
Seperti yang kemarin aku bilang hari ini aku dan Mas Adnan akan memastikan kehamilan aku.
Aku sangat gugup karena ini pengalaman pertama aku masuk kedalam ruangan ini.
Dan iya benar hasil menyatakan kalau aku positif hamil. Betapa senang nya aku dan mas adnan.
Tapi dokter bilang kandungan ku masih sangat lemah sekali dan dokter menyarankan aku untuk istirahat di rumah jangan melakukan pekerjaan yang terlalu berat.
Aku dan Mas Adnan di suruh menebus vitamin untuk penguat kandungan ku.
Sesudah kita menebus vitamin kita pulang ke rumah.
\# Rumah
Sepulang nya kita di rumah, mas adnan di telepon oleh orang kantor untuk ke kantor karena ada berkas yang harus di tanda tangani.
" Sayang, mas harus ke kantor sebentar. " Ucap Mas Adnan saat melihat muka ku yang cemberut.
" Mas janji kalau sudah selesai mas segera pulang. " Ucapnya.
Aku masih enggan berbicara
" Kamu mau mas beliin apa?. " Tanyanya.
" Es krim mau. " Aku mengangguk mau hehehe karena es krim adalah makanan favorit ku.
" Udah sana nanti ditungguin lagi." Ucapku.
" Hiya hiyah istriku yang cantik." Ucap Mas Adnan yang menggodaku.
" Udah sana ah." Ucap ku sambil kasih tas nya dan mencium tangan Mas Adnan.
" Assalamu'alaikum." Ucap Mas Adnan yang langsung keluar menuju mobil.
" Wa'alaikumsalam." Ucap ku yang langsung masuk kedalam dan duduk diruang TV.
Aku sungguh bosan karena tidak ngapa-ngapain akhirnya aku ke dapur mencari mbok.
Aku melihat mbok sedang membereskan sayuran yang ada di kulkas.
" Eh non, kenapa non? Non lapar?. " Ucap mbok yang sedang sibuk membereskan nya.
" Ah engga ko mbok cuman bosan aja, aku bantuin mbok ya." Ucapku yang menawarkan diri.
" Aduh mbok soal Mas Adnan ga usah dipikirin lagian aku engga apa-apa ko. Aku bosan mbok hanya diam aja." Ucapku.
__ADS_1
" Iya sudah tapi yang ringan-ringankan aja ya kasian tar non kecapean." Ucap mbok.
Aku hanya tersenyum dan aku membantu mbok mencuci piring dan merapikan semua belanja yang mbok beli tadi.
Setelah membantu mbok aku disuruh kembali istirahat sama mbok.
Iya udah deh mau gak mau harus ngikutin aja deh kan kata orang jaman dulu " Jangan ngelawan orang tua nanti kualat. "
Hihihihi. Kalau ingat itu aku jadi kangen bunda.
Perihal kehamilan ku. Bunda ayah, abi dan umi mereka belum ada yang tau. Aku dan mas adnan berniat mengasih tau nanti kalau mas adnan sedang ada waktu.
Karena akhir-akhir ini mas adnan sangat sibuk, dia aja sudah jarang ke kampus katanya.
Oh iya berbicara wisuda, aku akan melangsungkan wisuda ku tiga hari lagi. Kemarin pihak kampus mengabari ku.
Ah sungguh tidak pernah ku bayangkan sebelumnya. Aku dulu tidak pernah membayangkan akan wisuda dalam keadaan hamil dan di dampingi oleh seseorang ku sayang sekali.
Aku bosan sekali di kamar jadi aku memutuskan untuk ke halaman belakang saja.
" apa sebaiknya aku menanam pohonan saja iya. " ucapku.
Aku berniat menanam pohon saja karena dulu itu merupakan salah satu hobi ku yang ku lakukan sama bunda setiap sore.
Aku mengambil pot bunga kosong di gudang
" Non sedang apa?. " Tanya mbok.
" Ah ini sedang menanam pohon waktu itu di kasih sama bunda cuman belum ku tanam saja." Ucapku.
" Waduh boleh mbok bantu. " Tawar mbok.
" Boleh sekali mbok, fifah malah senang bisa berkebun bareng sama mbok." Ucapku.
