
" Mas. " Panggil ku saat melihat Mas Adnan sedang duduk di ruang tamu.
" Iya ada apa?. " Dia menengok ke arah ku.
" Mas kapan mau ajak fifah ke ruangan itu. " Tanya ku.
" Sekarang mau?. "
" Mau mas. " Aku mengangguk lalu mas adnan menarik tangan ku dan membawa ku masuk ke ruangan itu.
Ruangan yang pernah ku masuki dan membuat aku ribut sama Mas Adnan.
" Ruangan ini tempat ku menyimpan segala kenangan ku dan di ruangan ini yang bisa buat ku tenang saat emosi ku sedang kalut. " Jelas Mas Adnan.
Aku enggak sengaja melihat foto wanita.
wanita itu,
wanita ini sangat mirip dengan dia yang bertemu sama Mas Adnan sedang di rumah sakit.
siapa wanita itu.
Ah sudah lah bukan urusan ku, aku juga tidak mau menimbulkan masalah lagi.
Aku melihat sekitar dan mendapatkan foto pernikahan kita di atas meja kerja Mas Adnan.
" Mas. " Panggil ku.
" Iya?. "
" Foto kita mas pajang?. " Tanya ku.
" Iya foto ini mas sengaja pajang karena mas ingin____."
Mas Adnan menggantungkan kalimatnya
" Ingin apa mas?. " Tanya ku.
" Ingin selalu mas lihat dan mas kenang karena bagaimanapun ini kan pernikahan yang sakral di mata allah. " Ucap nya.
Ku kira Mas Adnan akan berbicara kalau dia cinta sama aku tapi nyata nya enggak.
" Sudah kan tidak ada yang di tanyakan lagi?." Ucapnya.
" Terus kenapa mas waktu itu tidak mengizinkan Fifah masuk kesini?. " Tanya ku.
" Karena ruangan ini banyak rahasia dan ini ruangan pribadiku, aku sangat tidak suka orang masuk ke sini tanpa seizin aku. " Ucapnya.
" Mas. " Panggilku.
Aku berniat ingin tanya siapa wanita itu tapi kayaknya enggak sekarang deh.
Tiba-tiba telepon Mas Adnan berdering.
" Bentar mas angkat dulu, kamu jangan kemana-kemana ngerti?. "
Aku mengangguk lalu mas adnan keluar dari ruangan.
" Siapa mas?. " Tanya aku.
" Ini ayah telepon katanya dia mesen tiket liburan tapi tiba-tiba ayah ada urusan mendadak jadi dia menawarkan ke kita. " Ucap Mas Adnan.
" Tiket liburan kemana?. " Tanya ku.
" Ke balikpapan. " Ucap Mas Adnan.
Aku kaget ketika Mas Adnan mengucapkan bahwa kita akan liburan bersama dan yang paling aku senang kita akan pergi ketempat yang ingin sekali aku tuju tempat kedua favorit aku.
" Kamu tadi kenapa manggil Fah?. " Tanya Mas Adnan.
" A_hh ini mas. " Ini bukan waktu nya aku menanyakan hal ini ke Mas Adnan, aku tidak mau merusak momen ini.
" Apa Fah?. "
" Eum ini meja berantakan. " Ucap ku yang beralibi.
Mas Adnan langsung merapihkan barang yang ada di atas meja.
" Sini biar Fifah bantu. " Tawar ku.
Aku pun membantu Mas Adnan.
" Oh iya mas kita pergi kapan?. " Tanya ku.
__ADS_1
" Lusa kita berangkat. " Ucap Mas Adnan.
" Loh Mas kita kan belum packing barang-barang. " Ucap ku.
" Tenang Mbok sum membantu kita dan dia sama suami nya Mang Kus ikut juga tadi aku sengaja pesan tiket untuk mereka berdua. " Jelas Mas Adnan.
Mbok sum sama Mang Kus ikut wah ini akan seru sekali.
Balikpapan i'm coming
Aku sungguh tidak sabar untuk besok.
" Non Afifah. " Panggil Mbok Sum.
" Iya mbok, ada apa?. " Tanya ku.
" Eum ini non bahan-bahan di dapur abis. " Ucap Mbok Sum.
" Waduh eum mas adnan kemana mbok?. " Tanya ku yang baru sadar Mas Adnan pergi entah kemana.
" Mas Adnan tadi di luar si Non sama Mamang. " Ucap Mbok.
