
Ya selama beberapa hari ini memang kita berdua sedang sibuk sekali. Kita juga sering ke rumah bunda.
Apalagi sekarang, aku dan mas adnan sedang di rumah bunda untuk membahas soal tanggal baik untuk bang satria dan anum.
Karena ayah sudah balik dari dinas.
Kita semua sepakat atas tanggal yang sudah bang satria dan anum tentukan.
" Aku sangat enggak sabar bang untuk hari itu." Ucapku.
Kita lalu mengobrol masalah pribadi.
Untuk hari nya bang satria akan melangsungkan pernikahannya 2 minggu lagi.
Mereka memilih untuk lebih cepat karena mereka takut kalau kelamaan malah nanti jadi ribut bahkan amit-amit nya mereka putus.
**Author : " Di part ini aku mau buat khusus sekalian menuju pernikahannya ya karena aku engga mau buat terlalu banyak part. "
back to cerita**
Tak terasa hari ini tiba. Hari bahagia bang satria dan anum.
Mereka akan melangsungkan pernikahan di salah satu masjid ternama di jakarta.
__ADS_1
Pukul 10:00 Wib
mereka telah resmi menjadi sepasang suami istri.
Aku menghampiri anum dan memeluknya.
Wajah bahagia mereka terpancar.
" abang selamat ya. " Ucapku memeluk bang satria.
" Makasih dek. " Ucapnya
Selama acara aku hanya duduk di kursi khusus keluarga maklum bawaannya lelah terus jadi duduk aja deh.
" Nak. " Ucap bunda.
__ADS_1
" Ya bun kenapa?. " Tanya ku
" Kalau kamu capek pulang saja sayang. " Ucap bunda.
Karena di tawarkan untuk pulang jadi ya sudah deh lebih baik ku pulang saja karena sudah capek sekali.
Aku pulang bersama umi katanya si umi juga capek jadi memilih ikut pulang bareng ku sama mas adnan.
# Rumah
Sesampai di rumah sudah sangat sore karena tadi harus mengantar umi ke rumah dulu.
Jadi aku dan mas adnan langsung bersih-bersih dan aku melanjutkan untuk tidur sedangkan mas adnan melanjutkan bekerja.
**Author : " Part nya pendek iya maaf sekali**. "
__ADS_1