
Sesampainya kita di butik.
" Ouh alah ini anaknya mira. " Sapa wanita paruh baya ini.
" Iya tante saya Afifah. " Ucapku.
" Wah kamu sudah gede sekali nak waktu itu tante ke rumah kamu masih kecil masih di gendong abang mu. " Ucapnya.
" Kenalin saya Lily. " Ucap nya lagi.
" Iya tante. "
" Ini calon mu sayang?. " Ucap tante Lily.
" Iya tan kenalin namanya Pak Adnan eh maksud aku Adnan tan. " Ucapku.
" Adnan. " Ucap Pak Adnan sambil menjulurkan tangannya.
" Ouh iya kalian mau memilih baju atau mau desain baju. " Ucap tante Lily.
" heum. " Aku menengok ke arah Pak Adnan meminta jawaban.
" Aku terserah kamu aja sayang. " Ucap Pak Adnan.
' sayang. '
Kalimatnya memang simpel tapi entah kenapa membuat aku berdebar hebat.
" Afifah si mau nya desain sendiri aja tan, bisa kan. " Ucap ku.
" Wah boleh banget sayang. " Ucap tante Lily.
" Tapi tan Fifah boleh gambar desain nya sendiri enggak?. " Ucapku.
" Memangnya kamu bisa?. " Tanya tante Lily.
" Alhamdulilah tante, Fifah bisa karena itu dulu cita-cita Afifah dan desain baju itu hobi Afifah sejak kecil. " Ucapku.
" Wah udah cantik pinter sekali kamu nak. " Puji Tante Lily.
" Makasih tante. " Ucapku.
Aku pun menuangkan ide kreasi gambar ku di selembar kertas.
" Gambar mu bagus sekali sayang. " Ucap tante Lily.
" Makasih tante. "
" Kalau gitu besok tinggal memilih kain nya dan sama pernak-perniknya. Untuk jam nya nanti tante kabarin, kamu save nomor tante nanti tante whatsapp" Ucap Tante Lidya.
" Siap tan, kalau gitu Afifah sama Adnan pamit iya. " Ucapku.
" Assalamu'alaikum. " Ucapku dan Pak Adnan.
" Wa'alaikumsalam. " Sahut Tante Lily
# Di mobil
" Kamu jago gambar juga ternyata. " Ucap Pak Adnan.
" Alhamdulilah. " Ucapku.
__ADS_1
" Heum Afifah. " Panggil dia.
" Iya?. "
" Maaf. " Ucapnya. Jujur aku enggak tau kenapa dia bilang maaf.
" Untuk?. "
" Soal yang di ruangan saya. " Ucapnya.
" Memangnya saya kenapa?. "
" Engga usah mengeles Fah saya tau sehabis kamu keluar dari ruangan saya kamu nangis kan. " Ucapnya.
" Iya saya paling tidak bisa di bentak atau seseorang yang sudah meninggikan suara. " Ucapku.
" Sekali lagi saya minta maaf. "
" Iya. " Ucapku yang sangat singkat.
Pak Adnan melaju kan mobil nya menuju rumah ku.
" Oh ya mulai sekarang kamu bisa enggak manggil saya jangan dengan sebutan bapak kalau di luar kampus. " Ucapnya.
" Terus saya harus manggil apa. " Tanyaku.
" Heum gimana kalau panggil mas Adnan. " Ucapnya.
' Uhuk. '
Aku tersedak karena posisi ku sekarang sedang minum.
" Heum baiklah aku akan coba. " Ucapku.
" Apa konsekuensinya?. " Tanyaku.
" Kamu lihat saja nanti. " Ucapnya.
Kita pun sampai di rumah.
" Assalamu'alaikum. " Ucap kita berdua.
" Wa'alaikumsalam. " Ucap Bunda dan kita pun salim.
" Wah kebetulan nak Adnan nanti sampai kan ke umi dan abi mu kalau nanti malam kita akan makan bersama sekalian membahas acara selanjutnya. " Ucap Bunda.
" Baik tante kalau gitu Adnan pamit iya soalnya masih ada urusan. " Ucap Pak Adnan.
" Aku pamit iya Fah. " Ucapnya
Aku cuman tersenyum saja.
" Bun Afifah keatas dulu iya. " Ucapku.
" Iya nak. "
Aku pun ke kamar ku untuk bersih-bersih.
Karena bosan aku dikamar saja jadi aku memutuskan untuk ke dapur membantu bunda.
" Ada yang Fifah bisa bantu?. " Tanyaku.
__ADS_1
" Wah kebetulan sekali sayang heum bantuin bunda motongin sayuran ini nanti masukkan ke dalam panci iya. " Ucap bunda yang langsung berlalu entah kemana.
" Assalamu'alaikum. "
Aku menengok kearah pintu yang mendapatin Bang Satria yang baru saja pulang.
" Wa'alaikumsalam. " Ucapku sambil memcium tangan Bang Satria karena dia menghampiri aku.
" Wah ada calon pengantin nih. " Godanya.
" Abang ishh bisa engga si sehari aja enggak godain Afifah. " Ucapku.
" Engga bisa dek kayaknya. " Ucap Bang Satria.
Tiba-tiba tangan Bang Satria ingin mengambil makanan yang sudah di hidangkan di samping ku.
" Eittsss cuci tangan dulu tangan abang kotor ihh. " Ucapku.
" Iye iye abang lupa. " Ucap Bang Satria dan dia berlalu ke wastafel untuk cuci tangan
" Dek abang kangen tau masa-masa kita kecil dulu. " Ucap Bang Satria yang baru saja cuci tangan.
" Heum Afifah kira Afifah saja yang kangen masa itu. " Ucapku.
" Abang kangen banget dan mungkin itu akan susah terjadi lagi nanti apalagi kamu sudah mau menikah. " Ucap Bang Satria.
" Abang ishh ngomongnya jangan gitu. " Ucapku.
Aku langsung menghampiri Bang Satria dan memeluknya.
" Heum Bang. "
" Iya?. "
" Fifah boleh nanya?. " Tanyaku.
" Tanya saja memangnya Afifah ingin bertanya apa. "
" Pak Adnan eh maksudnya mas Adnan itu gimana si orangnya. " Tanyaku.
" Adnan itu laki-laki soleh dan sangat bertanggung jawab. Iya walaupun pembawaan dia cuek tapi sebenernya dia sangat hangat dan perhatian sama seperti ayah. " Ucap Bang Satria.
" Bang heum sejujurnya Afifah masih ragu akan keputusan Afifah. " Ucap ku.
" Kalau kamu ragu kamu serahkan semua pada Allah, kamu minta jalan terbaik untuk semua itu. " Ucap Bang Satria.
" Afifah. " panggil bunda yang baru saja datang.
" Iya bun, ada apa?. " Tanyaku.
" Semuanya sudah dimasukkan ke panci kan?. " Tanya bunda.
" Sudah bun. "
" Loh abang sudah pulang?. " Tanya bunda.
" Iya bun ayah menyuruh Satria pulang duluan katanya nanti ayah pulangnya bareng sama umi abi nya Adnan. " Ucap Bang Satria.
" Bun Afifah mau keatas dulu mau istirahat capek banget. " Ucap ku.
Aku berlalu ke kamar dan memutuskan untuk tidur saja.
__ADS_1
Jadi sampai jumpa nanti malam
babay aku mau tidur.