
Sudah dua hari aku di rumah bunda tapi ku belum lihat ke datangan mas adnan untuk menjemput dan ngasih bukti itu.
Pagi ini aku sedang duduk di balkon kamar dan cuaca pagi ini mendung bahkan gerimis.
Aku melihat mobil yang tak asing untuk ku. Iya itu mobil mas adnan.
Dia memarkirkan mobilnya tapi dia tak masuk ke dalam.
Tapi tiba-tiba mas adnan melihat ku dan segera ku masuk lalu ku tutup pintu balkon kamar ku.
Tak lama kemudian aku mendengar suara mas adnan yang sedang mengobrol dengan ayah bunda. Di situ ada bang satria juga.
Aku mengintip dari jendela kamar yang bisa melihat ke arah ruang tamu.
Mas Adnan menunduk saja, aku melihat ayah yang kecewa sekali dari sorot matanya.
" Abang jangan. " Ucapku yang berlari dan berdiri di hadapan bang satria saat bang satria ingin melayangkan pukulan ke mas adnan.
" Afifah. " Panggil mas adnan saat tau aku ada di depannya.
" Afifah mohon sama abang semarah apapun abang jangan sampai memukul mas adnan karena bagaimana juga dia suami ku. " Ucapku.
" Tapi Fah. "
Aku hanya tersenyum saja.
" Afifah mohon iya, kalau gitu afifah kembali ke kamar. " Ucapku.
Mas Adnan menahan tangan ku tapi ku tepis dan aku hanya tersenyum saja.
Aku kembali ke kamar dan duduk di balkon. Aku melihat mas adnan kembali ke arah mobil.
Aku melihat mas adnan cukup lama diam hingga dia melihat ke arah balkon dan kita saling beradu pandang tapi tak berlangsung lama. Aku yang memutuskan kontak mata itu.
Setelah kedatangan mas adnan kemarin ke rumah aku sering melihat mas adnan datang ke sini tapi dia tidak turun dari mobil.
Sudah hampir dua hari setelah kedatangan mas adnan kemarin ke rumah tapi aku sering melihat mobil mas adnan parkir tepat di depan balkon.
Tak jarang dia keluar dari mobil tapi tak masuk ke rumah ku.
Malam ini.
Jakarta sedang di guyur hujan dan dia datang ke rumah ku lagi dan malam ini dia tidak membawa mobil nya entah lah dia naik apa.
Dia berjalan ke arah pintu rumah dan aku tidak tau apa yang terjadi selanjutnya.
Karena rasa penasaran ku, akhirnya aku melihat nya dan aku melihat mas adnan yang basah kuyup. Mas Adnan sedang bersimpuh di hadapan bunda dan ayah.
Ayah sempat menampar mas adnan dan akhirnya mas adnan di suruh masuk sama bunda.
Tapi tiba-tiba aku mendengar suara derap langkah kaki, aku langsung pura-pura tidur saja.
" Assalamu'alaikum sayang. " Suara Mas Adnan.
Aku tidak menjawab, aku memilih untuk tidur saja.
" Maaf kan mas, mas belum bisa membuktikan itu semua. Mas belum bisa membawa kamu pulang ke rumah. Maafkan mas sudah buat kamu kecewa sekali sama mas. " Ucapnya.
__ADS_1
" Kamu apa kabar sayang. "
" Anak ayah. " Ucapnya sambil mengelus perut ku.
" Jaga bunda iya di sini jangan buat bunda merasakan sakit lagi, ayah minta maaf sama kamu sudah buat kamu ikut kena masalah sayang. " Ucap mas adnan.
" Ayah sayang kamu sama bunda. " Ucapnya.
Aku merasakan pergerakan dari mas adnan yang ternyata dia bangun dan menaikkan selimut ku.
" Aku sayang kamu jaga diri kamu iya di sini, mas pamit. Assalamu'alaikum. " Ucapnya
Sejak Mas Adnan keluar kamar aku kepikiran apa mas adnan pulang kehujanan atau tidak.
Aku melihat ke balkon ternyata mas adnan masih di depan dan dia berdiam duduk membiarkan tubuhnya ke hujan nan.
Melihat itu aku sungguh tidak tega. Aku segera mengambil hijab dan jaket ku.
