Dosen Killer

Dosen Killer
Part 40 | Kondisi Bang Satria


__ADS_3

Mas Adnan hari ini katanya sih berangkat ke kantor nya siang soalnya cuman meeting aja sih


sama rekan kerja dari Bandung.


" Sepulang mas nanti kita ke rumah bunda iya, kita lihat keadaan bang satria. " Ucap Mas Adnan yang sedang merapihkan kemeja nya.


" Oke mas. " Ucapku yang mengambil tas nya mas adnan.


Lalu kita berdua keluar kamar untuk sarapan terlebih dahulu.


Pagi ini aku hanya minum susu saja karena enggak selera makan nasi.


" Sini biar mas yang cuci. " Ucap Mas Adnan.


" Tapi mas___."


" Enggak ada tapi-tapian oke. " Ucap Mas Adnan.


Mas Adnan langsung menggulung lengan baju nya untuk mencuci piring.


" Iya sudah mas jalan dulu iya. " Ucapnya sambil mengelap tangan nya yang basah lalu dia sedikit berlutut di hadapan ku.


" Sayang, ayah berangkat dulu iya kamu jangan nakal di perut bunda mu. " Ucapnya sambil mengelus perut ku.


Aku mencium tangan mas adnan


" Hati-hati yang mas. " Ucapku dan mas adnan tidak lupa juga mencium kening ku.


Mas Adnan pun pergi.


Aku kembali melanjutkan minum susu dan mengambil satu slice roti untuk mengisi perut ku.


" Mbok sini biar fifah bantu. " Tawar ku.


" Tapi non. "


" Sudah mbok sini fifah bantu. " Ucapku.


" Tapi non yang ringan saja iya, mbok takut nanti aden marah. " Ucap Mbok.


Baiklah aku menurut saja, aku memilih membantu bagian mencuci isi kulkas karena mbok sedang membersihkan dalam kulkas.


Setelah semuanya ku cuci, mbok menyuruh ku istirahat. Iya sudah aku memutuskan untuk ke kamar saja.


Karena pasti akan bosan jadi ku nyalakan laptop untuk nonton film.


Drtt


Handphone ku bergetar ada panggilan masuk dari mas adnan.


Mas Adnan


" Assalamu'alaikum fah. "


^^^Aku^^^


^^^!" Wa'alaikumsalam mas, ada apa?. "^^^


Mas Adnan


" Aku cuman mau bilang kayaknya kita nginap deh di rumah bunda saja. "


^^^Aku^^^


^^^" Loh mas tapi kan besok aku wisuda terus mas pasti kan ikut juga. "^^^


Mas Adnan


" Iya sudah enggak apa-apa kita berangkat dari sana, mas mau berbicara sama bang satria berdua. "


^^^Aku^^^


^^^" Baik kalau gitu, aku siapkan baju untuk kita nginap ya. "^^^


Panggilan pun terputus karena mas adnan ada rekan kerja nya yang baru saja datang.


Aku langsung menyiapkan tas baju untuk kita nanti ke rumah bunda.


Aku merapihkan nya sambil duduk karena aku merasa pegel banget kalau harus diri kelamaan.


Dan akhirnya selesai juga aku merapihkan bajunya aku duduk bersandar di sandaran tempat tidur.


Tanpa terasa aku tertidur karena lelah sekali.


" Assalamu'alaikum Fah." Ucap Mas Adnan di samping telinga aku dan membuat aku kaget.


" Aduh mas, Wa'alaikumsalam. " Aku membenarkan posisi ku lalu mencium tangan Mas Adnan.


" Eum kamu ngantuk ya?. " Ucap Mas Adnan.


" Sedikit lelah aja sih mas jadi ketiduran deh. " Ucapku sambil terkekeh.

__ADS_1


" Iya sudah kalau gitu kamu siap-siap sana, cuci muka dulu. Mas juga mau ganti baju. " Ucap Mas Adnan.


Aku pun bangun dari tempat tidur dan beranjak ke lemari baju untuk mengambil ganti buat mas adnan. Setelahnya aku membasuh muka ku karena tadi kan tidur biar tidak terlalu pucat ku poles dengan make up sedikit.


Aku dan Mas Adnan sudah siap dan kita langsung berangkat ke rumah bunda.



\# Rumah Bunda



" Assalamu'alaikum. " Ucap ku dan mas adnan ketika sampai di depan rumah bunda.



" Wa'alaikumsalam. " Ucap bunda yang masih menggunakan celemek mungkin bunda sedang masak.



" Bun, aku sama mas adnan menginap iya malam ini. Soalnya besok fifah sama mas adnan mau ke kampus kebetulan kan jarak kampus dari rumah bunda tidak jauh. " Ucapku.



" Walah boleh toh nak, malah bunda senang sekali kalian menginap. " Ucap bunda.



" Oh iya abang gimana?. " Tanya ku.



" Abang di kamar tuh ada. " Ucap bunda.



" Aku mau ke abang iya mas. " Ucapku.



" Iya sudah sana tapi ingat jangan di marahin iya. " Ucap Mas Adnan.



" Engga bakal lah mas, mas ini ada-ada saja. " Aku langsung bangun dan melangkah ke kamar bang satria.