Aku dan mbok asik berkebun hingga tak terasa sudah sore saja.
" Assalamu'alaikum. "
Aku mendengar suara mas adnan, dia sudah pulang.
" Fifah. " Panggil mas adnan.
" Fifah di halaman belakang mas. " Ucapku.
Aku melihat mas adnan menghampiri ku.
" Lagi apa kamu sama mbok. "
" Ah ini sedang berkebun saja mas. " Ucapku sambil berdiri.
" Sebentar iya mas, fifah cuci tangan dulu kotor." Ucapku sambil melangkah ke kran yang ada di halaman belakang rumah.
Setelah membersihkan tangan ku, aku mengelap tangan ku. Lalu aku mengambil tas mas adnan dan tidak lupa mencium tangannya.
" Mbok sudah yuk masuk, sudah sore besok kita berkebun lagi. " Ucapku.
" Seru juga iya non berkebun. " Ucap Mbok.
Aku, mas adnan dan mbok masuk ke dalam rumah dengan tangan mas adnan yang menggenggam tangan ku dan aku yang merangkul mas adnan.
\# Kamar
" Mas mandi dulu iya. " Ucapnya yang mengambil kimono mandi lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Aku yang langsung menyiapkan baju nya dan alat sholat kita.
__ADS_1
Mas Adnan sudah selesai mandi dia pun langsung memakai baju yang sudah aku siapkan.
Lalu dia menggelar sajadah nya di depan ku.
" *Allahu akbar*. "
Selesai sholat aku menanyakan soal kapan kita akan ke rumah bunda karena aku kangen sekali.
" Mas kapan kita ke rumah bunda. " Tanyanya.
" Niatnya si besok mas mau ajak kamu ke rumah bunda tapi mas ada meeting besok." Ucapnya.
" Tapi kita lihat saja besok iya semoga mas meeting nya hanya sebentar saja." Ucapnya.
drrtt
Handphone ku bergetar dan ada panggilan masuk dari bunda.
Bunda menelepon ku dan bilang kalau besok abang mau ngenalin seseorang, bunda juga nanya apa aku dan mas adnan bisa datang atau tidak.
" Iya sudah besok kita datang tapi selesai mas meeting iya. " Ucap Mas Adnan.
" Siap. " Ucap ku.
" Ingat iya besok istri mas jangan memaksa kan abang untuk memilih pasangannya. " Ucap Mas Adnan.
" Ishh iya mas tenang saja lagian fifah sudah tidak ingin ikut campur biar abang memilih pilihan dia sendiri, abang sudah besar ko. Toh kalau yang sakit hati kan abang sendiri. " Ucapku.
" Iya sayang, tapi kita harus doain yang terbaik untuk abang iya oke. " Ucap nya.
" Iya mas. " Aku tersenyum ke arah mas adnan.
" Nah gitu dong istrinya mas kan tambah cantik kalau begini. " Ucapnya.
" Berarti kemarin fifah jelek dong. " Ucapku sambil cemberut.
" Mas enggak bilang gitu iya, tadi kan mas bilang tambah cantik yang berarti kemarin sudah cantik sekarang lebih cantik gitu. " Ucapnya.
Pipi ku merah
" Kenapa tuh pipi nya. " Ucapnya sambil menoel pipi ku.
" Ah tau ah mas gombal saja. " Ucapku memalingkan wajah ku.
" Biarin lagian kan mas gombal ke istri mas sendiri, toh kamu juga merona tuh. " Ucap Mas Adnan yang terus menerus menoel pipi ku.
" Ihh ngeselin, rasain nih. " Aku mencubit pinggang nya mas adnan.
Awww
" Fah lepasin. " Ucapnya.
" Makanya jangan godain aku terus. " Ucap ku.
" Abis lucu godain kamu, pipi mu merona seperti tadi buat mas tambah gemas. " Ucapnya.
" Dasar pedofil. " Ucap ku.
" Eh mas enggak pedofil iya. " Ucapnya.
" Tapi mas tua. " Ucapku.
" Berani ya ngatain tua. " Ucapnya.
Dan terjadilah adegan romantis kejar-kejaran dalam kamar.
__ADS_1
Oke babay gais sampai jumpa besok aku mau mesra-mesra an dulu sama mas adnan
see you:)