
Setalah acara kemarin aku hanya di rumah aku dan mas adnan untuk istirahat aku tidak melakukan banyak hal karena badan aku masih terasa pegal dan aku kadang masih merasakan mual.
Aku melihat kalender di handphone aku karena penasaran aku belum datang bulan lagi dan aku mengecek bener saja aku sudah telat sebulan.
Aku langsung membuka tas aku mengeluarkan test pack yang sengaja aku beli tempo hari. Aku langsung mengambil nya dan langsung menuju kamar mandi.
Dan hasilnya aku positif aku senang banget akhirnya aku akan menjadi seorang ibu.
Aku berniat mengasih tau Mas Adnan nanti malam setelah Mas Adnan pulang dari ngajar dan dia bilang si mau kekantor sebentar saja.
Mas Adnan sudah pulang dan dia juga sudah sholat sudah makan. Mas Adnan sedang duduk santai didepan TV sambil memegang handphone nya.
" Mas." Panggilan sambil berjalan ke deketnya. Aku mengumpetin test pack nya dibelakang aku.
" Hm." Hanya deheman yang aku denger ishh nyebelin.
Aku memutuskan untuk tidak mengasih tau soal kehamilan ku ke mas adnan sekarang.
Aku langsung duduk di samping Mas Adnan dan bermain handphone test pack nya aku umpetin di kantung baju aku.
Aku hanya cemberut saja.
" Kenapa Fah?. " Tanya Mas Adnan.
" Engga apa-pa enggak jadi tadi mau ngasih sesuatu aja sih tapi ya udah enggak usah lagian Mas lagi sibuk kan." Ucapku.
" Engga kenapa kamu fah. " Tanya mas adnan.
" Afifah afsani hey. "
Aku masih diam saja.
" Sayang. "
" eum iya sudah deh mas tapi tutup mata nya. " Ucapku.
Mas Adnan langsung menutup matanya. Aku mengeluarkan test pack dan menaruh didepan tangannya.
" Buka mata nya mas. " Ucapku
Mas Adnan membuka matanya dan betapa terkejut nya Mas Adnan saat melihat ada test pack ditangannya.
" Sayang. "
Aku mengangguk saja sebagai jawaban ku.
" Iya allah alhamdulilah sayang, tapi kan mas baru melakukannya sekali loh berarti mas tokcer dong nih hehehe. " Ucap nya.
" Bersyukur mas berarti allah sudah menitipkan kepercayaan kepada kita bukan tokcer ngawur kamu mas. " Ucapku.
" Lah sayang bener dong kalau tidak melakukan malam pertama kemarin mana bisa kamu hamil. " Ucapnya.
__ADS_1
" Iya sih tapi enggak gitu konsepnya, ah sudahlah. " Ucapku frustasi menanggapi omongan mas adnan.
" Sudah sudah sini. " Mas Adnan meregangkan tangannya menyuruh ku untuk memeluknya.
" Tapi kita harus cek ke dokter mas untuk memastikan nya. " Ucap ku
" Oke besok kita ke dokter untuk memastikan kan. Aku senang banget tau Fah. " Ucapnya dan kita berdua terlarut dalam kebahagian.
" Kamu sudah makan belum. " Tanya Mas Adnan. Aku menggelengkan kepala karena benar sedari tadi aku belum makan.
" Iya sudah makan dulu yuk kamu nya. " Ucap Mas Adnan.
Aku mau tidak mau makan meski saat tidak enak mulut ku.
Malam ini adalah malam sangat berharga untuk aku dan mas adnan.
" Mas masih tidak percaya fah, ini bagaikan mimpi untuk mas. " Ucap nya.
Mimpi,
memang ini terlihat seperti mimpi mas bukan hanya mas saja yang merasakan seperti itu, aku pun merasakan yang sama seperti mas.
Ini seperti mimpi ku.
Jauh sebelum menikah dengan mas aku sangat berharap kelak aku akan menjadi seorang ibu dan mempunyai bayi mungil yang lucu sekali.