Aku membuka kamar nya dan melihat bang satria sedang duduk menghadap jendela. Aku memeluknya dari belakang.


" Abang. "


" Eum. "


Aku duduk disampingnya


" Bang, tumpahin semuanya sama afifah. Kalau abang butuh pundak silahkan afifah siap. " Ucapku dan tak lama kemudian tangisan bang satria pecah.


hiksss


Tangisan pertama yang ku dengar dari bang satria setelah kita sama-sama dewasa.


" Bang, Fifah tau ini sangat berat untuk abang tapi fifah yakin abang pasti bisa. " Ucapku.


" Abang ingat dulu pernah bilang ke Fifah juga allah mengambil sesuatu yang kita sayang percayalah allah hanya mengambilnya sebentar lalu allah gantikan yang lebih untuk kita. " Sambung ku.


" Maaf hikss. " Ucapnya.


" Sudah lah bang yang lalu biarkan berlalu sekarang abang tata kembali hidup abang masih banyak perempuan yang bisa abang cari dan ingat ada satu perempuan yang harus abang jaga yaitu bunda. Bunda kemarin nangis saat abang pergi tanpa pamit, bunda sangat cemas sekali. " Ucapku.


"Abang minta maaf. " Ucapnya.


" Iya sudah, eum abang sudah makan?. " Tanyaku.


Dia hanya menggeleng saja


" Iya sudah abang makan dulu habis itu abang temui bunda, iyah." Ucapku membujuk agar abang mau makan.


Abang masih stay belum beranjak bangun


" Bang. "


Masih tetap diam


" Hey, mana abang yang fifah kenal. Ayolah bang jangan begini. " Ucapku.


" Iya sudah kalau gitu, fifah ambilin saja. Pokoknya abang harus makan. " Ucapku.


" Tunggu sebentar. " Aku beranjak ke luar untuk membawakan makanannya.


__ADS_1


" Gimana abang?. " Tanya Bunda.



" Eum masih diam saja tapi fifah mau ambilkan makan buat dia. " Ucapku yang langsung menyendok kan nasi dan lauk untuk bang satria.



" Bentar iya aku kasih ini dulu ke abang. " Ucapku.



# Kamar Abang


" Bang. " Panggil ku saat melihat abang meringkuk di kasur.


" Hey bangun dulu yuk, makan abis itu baru deh boleh tidur lagi kalau emang ngantuk." Ucapku.


Bang Satria masih enggan menerima mangkuk isi makanan nya.


" Mau fifah suapin?. "Tawar ku.


Dia menggeleng dan meminta mangkuk nya dari tanganku. Ditengah dia makan dia berucap seperti ini " Gimana caranya abang minta maaf ke bunda apalagi ayah, abang udah ngecewain mereka. " Ucapnya.


" Bang, fifah yakin mereka akan maafin abang. Semarah apapun ayah sama bunda mereka akan maafin abang ko karena abang anak mereka. Bunda sama ayah sayang sama abang." Ucapku.


" Tapi fah. "


" Bang dicoba aja dulu iya yang penting abang sudah berusaha minta maaf. Tapi abang harus janji merubah itu semua dan tata kembali hidup abang iya. " Ucapku.


Bang Satria memeluk ku


" Sudah makan nya?. " Tanya ku dan bang satria mengangguk saja.


" Iya sudah sini biar fifah taruh mangkuknya. " Ucapku sambil bangun tapi bang satria menahan ku.


" Tunggu, abang ikut kamu keluar. " Ucapnya yang beranjak bangun dan mengambil handphone nya.



\# Ruang tamu



" Abang. " Panggil bunda saat melihat abang akhirnya keluar dari kamar.



Bang satria langsung memeluk bunda dan ayah sekaligus.



Aku dan mas adnan hanya memandangi momen yang saat ini terjadi.



" Bunda maafin satria, maafin kelakuan satria kemarin bun. " Ucap Bang satria.



" Iya sayang sudah-sudah, bunda sudah maafin abang jauh sebelum abang minta maaf ke bunda. Tapi abang harus janji jangan seperti itu lagi. " Ucap bunda.



" Iya bun, yah maafin satria. " Ucap Abang ke ayah yang belum mengucapkan kata apapun.



" Sudah ayah sudah maafin kamu tapi ingat iya jangan mengulang lagi seperti kemarin. Ayah enggak mau bunda kenapa-kenapa dan ayah juga enggak mau kamu kenapa-kenapa juga, Paham?. " Ucap Ayah.



" Makasih iya sayang kamu sudah bisa membujuk abang satria. " Bisik mas adnan sangat pelan cuman aku yang bisa dengar.



Aku hanya tersenyum saja ke mas adnan.


" Sini fah. " Ucap Bang satria, aku pun langsung menghambur ke pelukan mereka.



" Sini nan ikutan juga. " Ajak bang satria, mas adnan menghampiri kita tapi dia hanya memegang punggung ku saja. Katanya dia enggak enak jika harus ikutan pelukan saja.



Acara pelukan sudah selesai sekarang waktunya kita semua kembali istirahat, terutama aku dan mas adnan. Kita harus tidur lebih awal supaya besok tidak kesiangan.



Babay gais :)

__ADS_1


__ADS_2