
aku merasa dede bayi nya yang menendang bukan hanya satu kaki melainkan ada satu kaki lagi yang menendang itu yang membuat tendang dahsyat.
" Loh udah bangun sayang?." Ucap Mas Adnan menyadari aku yang sudah bangun.
" Iya mas aku gak bisa tidur."
" Kenapa? Dede nendang lagi?."
" Iya mas bahkan lebih dahsyat aku merasa kayak dua orang yang menendang ku."
"Serius kamu?. "
Aku menjawab hanya mengangguk saja.
" Alhamdulillah mudah - mudahan dede nya dua ya kembar." Ucap Mas Adnan yang sangat senang.
" Amin mas."
"Astaga mas lupa." Ucap mas adnan yang terlihat panik sekali
" Kenapa mas?." Tanya ku
" Mas ada jam ngajar pagi." Ucap mas adnan
" Aduh mas kebiasaan deh kalau ada jam ngajar pagi tuh bilang dong biar Afifah bangunkan lebih pagi."
" ya maaf mas lupa malam karena capek banget mas jadi langsung tidur." Ucapnya
" Kebiasaan mas mah."
" ya ya maaf nama nya juga lupa." Ucapnya
" Eum ya udah serah deh sekarang mandi sana tar keburu kesiangan lagi kamu harus jadi contoh untuk para mahasiswa kamu."
"Siap istri ku yang bawel tapi ngangenin dan selalu menghantui pikiran ku terus."
" Lebay ah mas." Ucap ku
Mas Adnan terus ke kamar mandi dan selama Mas Adnan mandi aku merapikan baju untuk nya.
'Ceklek'
pintu kamar mandi sudah terbuka dan menampakkan Mas Adnan yang keluar dengan handuk yang melilit di pinggang nya.
Entah mengapa aku terpana oleh tubuh Mas Adnan itu.
" Aduh ngeliatin sampai begitu, ini bukan pertama kali kan kamu ngeliat badan ku."
" Ih siapa juga ngeliatin mas yee." Ucapku mengeles.
" Mulut mu bisa berbohong tapi mata mu tidak matamu berkata kalau kamu terpana melihat tubuh ku." Ucap Mas Adnan
" Sok tau ah mas, udah sana ganti baju nanti telat loh." Ucapku
Mas Adnan menggeleng kan kepalanya.
"Kenapa lagi sih mas?." Tanya ku
"Cium."
"Allahu mas mah ah ada ada aja sih." Ucapku yang jengah sama sikap mas adnan yang akhir-akhir ini agak mesum.
" Kalau gak mau cium mas gak akan ganti ganti baju nih."
" ya ah." Akhirnya aku mencium tapi di pipinya.
" Aduh istri ku harus diajarin dulu ya bukan disitu sayang tapi disini ( sambil menunjukkan bibirnya)." Ucapnya yang langsung menyosor bibir ku
Aku cuman diam saja.
" Kalau gak dilakuin makin lama nih mas ganti baju nya."
" Iyaiya ah bawel deh."
Aku akhirnya mencium nya tapi Mas Adnan sudah menarik aku lebih dulu. Mas Adnan mencium aku lama sampai aku di bawa ke tembok.
Ciuman panas kami berlangsung lama hingga akhirnya aku meminta untuk berhenti karena gak bisa nafas.
" Ya udah kalau gitu Fifah keluar dulu ya, mas ganti baju cepetan sana."
Aku pun ke dapur menyiapkan sarapan dan tanpa menunggu lama Mas Adnan sudah keluar dari kamar.
__ADS_1
Kita berdua menikmati sarapan dengan suasana hening.
"Kalau gitu mas berangkat dulu ya kamu baik-baik di rumah ya."
"Iya mas." Ucap ku sambil mencium tangannya dan Mas Adnan mengecup kening aku.
Setelah Mas Adnan pergi entah mengapa aku merasakan nyeri perut yang sangat dahsyat sekali.
"Aww sakit." Ucapku berusaha berjalan menuju sofa namun susah banget.
"Mbokkk awww sakit."
Mbok pun lari dari dapur menuju ku.
"Astaga non kenapa ya Allah duduk dulu non."
Aku dibantu mbok untuk ke sofa walaupun sebenarnya sakit banget.
Mbok menyadari kalau ketuban aku sudah pecah.
"Ya Allah non ketuban non sudah pecah aduh gimana ya."
" Mangggg adii." Mbok langsung memanggil mang adi supir pribadi mas adnan.
" Ya mbok kenapa?."
"Siapin mobil mang ini non Afifah ketuban nya sudah pecah."
" Siap mbok saya siapkan dulu."
Mobil sudah siap aku dipapah oleh mbok dan mang kus.
"Hati-hati non."
Akhirnya aku sudah masuk ke mobil.
Suasana semakin tegang hingga sampai di rumah sakit.
Sesampai nya di rumah sakit dokter bilang ketuban ku sudah pecah jadi mereka menyarankan aku untuk operasi cesar saja.
Itulah yang Mas Adnan ucapan.
Aku tidak sadar lagi setelah itu.
"Sayang bangun anak kita sudah lahir." Aku mendengar suara Mas Adnan tapi aku enggan untuk membuka mataku.
"Sayang anak kita kembar ayuk bangun sayang kamu mau liat anak kita kan?."
Aku terus berusaha untuk membuka mata hingga aku akhirnya berhasil untuk membuka mataku.
"Mas."
"Ya sayang."
"Haus mas." Entah mengapa aku merasa haus sekali.
"Bentar ya sayang." Mas Adnan langsung mengambil air putih yang dia bawa.
__ADS_1
"Nih hati-hati ya minumnya."
Setelah minum "anak kita mana mas?."
"Anak kita ada di ruangan inkubator mereka sedang dihangatkan."
"Mereka?."
"Ya sayang anak kita kembar cewek cowok."
" Mas serius? Aku mau ke sana mas mau liat mereka."
"Kamu baru sadar sayang jangan banyak bergerak dulu."
" Mas."
"Iya iya bentar mas ambilkan kursi roda dulu buat kamu."
Akhirnya Mas Adnan berhasil meminjam kursi roda.
Aku dibawa Mas Adnan keruang inkubator. Aku melihat dua bayi mungil yang sangat menggemaskan sekali.
Tidak ada kata yang lebih bahagia aku menanyakan ke Mas Adnan siapa nama anak kita.
"Anak kita Mas kasih nama siapa?."
"Yang cewek Naina Afisah Zavindka yang cowok Rizal Akhmad Al-zaky."
Aku bingung kenapa namanya bukan seperti anak kembar pada umumnya.
"Kenapa Mas ngasih namanya bukan pada umumnya anak kembar?."
"Karena Mas mau berbeda dari semua orang."
Ternyata Mas Adnan mempunyai keingat untuk mengasih nama yang berbeda yang penting mempunyai banyak arti.
"Mas Afifah bahagia sekali."
"Mas lebih bahagia sayang." Ucap Mas Adnan sambil mengecup keningku.
__ADS_1
'Tidak ada kata lagi selain kata bahagia kelahiran putra dan putri kami membawa kebahagian tidak henti-henti. Ya Allah makasih kau sudah mempercayai kita untuk mempunyai dua anak sekaligus.' ~Adnan