Sebelum keluar tak lupa ku membawa payung.
" Mas Adnan. " Ucapku tepat di belakangnya sambil memayungkan mas adnan.
Mas Adnan masih diam
" Kurasa mas adnan belum kurang pendengaran deh. " Ucapku.
Mas Adnan langsung menengok ke arah ku.
" Kamu ngapain disini, pulang Fah. Hujan nanti kamu sakit. " Ucapnya.
" Fah pulang nanti kamu sakit, biar ku antar. " Ucap nya.
Aku menggelengkan kepala ku
" Fah, ayo. " Ucapnya menarik tangan ku dia khawatir sekali.
" Fifah enggak mau. "
" Tapi fah nanti kamu sakit. " Ucapnya.
" Biar aja mas sekalian kita sama-sama sakit. " Ucapku sambil melepaskan payung yang ada di tangan ku.
" Fah jangan macem-macem kamu. Ayo pulang." Ucapnya.
" Fifah akan masuk ke dalam kalau mas juga ikut masuk. " Ucapku.
" Enggak kamu saja yang masuk fah."
" Iya sudah Fifah akan disini. " Ucapku yang malah duduk di aspal.
Mas Adnan cukup lama diam
" Iya sudah ayo masuk. " Ucap Mas Adnan yang mengajak ku masuk dan dia juga ikut masuk.
Ayah dan Bunda tampak seperti khawatir juga karena bagaimana pun juga mereka sayang sama mas adnan.
__ADS_1
Ayah dan bunda menyuruh mas adnan untuk mengganti baju nya.
Mas adnan sudah mengganti baju. Aku mengambil selimut karena aku akan memilih tidur di sofa saja.
Mas Adnan menahan ku
" Kamu saja yang di kasur biar mas yang di sofa." Ucapnya.
Dia langsung mengambil selimut dan berkata
" Selamat istirahat sayang. " Ucapnya sambil tersenyum.
Aku hanya diam saja karena sebenernya aku masih berusaha damai dengan semuanya meski bukti itu belum ada.
Hari sudah pagi dan aku melihat selimut mas adnan turun jadi aku berusaha memperbaiki selimutnya dengan pelan agar tidak mengganggu tidur mas adnan.
Aku langsung keluar kamar membantu bunda.
" Adnan sudah bangun?. " Tanya bunda
Aku menggeleng saja karena emang mas adnan masih tidur.
" Eum Iya sudah kamu bangunkan sayang, ajak dia makan dulu." Ucap bunda.
" Iya bun. " Ucap ku
Aku langsung ke kamar.
" Mas. "
" Mas. "
Aku berusaha memegang badan nya tapi ternyata badan mas adnan panas sekali.
" Eum. " Dia membuka matanya
" Afifah, kamu ngapain. " Tanya nya.
" Eum tadi niatnya mau bangunin mas tapi pas fifah pegang badan mas panas sekali. " Ucap ku
" Iya sudah yuk ke bawah pasti bunda sama ayah sudah menunggu, tapi sebentar mas mau cuci muka dulu. " Ucapnya.
Mas Adnan langsung masuk ke dalam kamar mandi.
" Ayuk. " Ucapnya
Aku dan mas adnan langsung keluar dan menuju meja makan.
" Maaf iya jadi menunggu lama karena Adnan." Ucap Mas Adnan.
" Ah tidak apa-apa nak adnan. " Ucap bunda
Aku langsung mengambilkan mas adnan lauk dan nasi nya.
" Makasih. " Ucapnya sambil tersenyum
Aku membalas nya hanya dengan senyum saja.
Selesai makan mas adnan kembali ke kamar untuk mengambil handphone nya lalu dia izin pulang ke rumah.
" Adnan izin pulang iya, makasih banget. " Ucapnya.
" Makasih juga iya Fah sudah memperbolehkan aku tidur di kamar mu. " Ucapnya.
" Tapi mas, badan mas masih panas. " Ucapku.
" Aku enggak apa-apa ko, kamu di sini jaga kesehatan iya. Mas Pamit, assalamualaikum. " Ucapnya yang langsung keluar rumah.
__ADS_1
Sepulang nya mas adnan aku kembali ke kamar dan merapihkan selimut yang semalam mas adnan kenakan.