
Aku bangun dan melihat penampilan aku sekarang hanya menyeramkan mata ku sembab. Akhirnya aku memutuskan untuk mandi.
Aku keluar Kamar untuk membantu mbok sum menyiapkan sarapan. Aku harus tetap melakukan peran ku sebagai seorang istri karena mau bagaimanapun Mas Adnan tetap suamiku.
" Mbok aku boleh minta tolong bangunin Mas Adnan di kamar nya boleh?." Ucapku yang meminta tolong.
" Baik non." Ucap mbok. Aku langsung duduk di meja makan menunggu Mas Adnan.
Mbok sum balik tanpa mas adnan
" Mas Adnan nya mana?. " Tanya ku
" Eum itu non, aden engga ada di kamar kemungkinan aden diruang kerja nya. Mbok engga berani non. " Ucap mbok sum.
" Iya sudah biar fifah yang bangunin mas adnan." Ucap ku.
" Baik non. " Ucap mbok sum
" Makasih mbok. "
" Sama-sama non. " Ucap mbok sum yang sedang mengelap bar dapur.
" Aku ke ruang kerja mas adnan dulu iya. " Ucapku yang langsung naik keatas.
*Tok tok tok*
Cukup lama aku menunggu di depan sampai akhir nya mas adnan membuka pintu.
" Hey kamu Fah, ada apa?. "
" Ditunggu sama mbok buat sarapan. " Ucapku sengaja membawa nama mbok.
" Oh iya bentar aku cuci muka dulu. " Ucap Mas Adnan.
__ADS_1
Ketika mas adnan kembali masuk ke dalam, aku langsung turun kebawah saja.
Aku dan mbok menunggu mas adnan. Tak lama kemudian orang yang ditunggu datang dengan penampilan memakai baju tidur saja.
Mas Adnan tersenyum namun aku hanya tersenyum sekilas saja.
Aku melayani makan Mas Adnan selama makan tidak ada yang bersuara kita berdua hanya diam-diaman saja.
Selesai makan aku seperti biasa merapihkan sisa makanan dan mencuci piring.
Sekilas aku liat mas adnan sedang duduk dan fokus ke handphone nya.
Sedang apa dia?
Ah sudah lah lebih baik aku selesaikan cucian piring ku abis itu aku mau ke kolam renang saja.
Mas Adnan menahan tangan ku tapi ku tepis, lalu aku segera pergi dari hadapannya.
Aku langsung menuju kolam renang untuk bersantai sambil menikmati udara sejuk di sini.
" Hei lagi apa?." Ucap Mas Adnan yang menghampiri aku, aku hanya diam saja.
" Fah kasih aku waktu buat jelasin semuanya. " Ucap Mas Adnan.
" Baik jelasin, aku harap kejujuran yang akan mas katakan. " Ucapku.
__ADS_1
" Maafkan mas waktu itu tidak mengabari kamu, tapi mas waktu itu memang ke kantor dan saat itu Delisa ke kantor aku, dia minta tolong karena dia panik. " Jelas Mas Adnan
Aku masih diam tidak berniat berbicara
" Soal surat itu. " Ucap mas adnan
" Itu punya delisa tapi aku berani bersumpah bukan aku yang menghamili delisa dan aku hanya menemani saja karena dia sangat panik enggak tau harus menghubungi siapa selain aku. " Sambung mas adnan.
" Udah? Boleh ku bicara sekarang?. " Tanya ku
Mas Adnan yang sekarang gantian diam
" Lebih memilih menemani delisa ketimbang istrinya, istrinya menunggu kabar dari mu. " Ucapku.
" Mas minta maaf. Mas tau mas salah. " Ucapnya.
" Ku harap yang tadi mas ucap itu kejujuran karena aku tidak suka sama orang yang suka bohong. " Ucapku.
" Izinkan aku sendiri dulu mas. " Sambung ku.
Setelah mengucapkan itu aku masuk ke kamar dan engga tau harus apa.
Aku akan menunggu kebenaran lagi jika itu yang di katakan mas adnan benar ku akan mencoba memaafkan dan melupakan masalah ini.
__ADS_1
***Author : " part ini segini aja dulu iya kita lanjut dari sisi adnan oke. Babay gais*** :) "