Dosen Killer

Dosen Killer
Part 41 | Hari Wisuda ku


__ADS_3

Pagi ini yang hanya boleh datang ke acara wisuda hanya dua orang saja karena mengingat jumlah tamu undangan yang hanya diperbolehkan sedikit.


Iya sudah jadi hanya boleh aku dan mas adnan saja tadinya si mau ajak bunda tapi pasti bunda akan mengajak ayah juga. Karena ayah dan bunda sudah sepaket hehehe.


" Sayang. " panggil mas adnan.


" Iya mas, ada apa?. " Tanyaku.


" Pakaikan dasi hehehe. " Ucap Mas Adnan sambil terkekeh.


Baiklah aku langsung memasangkan dasi nya.


" Dah selesai. " Ucapku.


Aku dan mas adnan segera pamit karena waktu kita hampir terlambat.


\# Kampus



yang di perbolehkan masuk hanya aku karena mas adnan bertugas sebagai dosen pembimbing jadi dia ada disitu.



Aku duduk di sebelah Anum. Aku dan Anum sangat deg deg an parah.



Nama ku di panggil untuk menuju panggung acara untuk prosesi penyerahan Ijazah dan Pemindahan tali kuncir toga.



Selesai acara itu kita di suruh menuju ruangan makan yang dimana di sana sudah di siapkan segala macam makanan.



" Mas. " Panggil ku saat mas adnan yang baru saja datang.



" Iya?. " Dia duduk di samping ku.



" Udah makan belum?. " Tanya mas adnan, aku menggelengkan kepala ku karena aku belum mengambil makan.



Aku merasa lemas sekali mungkin efek kehamilan ku tapi ku tak mau manjakan itu.



" Iya sudah yuk bareng ambilnya. " Ajak mas adnan tapi ketika mau bangun kepala ku pusing sekali dan aku enggak tau selanjutnya aku kenapa yang kurasa hanya gelap.



Aku membuka mata ku dan satu ruangan yang tak asing untuk ku.


Rumah sakit,


Iya aku ada di rumah sakit.


" Fah. " Panggil mas adnan saat melihat aku membuka mata.


" Makan dulu yuk, nanti kalau sudah makan dan kondisi mu sudah memungkin kan kamu di perbolehkan pulang. " Ucap Mas Adnan.


Oke aku harus makan, aku enggak mau kalau harus di rawat di sini karena enggak enak sekali rasanya.


Sesudah makan dan aku merasa kalau aku sudah membaik jadi aku minta ke mas adnan untuk pulang saja.



\# Rumah Bunda



" Assalamu'alaikum. " Ucapku dan Mas Adnan

__ADS_1



" Waa'alaikumsalam. " Ucap bunda.



" Gimana sayang lancar?. " Tanya bunda



" Lancar bun tapi fifah tadi sempat pingsan, adnan bawa ke rumah sakit. " Ucap mas adnan karena aku izin ke kamar mandi.



" Fifah kenapa?. " Tanya bunda.



" Fifah kan lagi hamil bun. " Ucap mas adnan yang terlihat simpel.



" Hamil?. " Tanya bunda



" Siapa yang hamil bun?. " Tanya ayah yang baru datang dari ruang kerja nya.



" Ini loh yah, adnan tadi bilang kalau afifah hamil tapi belum jelas. " Ucap bunda.



" Eum bunda tanya saja ke Afifah langsung, tuh dia ada. " Ucap Mas Adnan menunjuk ke arah ku.



Aku yang baru datang bingung ada apa ini.


" Ada apa mas?. " Tanya ku.




" Fah, jelasin ke ayah dan bunda sekarang." Ucap Bunda.



" Oh jadi gini bun, sebenarnya waktu itu fifah sama mas adnan mau bilang tapi saat itu keadaan tidak memungkin. Semua lagi pada khawatir ke bang satria jadi fifah tunda. Fifah sama mas adnan sedang nyari waktu yang tepat.



" Jadi kamu beneran hamil. " Ucap bunda yang masih tidak menyangka.



