamar saja jadi aku memutuskan untuk ke dapur membantu bunda.


" Ada yang Fifah bisa bantu?. " Tanyaku.

__ADS_1


" Wah kebetulan sekali sayang heum bantuin bunda motongin sayuran ini nanti masukkan ke dalam panci iya. " Ucap bunda yang langsung berlalu entah kemana.


" Assalamu'alaikum. "


Aku menengok kearah pintu yang mendapatin Bang Satria yang baru saja pulang.


" Wa'alaikumsalam. " Ucapku sambil memcium tangan Bang Satria karena dia menghampiri aku.


" Wah ada calon pengantin nih. " Godanya.


" Abang ishh bisa engga si sehari aja enggak godain Afifah. " Ucapku.


" Engga bisa dek kayaknya. " Ucap Bang Satria.


Tiba-tiba tangan Bang Satria ingin mengambil makanan yang sudah di hidangkan di samping ku.


" Eittsss cuci tangan dulu tangan abang kotor ihh. " Ucapku.


" Iye iye abang lupa. " Ucap Bang Satria dan dia berlalu ke wastafel untuk cuci tangan


" Dek abang kangen tau masa-masa kita kecil dulu. " Ucap Bang Satria yang baru saja cuci tangan.


" Heum Afifah kira Afifah saja yang kangen masa itu. " Ucapku.


" Abang kangen banget dan mungkin itu akan susah terjadi lagi nanti apalagi kamu sudah mau menikah. " Ucap Bang Satria.


" Abang ishh ngomongnya jangan gitu. " Ucapku.


Aku langsung menghampiri Bang Satria dan memeluknya.


" Heum Bang. "


" Iya?. "


" Fifah boleh nanya?. " Tanyaku.


" Tanya saja memangnya Afifah ingin bertanya apa. "


" Pak Adnan eh maksudnya mas Adnan itu gimana si orangnya. " Tanyaku.


" Adnan itu laki-laki soleh dan sangat bertanggung jawab. Iya walaupun pembawaan dia cuek tapi sebenernya dia sangat hangat dan perhatian sama seperti ayah. " Ucap Bang Satria.


" Bang heum sejujurnya Afifah masih ragu akan keputusan Afifah. " Ucap ku.


" Kalau kamu ragu kamu serahkan semua pada Allah, kamu minta jalan terbaik untuk semua itu. " Ucap Bang Satria.


" Afifah. " panggil bunda yang baru saja datang.


" Iya bun, ada apa?. " Tanyaku.


" Semuanya sudah dimasukkan ke panci kan?. " Tanya bunda.


" Sudah bun. "


" Loh abang sudah pulang?. " Tanya bunda.


" Iya bun ayah menyuruh Satria pulang duluan katanya nanti ayah pulangnya bareng sama umi abi nya Adnan. " Ucap Bang Satria.


" Bun Afifah mau keatas dulu mau istirahat capek banget. " Ucap ku.


Aku berlalu ke kamar dan memutuskan untuk tidur saja.

__ADS_1


Jadi sampai jumpa nanti malam


babay aku mau tidur.


__ADS_2