" Iya sudah sebentar biar Fifah bicara dulu sama Mas Adnan. " Ucapku yang langsung pergi menghampiri Mas Adnan.
" Mas Adnan. " Panggilku.
" Iya Fah, ada apa?. "
" Itu kata mbok bahan-bahan di dapur sudah habis. Eum, apa sebaiknya kita beli saja mas. " Ucapku.
" Boleh tuh lagian di sana kita juga butuh bahan-bahan dapur sekalian beli yang kurang untuk besok. " Ucap Mas Adnan.
" Baiklah kalau gitu Fifah ambil tas dulu. " Ucapku yang langsung naik ke lantai atas untuk ke kamar mengambil tas ku sedangkan Mas Adnan mengeluarkan mobil dari garasi.
" Non, apa mbok perlu ikut?. " Tanya mbok.
" Tidak usah mbok. Oh, iya aku minta list belanja nya dong. " Mbok langsung mengasih list nya ke aku.
" Iya sudah kalau gitu Fifah pamit, assalamu'alaikum. " Ucap ku sambil mencium tangan mbok.
Kenapa aku mencium tangan mbok karena mbok orang tua. Aku dari kecil sama Ayah dan Bunda di ajari untuk tidak memandang bulu maksud tidak memandang siapa dia atau kalangan apa dia itu enggak sama sekali jadi aku memperlakukan mbok itu seperti orang tua ku sendiri.
" Wa'alaikumssalam. "
Aku menarik troli belanjaan.
" Sini aku aja kamu cari saja yang di butuhkan. " Mas Adnan langsung mengambil troli yang ku pegang.
Aku menyusuri rak-rak belanja tapi tiba-tiba aku melihat ke arah Mas Adnan dia sedang mengobrol dengan wanita.
Wanita itu lagi, wanita yang sama yang pernah ku lihat di rumah sakit.
Siapa dia?
Dekat sekali Mas Adnan.
Ah sudah lah tidak penting. Kenapa juga aku mikirin Mas Adnan dan wanita itu.
Cemburu?
enggak mungkin Fifah hanya penasaran aja bukan cemburu.
Aku melanjutkan mengambil barang yang ada di list.
" Fah. " Panggil Mas Adnan.
" Ah iya mas, mas dari mana?. " Tanya ku.
__ADS_1
" Dari\_\_\_."
Mas Adnan menggantungkan ucapannya.
" Darimana mas?. Oh, iya tadi mas ngobrol sama wanita, siapa dia?. " Tanya ku.
" Dari ngobrol sama temen ku. Iya dia teman ku sewaktu SMA. " Ucapnya.
" Dekat sekali iya. " Ucapku yang langsung naruh barang yang aku pegang tadi di troli.
" Kan dia teman ku wajar Fah kita sudah lama tidak bertemu. " Ucapnya.
" Oke. " Setelah mengucapkan itu aku langsung berjalan menuju kasir.
Mas Adnan yang membayar nya karena kalau tidak kita pasti debat seperti waktu itu.
\# Rumah
Kita sudah sampai di rumah karena tadi mobil iya tidak ngapa-ngapain si jadi aku percepat saja.
" Assalamu'alaikum mbok. " Ucapku
" Wa'alaikumssalam. " Ucap Mbok dan Mamang.
" Aduh Aden sini biar mamang saja yang bawa aturan. " Ucap Mang Kus.
" Sudah tidak apa-apa ko mang. " Ucap Mas Adnan.
" Iya sudah kalau gitu ini tolong di masukkan ke koper iya mbok, eum pisah koper saja. " Perintah Mas Adnan.
" Mas, Fifah mau mandi dulu iya kan abis dari luar. " Ucapku.
Mas Adnan hanya mengangguk saja.
Selesai aku dan Mas Adnan mandi kita lalu mengecek koper milik kita masing-masing.
" Sudah tidak ada yang ter tinggalkan barang mu?. " Tanya Mas Adnan ke aku.
" Kurasa tidak ada mas. " Ucapku.
" Iya sudah sebaiknya kita tidur tapi kita sholat isya terlebih dahulu. " Ucap Mas Adnan.
Lalu aku dan Mas Adnan melangsungkan sholat isya berjamaah.
Setelah sholat baik aku dan Mas Adnan akhirnya terlelap dalam tidur.
Balikpapan i'm coming
Aku sungguh tidak sabar besok pagi.
see you di balikpapan oke:)
__ADS_1