Aku mengangguk dan tersenyum



" Alhamdulilah ayah akhirnya jadi opa. " Ucap Ayah.



" Opa kaya orang korea saja yah hehehe. " Ucapku.



Bunda memeluk ku


" Alhamdulilah sayang akhirnya bunda jadi oma, bunda sangat tidak sabar. " Ucap Bunda.



" Apa Fifah hamil?. " Tanya bang satria saat baru keluar dari kamar nya.

__ADS_1



Bang satria langsung memeluk ku, iya bang satria kondisi nya sudah cukup lebih baik dari sebelumnya.



" Akhirnya abang jadi om aduh abang tidak sabar nih. " Ucap Bang satria.



Semua pun larut dalam bahagia. Aku sangat tidak mau momen ini berakhir.



" We nan lu jangan sampe nyakitin fifah, kalau sampe gue liat lu begitu gue engga segan-segan ngasih perhitungan ke lu. Paham. " Ucap Bang Satria.



" Iye sat tenang aja gue akan jaga fifah ko enggak akan gue sakitin dia. " Ucap mas adnan



" Adnan, ayah cuman mengingat kan saja iya kalau kamu sudah tidak bisa jaga fifah lebih baik kamu pulangkan saja ke ayah jangan kamu sakitin dia. Kalau sampai ayah lihat kamu begitu, ayah akan bawa fifah pulang kembali ke rumah ini. " Ucap Ayah.



Ini kenapa para cowok begini semuanya. Mereka sangat over iya menjaga ku. Aku senang ko tapi aku juga yakin mas adnan tidak akan menyakiti ku lagi.



" Iya adnan janji yah akan jaga fifah semampu dan sebisa adnan. Adnan akan pastikan kalau afifah tidak akan menangis lagi. " Ucap Mas Adnan.



" Iya sudah sayang kalian ganti baju sana. " Ucap Bunda.



" Iya bun kalau gitu fifah sama mas adnan ke atas dulu iya. " Ucapku



Aku dan mas adnan langsung ke kamar dan mas adnan menggandeng ku terus tanpa mau dilepas.



# Kamar


" Sehat-sehat iya dede di perut bunda, ayah dan bunda sangat menunggu kehadiran mu. " Ucap Mas Adnan sambil mengelus perut ku.


" Sudah sana mas mandi duluan. " Ucapku.


Sambil menunggu mas adnan mandi aku membuka aksesoris hijab ku.


Melepas baju wisuda dan toga nya, lalu meletakan ijazah ku di lemari.


Aku melihat ke arah kaca sambil memegang perut masih tidak menyangka saja si kalau di perut ku ada nyawa yang hidup.


Nyawa yang akan menjadi bayi yang menggemaskan nanti, sungguh tidak sabar melihat dia tumbuh nanti.


Mas adnan sudah selesai mandi dan gantian aku yang mandi.


Kita juga tidak lupa untuk sholat, selesai sholat mas adnan izin untuk ke kantor karena ada pekerjaan yang harus di selesaikan.


Aku membereskan baju karena besok kita balik ke rumah kita sendiri.


Tidak enak kalau terus di sini apalagi aku lagi hamil pasti nanti akan mengalami mabok yang membuat ku malas untuk apa-apa.


Itu sih yang ku tau tapi sejauh ini belum ku rasakan itu. Aku berharap si semoga tidak.


" dede yang pinter ya di perut bunda. " ucapku sambil mengelus perut ku.


Aku kembali merapihkan baju-baju. Sesudah itu aku duduk di ranjang sambil main handphone.


Niat hati hanya ingin istirahat saja sambil main handphone tapi nyatanya aku malah tertidur.


Iya mungkin karena aku kecapean sekali dari pagi dan aku kan tadi sempat masuk rumah sakit. Dokter menyarankan ku untuk istirahat total tapi ku bandel hehehe.

__ADS_1


Dokter menyuruh ku istirahat total karena kandungan ku masih sangat muda dan badan ku yang memang mudah lemah. Jadi disuruh istirahat takut terjadi apa-apa.


__ADS_2