" Hey jangan nangis. " Ucap Mas Adnan menyeka air mata ku yang jatuh membasahi pipi ku.
" Kenapa nangis. "
Aku tidak menjawab pertanyaan mas adnan
" Sini. " Ucap Mas Adnan yang membawa ku dalam pelukannya.
" Masa mas saja yang meluk nih. " Ucapnya.
Aku langsung memeluk nya dan menumpahkan air mata ku.
" Mas. "
" Iya sayang. " Ucap Mas Adnan.
" Aku cinta dan sayang sama mas, fifah harap mas tidak akan pernah meninggalkan fifah atau membohongi fifah lagi. " Ucapku.
" Mas juga sayang dan cinta sama kamu, mas janji tidak akan meninggalkan fifah. Mas akan buat fifah bahagia selalu dan tidak akan ada lagi kebohongan yang mas lakukan. " Ucapnya.
" Janji iya mas. " Ucapku sambil mengacungakn jari kelingking ku lalu mas adnan menautkan nya.
" Iya sayang. " Ucapnya, aku pun memeluknya dengan erat tidak mau lepas karena bagi ku kalau aku melepasnya mas adnan akan pergi dari ku.
" Sudah yuk kita tidur. " Ucapnya tapi aku menggelengkan kepala ku, aku tidak mau pelukan ini lepas.
__ADS_1
" Sayang, kita harus istirahat ini sudah malam." Ucap Mas Adnan.
" Enggak mau, fifah enggak mau pelukan ini lepas. " Ucap ku.
" Sayang. "
" Iya sudah kita tidur dan mas akan meluk afifah seperti ini terus tidak akan mas lepas." Ucap Mas Adnan. Aku pun tersenyum.
Mas Adnan melepas pelukan kita sebentar untuk merapihkan posisi bantal kita.
Aku cemberut
" Sebentar sayang. "
" Dah yuk kita tidur. " Ucapnya, aku langsung memeluknya. Aku sekarang bagaikan kuala yang menemplok ke mas adnan.
" Manja sekali istri mas. " Ucapnya.
" Biarin. "
" *happy nice dream sayang mimpi indah. Mas sangat sayang dan cinta ke kamu sekarang esok dan selamanya. " Ucapnya*.
Aku masih bisa mendengarnya tapi aku memilih tidak menjawabnya dan memilih untuk menutup mata ku.
Aku sangat tidak sabar besok untuk mengetahui aku hamil atau tidak. Aku berdoa semoga besok hasil nya memang positif.
Semoga allah memberi fifah kepercayaan, fifah berjanji akan terus menjaga dan menyanyangi dia sepenuh hati yang fifah punya.
Dia adalah bukti cinta di pernikahan aku dan mas adnan dan dialah yang akan memperkuat pernikahan aku dan mas adnan.
Anak ini akan menjadi anugerah terindah dari allah untuk aku dan mas adnan.
Aku membuka mata ku dan melirik ke arah mas adnan yang tertidur pulas.
Aku merapihkan rambut mas adnan dan mencium pipi nya.
" Afifah sayang sama mas, afifah enggak mau kehilangan orang yang afifah cinta lagi seperti dulu. "
I love you mas,
Aku yang memang awalnya tidak mencintai mas adnan tapi sekarang aku bisa itu karena usaha mas adnan. Cinta didalam rumah tangga harus di landasi kepercayaan itu saja kuncinya.
Aku berharap agar aku bisa terus percaya ke suami ku sendiri. Aku cuman ingin bahagia sama keluarga kecil ku nanti.
Mas Adnan dosen killer yang dulu ku engga suka ke kamu bahkan melirik kamu saja engga tapi sekarang aku mencintai mu dengan amat sangat bahkan aku juga takut kehilangan mu.
Sudah lah lebih baik ku tidur saja karena besok aku harus bangun lebih awal menjalan kan kewajiban aku sebagai seorang istri dan aku juga engga sabar besok untuk memastikan semua.
***Author :" doain iya gais semoga afifah beneran positif hamil, mereka sudah mendambakan buah hati loh***. "
__ADS_1