
Hari ini mas adnan sudah boleh pulang jadi aku merapihkan barang-barang mas adnan dan mengurus biaya administrasi terlebih dahulu.
\# Rumah
Aku membawa mas adnan pulang ke rumah dan sesampai nya di rumah mas adnan malah pamit pergi. Aku sudah melarangnya tapi dia tetep kekeuh.
ya sudah sebaiknya aku merapihkan kamar saja .
Ketika sedang merapihkan kamar, aku mendapat pesan dari nomor yang tidak ku kenal.
Seperti ini pesan nya
" Temui aku di taman siang ini."
Begitulah isi pesannya. Aku sangat bingung ada apa sebenarnya ini.
Aku bingung harus apa. Mas Adnan dia sedang pergi ya sudah lah mau tidak mau aku harus temui si orang itu sendiri.
Aku sudah ada di taman itu sekitar 15 menit yang lalu namun tidak ada orang satupun yang datang menghampiri aku.
" Hei Afifah makasih ya dah datang." Aku menengok kesamping dan mendapat kan sosok Delisa yang sudah berdiri di samping aku.
" Delisa. "
" Ya aku yang mengirim pesan itu karena di sini aku mau jelasin lagi dan akan memperkenalkan seseorang ke kamu tapi sebelumnya aku mau ngasih sesuatu ke kamu, kamu tutup matanya." Ucap Delisa.
" Buka. "
Aku membuka matanya dan mendapati mas adnan berdiri di hadapan ku membawa bunga itu.
" Eum aku permisi dulu iya mau ambil sesuatu ketinggalan di mobil. " Ucap Delisa.
"Hei." Itulah sapaan pertama Mas Adnan ke aku.
Aku masih diam saja dan jujur aku bingung apa maksud Mas Adnan.
__ADS_1
" Hei ko dicuekin aku nya." Ucap mas Adnan tapi aku masih bingung lagian tadi mas adnan pergi entah tau kemana.
" Cuman bingung saja. " Ucapku.
" Maaf ya tadi mas pergi begitu saja karena emang harus kan biar ini bisa terjadi. " Ucap Mas Adnan.
Mas Adnan duduk di hadapan ku
" Delisa sudah menjelaskan ke mas kalau dia sudah bilang ke kamu sejujur nya. " Ucap Mas Adnan.
" Eum. "
" Maafin mas ya. " Ucapnya
Aku memilih diam saja.
" Masih marah?. " Ucap mas adnan sambil berusaha agar aku menengok ke dia.
" Apa si mas ah. " Ucapku berusaha menghindar dari tatapan mas adnan.
"Hei liat aku. Masih marah." Ucap mas Adnan.
" Apa si mas siapa yang marah si. " Ucapku karena semenjak penjelasan delisa di rumah sakit aku mencoba memaafkan semuanya.
Karena ini hanya kesalahpahaman saja.
" Engga baik loh suami sudah menjelaskan tapi istrinya masih bersikap jutek seperti itu. " Ucapnya.
Aku langsung mencubit Mas Adnan
" Mas ngeselin." ucap aku sambil mencubit perut nya.
" Aduh sakit loh fah." Ucap Mas Adnan.
" Abis mas ngeselin." Ucap aku.
" Loh ko mas, eum kita sudah baikan apa engga mau meluk mas. Emangnya enggak kangen sama mas. " Ucapnya
" Enggak. "
" Masa sih. " Ucap mas adnan.
" Bodo. " Ucapku
Oh ya satu lagi nih buat kamu." Ucap Mas Adnan menunjukkan 2 tiket ke Korea. Aku tercengang banget saat tau kita akan pergi ke tempat favorit aku.
" Mas??. " Ucap Aku yang masih bingung melihat tiket yang berada di tangan aku.
Mas Adnan hanya mengangguk. Lalu aku memeluk Mas Adnan.
__ADS_1
" Makasih ya mas." Ucap ku langsung memeluk mas adnan.
Delisa dateng menghampiri aku dan mas adnan
" heh maaf mengganggu. " Ucap Delisa
" Ah engga apa-apa del. " Ucapku
" Aku mau kasih ini undangan pernikahan ku datang ya." Ucap Delisa.
" Sama siapa kamu?. " Tanya mas adnan
" Ah ya lupa ku kasih tau. Sebentar ku panggilkan. " Ucap Delisa yang langsung pergi.
Tak berapa lama Delisa kembali bersama pria yang tak asing untuk ku.
" Kenalin ini mario calon suami ku. " Ucap Delisa.
" Iyo. " Ucapku karena mario sering ku panggil iyo dulu.
" Loh Afifah. " Ucapnya.
" Kalian saling kenal. " Tanya mas adnan.
Aku harus jawab apa
" Mario mantan ku mas dulu. " Ucapku yang harus ber jujur saja daripada menambah masalah.
" Tapi bukannya kamu sudah menikah ya dulu." Ucapku.
" Memang benar tapi itu dulu, aku sudah bercerai satu tahun yang lalu. " Ucap Mario.
" Tunggu-tunggu terus bisa kenal sama kamu gimana del?. " Tanya mas adnan.
" Oh waktu itu emang ada acara kumpul gitu nah mario sama temen ku mereka sahabatan dan ya di situ aku sama mario khilaf. " Jelas Delisa.
" Walah ternyata dunia sempit ya. " Ucap mas adnan.
" Fah aku minta maaf atas kejadian dulu aku mau setelah ini kita jadi sahabatan ya. " Ucap Mario.
" Yang dulu biarlah berlalu asal kalian hidup masing-masing ya, kalau kalian ada masalah selesaikan sama pasangan sendiri jangan tiba-tiba mengajak salah satu di antara kita malah nanti salah paham lagi. " Ucapku.
" Afifah makasih iya. " Ucap Delisa.
" Sama-sama del, semoga lancar ya sampai hari H." Ucapku.
" Makasih ya kalau gitu aku sama mario pamit dulu, assalamualaikum. "
Mario hanya tersenyum saja.
__ADS_1
Setelah itu aku dan mas adnan mengobrol berdua menikmati suasana sore ini.
And babay gais sampai bertemu di part holiday lagi